Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 75. Kembali membahas itu


__ADS_3

Fatimeh pun menjawab dari dalam dengan suara teriakan lantangnya. Wanita itu membuka pintu dan tersenyum lebar melihat kehadiran Sahira serta Saka disana, ia tampak sangat antusias menyambut kepulangan putrinya yang habis pergi bersama kekasihnya tadi.


"Eh kalian ternyata udah pulang, kok cepat banget sih? Ini masih jam sepuluh loh, harusnya lanjut terus sampe tengah malam!" ujar Fatimeh.


"Enggak tante, Sahira katanya udah ngantuk. Jadi ya saya antar aja dia pulang," ucap Saka.


"Oh gitu, yaudah ayo pada masuk aja! Nak Saka juga mampir dulu yuk, biar saya bikinin minum!" ajak Fatimeh dengan ramah.


"Eee gausah tante, saya mau langsung pulang aja. Kasihan Sahira kelihatannya capek dan butuh istirahat," ucap Saka menolak.


"Beneran nih gausah? Emang kamu gak capek juga?" tanya Fatimeh.


"Iya tante, saya mau pulang sekarang biar gak kemalaman. Oh ya, ini saya juga bawakan pesanan tante yang tadi. Semoga tante suka ya sama makanannya!" jawab Saka.


"Wah iya iya makasih ya nak Saka!" Fatimeh langsung tersenyum sumringah dan mengambil bungkus makanan itu dari tangan Saka.


"Sama-sama tante, eee kalo gitu saya pamit dulu ya tante? Sahira, saya pulang dulu. Assalamualaikum," ucap Saka berpamitan.


"Waalaikumsallam," ucap Sahira dan Fatimeh.


Saka pun berbalik dan pergi dari sana dengan mobilnya, sedangkan Sahira masuk ke dalam rumah bersama sang ibu. Di dalam, Sahira meminta ibunya berhenti sejenak untuk berbincang dengannya. Tampaknya Sahira sudah tidak sabar ingin segera menanyakan perihal foto yang ditunjukkan Saka tadi kepadanya.


"Bu, aku mau bicara sebentar sama ibu. Ada yang pengen aku tanyain nih," pinta Sahira.


"Yah elah ribet amat sih lu! Gue tuh pengen makan, udah lapar nih. Nanti aja tanya-tanya nya, gue udah gak sabar mau nyobain makanan ini," ucap Fatimeh dengan ketus.


"Sebentar aja Bu, ini soal penting. Gak bakal nyampe lima menit kok Bu, aku cuma mau tanya dan aku harap ibu bisa jawab dengan jujur," ucap Sahira sedikit memaksa.


"Apa sih emang yang mau lu tanyain Sahira? Buruan deh!" ujar Fatimeh.

__ADS_1


"Eee begini Bu, aku pengen tahu aja apa benar ibu malam itu pergi ke bar dan bersama laki-laki tua?" tanya Sahira pada intinya.


Fatimeh sontak terkejut, ia menatap tajam wajah putrinya dengan penuh emosi dan tampak tak terima karena Sahira menanyakan hal itu lagi padanya. Ia menaruh bungkus makanan itu di meja, lalu fokus menatap Sahira sembari melipat kedua tangannya.


"Heh! Lo masih aja ya bahas itu, mau sampai kapan sih Sahira?!" ketus Fatimeh.


"Bu, tenang dulu Bu jangan emosi! Aku kan cuma minta penjelasan dari ibu, apa semua itu benar atau tidak?!" ucap Sahira.


"Gue jawab jujur juga percuma, pasti lu gak bakal percaya sama gue. Emang dari dulu tuh sikap lu selalu begini ke gue, lu gak suka kan sama gue!" sentak Fatimeh.


"Gak gitu Bu, aku suka kok sama ibu. Aku juga sayang sama ibu, tapi tetap aja aku gak rela kalau ibu turun ke dunia malam," ucap Sahira.


