
Kemudian, pandangan mereka kembali tertuju pada sosok lelaki yang ada di depan rumah Sahira. Mereka kini melihat Fatimeh keluar dari dalam sana mengenakan pakaian yang cukup seksi, lagi-lagi mereka dibuat terkejut karena tiba-tiba Fatimeh mencium lelaki itu tanpa rasa ragu.
"Hah? Ya ampun, itu beneran tante Imeh? Kok kayak gitu sih Cat?" kaget Wati.
"Entah Wat, gue juga kaget banget lihatnya. Ini sih bukan kayak tante Imeh yang gue kenal, dia beda banget sumpah!" ucap Cat.
"Iya Cat, masa dia berani cium-cium tuh cowok berkumis sih? Terus pakaiannya juga seksi banget lagi," ucap Wati.
"Gue jadi penasaran deh, kira-kira itu siapanya tante Imeh ya Wat?" ujar Cat.
"Mana gue tahu, kan gue lagi disini sama lu. Kalau lu pengen tahu, kita maju aja ke depan terus tanya langsung sama mereka!" ucap Wati mengusulkan.
"Ish, gila lu ya?! Kalau kita maju, yang ada kita bisa digeplak sama tante Imeh! Lu mau?" ucap Cat.
"Ya enggak lah, tapi gue penasaran banget siapa laki-laki sebenarnya. Gue curiga deh, jangan-jangan selama ini tante Imeh jadi simpanan tuh laki-laki," ucap Wati.
"Hus, lu kalo ngomong dijaga dong! Masa iya tante Imeh kayak gitu?" ucap Cat.
"Ya lu lihat aja sendiri tuh sikapnya dia ke tuh cowok kayak gimana!" ucap Wati.
"Iya sih," Cat pun akhirnya setuju dengan apa yang diucapkan Wati barusan.
"Woi!" kedua gadis itu kompak terkejut saat seorang pria dari belakang mereka berteriak sambil memegang pundak mereka masing-masing.
Wati dan Cat sama-sama menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang menepuk pundak mereka itu, lalu tampaklah disana sosok orang yang merupakan Awan alias si pedagang warung terkenal di kampung mereka. Baik Wati maupun Cat langsung saja memukul tubuh lelaki itu untuk meluapkan kekesalan mereka padanya.
"Awhh aduh! Kalian kenapa malah jadi pukul gue? Emangnya gue ada salah apaan sama kalian?" protes Awan.
"Harusnya gue yang tanya sama lu, ngapain lu ngagetin kita kayak tadi? Hampir aja gue sama Wati jantungan tau, untung aja kita bisa tenangin diri tadi!" geram Cat.
__ADS_1
"Ohh, yah elah gue kan cuma tegur kalian. Lagian kalian pake sembunyi-sembunyi segala disini, lagi ngeliatin apaan sih?" ujar Awan.
"Itu loh kita lagi.." ucapan Wati terhenti saat ia menyadari Fatimeh dan lelaki berkumis yang tadi mereka lihat sudah tidak ada disana.
"Loh Cat, tante Imeh sama tuh cowok kumis kemana ya? Kok gak ada?" ucap Wati keheranan.
Cat turut menoleh ke arah rumah Sahira untuk memastikan perkataan Wati tadi, benar saja disana sudah tidak ada Fatimeh maupun lelaki berkumis yang tadi mereka lihat. Tentu saja Cat tampak bingung, ia penasaran sekali kemana perginya Fatimeh dan lelaki berkumis itu.
"Lah Iya ya, kok mereka udah pada gak ada? Lo lihat tadi mereka pergi kemana?" heran Cat.
"Ish, mana gue tahu Cat?! Ini pasti gara-gara si Awan nih, kita jadi kehilangan jejak tante Imeh sama tuh cowok berkumis!" ucap Wati.
"Tau ih, lu bisa gak sih gausah bikin kita emosi terus kayak gini?!" timpal Cat.
