Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 66. Rencana dinner


__ADS_3

"Ehem ehem.." benar saja dugaannya, Sahira pun dicegat oleh Alan saat hendak masuk kesana.


"Eh pak Alan? Ma-maaf pak, saya pasti terlambat ya kembali lagi kesini? Saya tadi sudah pengen pergi, tapi saya malah ketemu sama pak Saka di cafe tadi," ucap Sahira gugup.


"Itu kamu tau, seharusnya kamu itu profesional dong Sahira! Kalau ada siapapun yang ajak kamu buat pergi di jam kerja, harusnya kamu jangan mau! Kamu itu sebenarnya niat kerja atau enggak sih disini?" tegur Alan.


"Maaf pak, tapi saya benar-benar gak bisa tolak ajakan pak Saka tadi. Beliau juga paksa saya buat temenin makan siang," ucap Sahira.


"Berarti kamu aja yang kurang tegas Sahira!" ucap Alan emosi.


"Lalu saya harus gimana pak untuk menebus kesalahan saya?" tanya Sahira menunduk.


Alan maju mendekat sembari mengusap dagunya, ia mengamati tubuh Sahira dari atas sampai bawah dan membuat sang empu merasa gugup. Sahira tak mengerti apa yang dilakukan pria itu saat ini, tapi ia memilih diam tak ingin protes karena khawatir Alan malah semakin marah.


"Kamu cukup berjanji sama saya, kalau kamu tidak akan mengulangi ini lagi! Bagaimana? Apa kamu bisa mengatakan itu untuk saya?" pinta Alan.


"Ah iya pak, saya janji kok gak akan melakukan ini lagi! Besok-besok saya akan coba tegas ke pak Saka deh pak," ucap Sahira.


"Bagus, awas ya kalau sampai saya dengar atau lihat lagi kamu melakukan ini! Sekarang kamu masuk dan serahkan semua berkas hasil rapat kita tadi ke sekretaris papa di dalam!" perintah Alan.


"Baik pak! Tapi, sekretaris itu dimana ya pak? Saya kan belum tahu dan kenal," tanya Sahira.


"Dia ada di ruangan kamu, namanya Fatma. Kamu ke dalam aja temui dia sekarang!" jawab Alan.


"Siap pak, kalo gitu saya permisi!" ucap Sahira.


Alan menganggukkan kepalanya, lalu Sahira pun pergi melewati Alan dan masuk ke dalam kantor dengan tergesa-gesa untuk menyerahkan semua laporan mengenai proyek yang tadi mereka bahas di rapat bersama klien.


Sementara Alan tetap pada tempatnya, ia mengamati tubuh Sahira dari belakang saat sedang berjalan dan semakin tertarik pada gadis itu. Bahkan, ia berjanji tidak akan melepas Sahira meski untuk Saka sekalipun, tampaknya ia sangat terobsesi pada Sahira dan ingin memilikinya.

__ADS_1


"Saya gak akan lepasin kamu Sahira, saya harus terus berjuang untuk dapatkan kamu!" gumamnya.


"Ohh, jadi benar ya kamu suka sama sekretaris kamu yang kegatelan itu?" Alan terkejut saat suara tersebut muncul di telinganya.


Pria itu langsung menoleh ke asal suara, disana lah ia menemukan keberadaan Nawal yang lagi-lagi datang ke kantornya walau sudah berulang kali Alan mengusir gadis itu. Tentu saja Alan tak suka dengan kehadiran Nawal disana, ia sungguh malas meladeni perempuan seperti Nawal yang pandai bermanipulasi di hadapan semua orang.


"Kamu mau apa lagi sih, ha? Gak puas apa kamu ganggu hidup aku terus? Aku pengen bahagia Nawal, bisa gak sih kamu berhenti ganggu aku gitu?!" ujar Alan dengan nada dingin dan ekspresi datar.


"Aku gak ganggu kamu kok sayang, aku kesini justru mau jadi support system kamu," ucap Nawal dengan suara yang dibuat-buat.


"Aku gak butuh dukungan kamu Nawal, lagian kita udah bukan siapa-siapa. Mending kamu pergi sana dan jangan ganggu aku!" ujar Alan tampak kesal.