Plaaakk


Fatimeh malah menampar wajah putrinya dengan keras dan kuat, membuat Sahira nyaris terjatuh sembari memegangi pipinya yang tampak memerah. Sahira pun berusaha menenangkan dirinya, ia ingat pada pesan Saka tadi untuk tidak terpancing emosi pada sang ibu.


"Lancang banget lu ya kalo ngomong! Emang lu kira gue perempuan model apa yang tega masuk ke dunia malam?!" sentak Fatimeh.


Fatimeh menghela nafasnya dan pergi begitu saja dari sana meninggalkan Sahira yang masih memegangi pipinya.




Sementara itu, Alan menyambut Saka yang baru pulang ke rumah dengan mobilnya. Pria itu sudah berdiri sejak lama di depan rumahnya seolah sengaja menanti kakaknya pulang, betul saja setelah Saka datang Alan pun menghampiri kakaknya itu dengan tampang tak suka.


Saka masih belum merasa aneh dengan sikap adiknya, ia tampak biasa-biasa saja saat turun dari mobil dan melihat sang adik disana. Saka bahkan menyapa Alan dengan ramah disertai senyuman, pria itu turut mendekati adiknya dan menaruh tangan di pundak.


"Wah wah wah, jam segini baru pulang. Abis ngapain aja sih lu, bang? Gak biasanya lu pulang larut malam kayak gini," tegur Alan dengan sinis.

__ADS_1


"Eh Lan, iya nih gue ada urusan tadi sama kenalan gue. Lagian gue kan udah gede, gue mau main sampai jam segini juga gak masalah kali," ucap Saka membela diri.


"Ya gue tahu itu bukan masalah, tapi gue heran aja karena biasanya kan lu gak pernah pulang jam segini. Abis kemana sih lu bro?" ucap Alan.


"Gue kemana kek suka-suka gue lah, apa urusannya sama lu Alan? Lu iri karena gak bisa menikmati malam Minggu seperti gue? Makanya, baikan sama Nawal gih sana!" ucap Saka.


"Maksud lu apa? Jadi lu udah punya cewek dan barusan lu pergi sama cewek lu?" tanya Alan.


"Kalau iya kenapa? Lu pikir cuma lu yang bisa dekat sama cewek? Gue juga bisa kali, bahkan cewek gue ini lebih berkelas dari cewek-cewek lu," jawab Saka dengan pede.


"Hahaha, iya deh yang berkelas. Emangnya siapa sih cewek lu itu? Gue pengen tahu deh, kok bisa dia taklukin es batu kayak lu?" tanya Alan.


"Lo gausah kepo, nanti juga lama-lama lu tahu sendiri kok. Udah ya gue mau masuk dulu, gue capek nih!" ucap Saka.


Alan mencegah Saka yang hendak masuk dengan menaruh tangannya di pundak, sontak Saka kesal dan menyingkirkan paksa tangan sang adik dari pundaknya. Saka terlihat menatap tajam ke arah Alan yang membuat pria itu terkejut, tak biasanya Saka sampai emosi seperti itu padanya.


"Lo mau apa sih, ha?!" tanya Saka geram.


"Eits, sabar bro sabar! Lo kenapa jadi emosi banget kayak gini? Gue kan cuma pengen tahu siapa cewek lu, kasih tau aja kali gausah ribet!" ujar Alan.


"Gue gak pengen lu tahu tentang dia, udah deh jangan paksa gue!" sentak Saka.


"Bang, sebenarnya siapa cewek lu? Apa gue kenal sama dia?" tanya Alan.


Saka semakin emosi dan tangannya terkepal disertai tubuh gemetar, tanpa diduga pria itu memukul wajah sang adik dengan keras sampai hampir terjatuh. Alan sangat kaget sembari memegangi hidungnya yang mengeluarkan darah, ia tak mengira Saka akan memukulnya.


"Lo kenapa pukul gue? Masa cuma karena gue tanya siapa cewek lu, lu sampe begini? Tega banget lu bang sama gue, salah gue apa coba?!" protes Alan.


Saka tak menjawab, ia melangkah begitu saja melewati adiknya dan masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2