
Sahira hanya diam menunduk, ia menautkan dua tangannya dan detak jantungnya kini berdetak lebih keras seolah berada dalam bahaya. Alan yang kesal memilih menegakkan tubuhnya dan menghela nafas, ia langsung membentak Sahira dengan keras hingga gadis itu terkejut.
"Sahira!" sentak Alan.
"Hah? Iya pak, kenapa?" tanya Sahira terkejut.
"Kamu tuh bisa fokus gak sih kalau lagi kerja? Kamu sudah catat belum obrolan saya dan pak Gonzalez tadi?!" tegur Alan.
"Ma-maaf pak, tadi saya lupa catat. Ta-tapi, saya sudah catat sebagian kok pak," ucap Sahira gugup.
"Saya itu ajak kamu kesini buat catat semua obrolan saya dan pak Gonzalez, bukan buat diam dan bengong gak jelas! Kalau emang kamu gak niat kerja, saya bisa kok cari sekretaris baru buat gantiin posisi kamu!" ucap Alan.
Sahira sontak membelalakkan matanya, "Ja-jangan pak! Jangan pecat saya! Saya janji gak akan mengulangi kesalahan saya!" ucapnya memohon.
"Ah sudahlah!" Alan yang kesal langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja keluar dari cafe tersebut.
"Pak, tunggu pak!" Sahira panik saat Alan meninggalkannya, ia pun membereskan semua sisa-sisa meeting mereka tadi dan ikut pergi menyusul Alan ke luar cafe.
Di luar, tampak Alan sudah berada dekat mobilnya dan membuka pintu. Sahira pun berlari ke arahnya berupaya menahan pria itu, tapi justru berkas yang ia bawa malah berterbangan akibat diterpa angin. Sontak Sahira semakin panik, ia berusaha mengambil kembali kertas-kertas yang terbang di udara itu.
"Duh, sini dong jangan jauh-jauh terbangnya! Ah elah sial banget sih hidup gue hari ini! Udah kena marah, terus sekarang berkasnya jadi berantakan semua!" ucapnya mengeluh.
Tiba-tiba saja, seseorang menangkap semua kertas itu dengan satu tangan dan berjalan menghampiri Sahira. Gadis itu tersentak ketika menyadari yang datang itu adalah Saka, pasalnya sebelum ini hanya dirinya dan Alan lah yang hadir di meeting tersebut.
"Pak Saka?" lirih Sahira.
Alan yang melihat itu menjadi semakin tersulut, ia masuk begitu saja ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Sahira disana berdua dengan Saka. Sahira menganga tak percaya saat Alan sudah pergi jauh darinya, ia pun merutuki dirinya sendiri karena tidak benar dalam bekerja.
"Yah pak Alan udah pergi lagi, gimana dong ini? Masa iya aku balik ke kantor jalan kaki? Dari sini kesana kan jauh banget," Sahira terus bergumam sampai mengabaikan Saka di depannya.
"Hey, sudahlah kamu gak perlu terlalu mikirin itu!" ucap Saka menegur gadis itu yang sontak membuat Sahira menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Eh pak Saka, maaf pak tapi saya heran aja kenapa tadi pak Alan sikapnya ke saya jadi ketus lagi kayak dulu. Padahal saya gak ada buat salah atau apa loh pak," ucap Sahira.
"Udah kamu gausah mikirin dia! Mending kamu ikut saya yuk, kita lunch di dalam!" ajak Saka.
"Tapi pak, saya belum lapar. Lagian jam makan siang itu masih lama pak, saya harus kembali ke kantor sekarang biar gak dimarahin pak Alan," ucap Sahira menolak.
"Kamu tuh kenapa sih Sahira? Kayaknya kamu takut banget sama si Alan itu, ayolah kamu santai aja kali!" ucap Saka.