Nawal langsung menahan lengan Alan yang hendak pergi darinya, gadis itu tak mau melepas Alan begitu saja dan meminta pria itu untuk tetap disana bersamanya.


"Tunggu dulu Alan, aku tau kamu lagi ada masalah. Aku kesini buat bantu kamu," ucap Nawal.




Saka datang menemui Fatimeh di taman tempat biasa mereka bertemu sebelumnya, kali ini Saka ingin berterima kasih sebab Sahira menjadi lebih dekat dengannya setelah ia meminta Fatimeh membantunya untuk bisa mendapatkan Sahira. Saka pun sangat senang dengan kinerja Fatimeh yang terbilang bagus dalam membujuk Sahira. Terbukti pagi tadi gadis itu langsung memberikan sarapan untuknya.


"Tante, saya benar-benar bangga sama tante. Ternyata tante ini hebat juga ya? Baru satu hari kita kerjasama, eh Sahira udah berhasil kesemsem sama saya sampai bawain sarapan buat saya," ucap Saka dengan kekehan kecil.


"Hahaha, iyalah siapa dulu dong? Gue ini kan orang paling handal dalam mencomblangkan pasangan, apalagi anak gue sendiri. Udah deh pokoknya lu serahin aja semua ke gue," ucap Fatimeh.


"Siap tante, saya percayakan tentang ini pada tante. Tapi, saya mohon tante usahakan nanti malam saya dan Sahira dinner berdua! Saya ingin menikmati momen bersama Sahira lebih lama lagi tante," ucap Saka.


Fatimeh tersenyum dan bangkit dari duduknya, "Gampang aja Saka, gue bisa turutin semua itu kok. Ya asalkan ada uangnya aja," ucapnya.

__ADS_1


"Tante butuh berapa? Saya bisa bayar berapapun yang tante mau, tapi asal tante juga ingat kalau saya masih punya video tante di bar yang bisa saja saya berikan ke Sahira," ucap Saka.


"Lu kok malah ngancem gue sih? Lu pengen gue bantu apa enggak?" ujar Fatimeh.


"Pengen lah tante, saya itu tadi cuma mengingatkan bukan mengancam. Siapa tahu aja tante lupa," ucap Saka.


"Halah alasan aja lu, bilang kalo lu gak mau bayar gue!" ketus Fatimeh.


"Gak gitu tante, saya mah bisa keluarin uang untuk bisa memenuhi kemauan saya. Cuma disini saya mau tante lakukan dulu semuanya dengan baik, baru deh saya bayar uangnya," ucap Saka.


Fatimeh memalingkan wajahnya dengan kedua tangan terlipat di depan, Saka tersenyum melihat itu dan ikut berdiri di sebelah Fatimeh.


"Bagaimana tante? Apa tante setuju dengan penawaran saya? Saya cuma minta tante bujuk Sahira untuk mau makan malam dengan saya nanti malam," ucap Saka.


"Haish, iya deh iya gue setuju sama tawaran lu. Gue mau bujuk Sahira buat dinner sama lu nanti malam, tapi gue gak janji ya kalau bakal berhasil buat bujuk dia," ucap Fatimeh.


"Saya yakin kok tante pasti bisa bujuk Sahira, usaha yang benar ya tante!" ucap Saka.


"Iya iya.." Fatimeh menurut saja lalu mengambil tasnya dari kursi dan pergi.


Saka terdiam di tempat membiarkan Fatimeh pergi, ia juga sudah tidak ada urusan dengan wanita itu karena semua yang ia ingin bicarakan sudah disampaikan tadi. Saka pun juga ikut pergi dari taman itu menuju mobilnya, ia hendak menyiapkan rencana makan malam nanti bersama Sahira.


Sementara itu, Fatimeh dicegat oleh seorang pria saat keluar dari taman. Wanita itu terkejut dan reflek memegang dadanya saat tiba-tiba pria itu muncul di hadapannya, nafasnya juga langsung memburu akibat kedatangan si pria yang sebelumnya tidak ia sadari.


"Halo tante! Abis bicara sama bosnya Sahira ya tante? Kok kelihatannya tante sama dia akrab banget sih?" ujar si pria yang tak lain ialah Awan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2