"Apaan sih? Salah gue apa coba sama kalian? Gue cuma tegur kalian, gue penasaran ngapain kalian berdua pada ngumpet disini. Emang kalian ngeliatin apaan sih?" ujar Awan.
Cat dan Wati berdecak kesal saling pandang, lalu setelahnya mereka melangkah pergi begitu saja meninggalkan tempat itu dan membuat Awan makin penasaran. Awan pun berteriak dan memilih mengejar dua gadis tersebut karena penasaran.
•
•
Bram, lelaki berkumis yang datang ke rumahnya tadi kini juga ikut bersembunyi di dalam sana bersama Fatimeh. Mereka sama-sama tidak ingin ketahuan oleh Cat maupun Wati, karena pastinya dua gadis itu akan melaporkan pada Sahira atau menuduh mereka yang tidak-tidak.
"Imeh, gimana ini? Apa sudah aman? Kalau terus ada disini, aku gak jamin bisa tahan lihat tubuh seksi kamu yang kayak gitu," ucap Bram.
"Diam dulu mas! Aku khawatir mereka masih ada di sekitar sini, nanti begitu kita keluar mereka langsung muncul lagi dan tangkap kita. Bisa gawat kalau mereka cerita ke Sahira nanti mas," ucap Fatimeh.
"Ah ngapain sih kamu masih aja mikirin anak tiri kamu yang gak guna itu? Mending kamu bahas tentang masa depan kita aja sayang," goda Bram.
__ADS_1
"Bisa aja kamu mas, tapi serius ini bahaya tau. Biar gimanapun aku sekarang masih tinggal sama Sahira, dia yang kerja dan kasih uang ke aku. Kalau sampai dia tahu hubungan kita, bisa-bisa nanti dia pergi tinggalin aku," ucap Fatimeh.
"Ya kalau dia tinggalin kamu, kan masih ada aku. Aku juga bisa kok menghidupi kamu, karena cuma kamu cinta mati aku sayang!" ucap Bram.
"Terus gimana sama istri sah kamu itu mas kalau nanti dia tahu?" tanya Fatimeh.
"Udah gausah mikirin dia, selama ini kita berhubungan aman-aman aja kan? Dia gak mungkin tahu tentang kita sayang, jadi kamu jangan khawatir!" ucap Bram menenangkan.
"Okay, yaudah ayo kita pergi sekarang! Mumpung Sahira masih kerja dan lama pulangnya, terus kayaknya tuh dua orang udah gak ada deh disana," ucap Fatimeh.
Bram mengangguk pelan, "Ayo buruan kita ke tempat biasa, aku gak sabar pengen berduaan sama kamu disana Imeh!" ucapnya.
Fatimeh pun tersenyum dan mengecup pipi lelaki berkumis itu, setelah dipastikan aman barulah Fatimeh membuka pintu lalu melangkah keluar bersama Bram dengan tergesa-gesa meninggalkan rumah itu karena tak ingin ketahuan. Ya sejak lama mereka memang sudah berhubungan di belakang istri sah lelaki bernama Bram tersebut.
"Ayo ayo cepetan masuk!" Fatimeh mengajak Bram masuk ke mobil yang terparkir agak jauh dari rumah wanita itu dengan tergesa-gesa.
"Tante?" namun, tiba-tiba suara seorang wanita mengejutkan keduanya. Fatimeh sontak menoleh ke asal suara untuk memastikan siapa itu, dan betapa kagetnya ia melihat Wati berdiri di dekatnya.
"Hah??" Fatimeh reflek memegang dadanya, ia tak menyangka Wati bisa kembali menemuinya.
"Ngapain lu disini? Ngikutin gue ya lu?" tanya Fatimeh dengan nada curiga.
"Gak kok tante, saya gak sengaja aja lewat sini terus lihat tante. Eee itu siapa ya tante? Terus kenapa tante gugup gitu pas lihat aku?" ucap Wati.
Deg!
Fatimeh sangat-sangat terkejut, ia melirik wajah Bram dan bingung harus menjawab apa pada Wati agar gadis itu tidak curiga padanya nanti.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...