"Jelas lah saya takut pak, pak Alan itu kan bos saya. Kalau saya gak patuh sama dia, yang ada nanti saya bisa dipecat," ucap Sahira.
"Kalau kamu dipecat sama si Alan, kamu kan bisa pindah kerja di kantor saya. Kamu gak perlu cemas begitu kali Sahira," ucap Saka menenangkan.
Sahira terdiam, berdebat dengan Saka sama saja ia membuang-buang waktu. Akhirnya Sahira memilih menurut saja dan ikut bersama pria itu kembali ke dalam cafe.
•
•
Flashback
Saka pun masuk ke ruangannya dengan tergesa-gesa sembari menenteng rantang di tangannya, ia menutup pintu tapi tak menguncinya dan duduk di kursi kebesarannya. Pria itu juga langsung mengambil ponselnya dari saku celana, ia mulai memotret makanan tersebut untuk bisa menguploadnya di sosial media.
"Nah, begini kan orang-orang jadi pada tahu kalau saya tuh udah gak jomblo lagi. Saya benar-benar bahagia banget hari ini, semoga aja ini awal dari kemajuan hubungan saya dan Sahira!" ucap Saka.
Ceklek
"Permisi pak!" Saka terkejut saat seorang wanita tiba-tiba masuk ke ruangannya dan menyapanya, ia reflek menaruh ponsel di meja lalu bertingkah seolah tak terjadi apapun.
"Anya, kamu ngapain sih main masuk ruangan saya gitu aja?!" tegur Saka dengan tegas.
"Eee maaf pak, saya cuma mau serahin berkas ini ke bapak. Saya gak ada niatan buat ganggu bapak kok, saya minta maaf ya pak?" ucap wanita bernama Anya yang tak lain ialah sekretaris Saka itu.
__ADS_1
"Gapapa, udah sana kamu keluar dan ingat ya jangan katakan apapun tentang apa yang kamu lihat tadi ke orang-orang disini!" ucap Saka.
"Baik pak, saya bisa jaga rahasia kok!" ucap Anya.
"Yasudah, kamu keluar sana dan lain kali kalau mau masuk ruangan saya itu ketuk dulu atau minimal panggil nama saya!" ujar Saka.
"Iya pak, maafkan kelancangan saya tadi. Kalau begitu saya permisi ya pak?" pamit Anya.
"Ya Anya, kosongkan juga jadwal saya hari ini karena saya sedang tidak ingin diganggu dan melakukan apapun!" perintah Saka.
"Oh begitu pak, lalu bagaimana dengan janji bapak dan pak Sudarso hari ini?" tanya Anya.
"Tinggal kamu undur lah jadi besok, apa susahnya sih Anya?" jawab Saka dengan kesal.
"Ah iya pak, nanti saya hubungi sekretarisnya pak Sudarso untuk mengundur pertemuan hari ini," ucap Anya.
"Yasudah, sana keluar kamu! Saya mau sarapan dulu nih nanggung," ucap Saka.
"Siap pak!" Anya patuh dan lalu berbalik pergi dari ruangan bosnya itu.
Setelah dipastikan tidak ada siapapun, Saka menghela nafas lega karena bisa kembali berpuas-puas dengan makanan pemberian Sahira. Entah kenapa Saka sangat senang mendapat makanan gratis dari Sahira, orang yang ia cintai dan ia harap bisa menjadi miliknya.
"Nah, sekarang waktunya makan. Eh tapi, kira-kira Sahira hari ini ada jadwal gak ya? Saya tanya dulu deh ke Keira, dia pasti tahu Sahira lagi apa dan sama siapa," gumam Saka.
Tanpa menunggu lama, Saka bergegas menghubungi Keira untuk menanyakan jadwal kegiatan Sahira hari ini di kantornya. Keira pun memberitahu semuanya pada Saka, tentu saja Saka senang lalu siap-siap menyusul Sahira pergi ke cafe tempat meeting dengan klien Alan.
Flashback end
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1