Sekretaris Cantik Milik Ceo

Sekretaris Cantik Milik Ceo
Bab 38. Keira dan pacarnya


__ADS_3

"Aku berhak tau dong Bu, aku kan anak ibu. Apalagi semalam pak Saka sempat lihat ibu masuk ke mobil om-om tua," ucap Sahira.


Fatimeh langsung kaget bukan main, "Apaan sih? Lo jangan ngada-ngada ya!" ucapnya.


"Pak Saka sendiri kok yang bilang sama aku, makanya sekarang ibu jelasin ke aku!" ucap Sahira.


"Si Saka itu gak bener, lu jangan percaya sama dia! Gini deh, masa lu lebih percaya sama orang lain dibanding ibu lu sendiri? Gue yang udah rawat lu loh, sedangkan dia?" ucap Fatimeh.


"Bu, tapi selama ini ibu kan sering keluar malam dan pulang pagi. Aku penasaran Bu, sebenarnya apa sih yang ibu lakuin di luar sana?" ucap Sahira.


"Halah lu gausah kepo sama urusan pribadi gue! Sebagai anak, tugas lu ya cuma kerja dan kasih uang ke gue. Jadi, udah sana lu berangkat kerja!" ucap Fatimeh.


"Gak mau Bu, sebelum ibu jelasin semuanya ke aku!" pinta Sahira.


"Hadeh, lu kenapa ngeyel banget sih? Gue udah bilang gue gak ngelakuin itu, si Saka tuh salah lihat!" ujar Fatimeh.


"Aku gapapa kok Bu, ibu jujur aja sama aku. Aku janji aku gak akan marah sama ibu," ucap Sahira.


"Jujur apanya? Emang bener gue gak pergi sama om-om seperti yang lu bilang, jangan ngaco deh lu!" elak Fatimeh.


"Tapi Bu, kenapa mulut ibu bau alkohol? Semalam ibu mabuk?" tanya Sahira.


Fatimeh langsung panik dan memalingkan wajahnya, ia mengecek mulutnya sendiri apakah memang bau alkohol itu tercium dari luar atau tidak. Sahira yang melihatnya sudah bisa menyimpulkan jika dugaannya benar, ia yakin Fatimeh juga menyembunyikan sesuatu darinya.


"Benar kan Bu yang aku bilang tadi? Ibu mabuk dan semalam ibu pergi sama cowok tua? Semalam ibu ngapain aja sama cowok itu, Bu?" tanya Sahira lagi.


"Lo masih aja ya curiga sama gue begitu? Udah ah gue malas ngomong sama lu!" kesal Fatimeh yang kemudian langsung pergi dari sana.


"Eh Bu, tunggu Bu!" Sahira hendak mengejar ibunya, namun ketukan pintu menghalanginya.


TOK TOK TOK...


Sahira pun tidak jadi mengejar Fatimeh, ia sedikit menggerutu kesal karena seseorang di luar sana datang di waktu yang tidak tepat, padahal Sahira baru ingin meminta penjelasan dari ibunya.

__ADS_1


"Haish, siapa sih yang datang? Ganggu aja deh, padahal aku kan lagi bicara sama ibu!" ujarnya kesal.


Akhirnya Sahira berjalan ke depan pintu untuk mencari tahu siapa yang datang, Sahira menitip sekilas melalui jendela dan melihat Alan tengah berdiri disana memegang sesuatu di tangannya. Sontak Sahira panik, ia menetralkan nafasnya sebelum membuka pintu dan menemui bosnya itu.


Ceklek


"Eh pak Alan, morning pak!" sapa Sahira sambil tersenyum dan melangkah mendekati Alan.


"Hai Sahira, pagi juga!" balas Alan.


"Eee bapak kesini mau jemput saya ya? Maaf pak, tapi saya belum siap. Ini aja saya baru mau sarapan dulu, emang bapak mau nunggu?" ucap Sahira.


"Gak masalah, mau kamu mandi dulu atau dandan dulu juga pasti saya tungguin kok. Oh ya, ini saya ada coklat buat kamu, diterima ya?" ucap Alan menyodorkan sebatang coklat pada Sahira.


"Hah? Dalam rangka apa bapak kasih coklat ke saya?" tanya Sahira sedikit kaget.


"Hari kasih sayang, saya kan udah gak punya pacar, jadi saya kasih ke kamu aja. Kamu suka coklat kan?" jelas Alan.


"Su-suka sih pak, makasih ya? Tapi, ini beneran boleh buat saya?" ucap Sahira gugup.


Sahira pun menerima pemberian bosnya itu, ia lalu menyuruh Alan masuk dan menunggu di ruang tamu sampai ia selesai bersiap-siap.




Disisi lain, Keira datang ke kantor bersama Ari kekasihnya. Ini kesekian kalinya memang Keira diantar oleh pria itu, tapi yang membuat Keira gugup adalah mereka datang kesana bersamaan dengan munculnya Saka. Ya kebetulan Saka juga baru datang ke kantor di pagi hari ini.


Keira pun terlihat sangat gugup, terlebih begitu ia turun dari mobil, Saka langsung menegurnya dan tersenyum ke arahnya. Sedangkan Ari hanya berdiam diri di sebelah gadisnya tanpa merasa gugup atau ketakutan, Ari memang belum kenal siapa Saka dan apa hubungannya dengan Keira.


"Pagi Keira! Ini pacar kamu ya yang suka antar dan jemput kamu itu?" ucap Saka sambil tersenyum.


"Eee pagi pak, iya ini pacar saya. Kenalin, namanya Ari pak!" jawab Keira.

__ADS_1


"Oh Ari, saya Saka." Saka mengenalkan diri dan mengulurkan tangan ke arah Ari.


"Ari." balas Ari seraya meraih tangan Saka dan bersalaman dengan pria itu.


"Maaf ya pak, saya emang suka diantar sama pacar saya," ucap Keira merasa tidak enak.


Saka tersenyum, "Loh kenapa harus minta maaf? Kamu gak salah Keira, wajar kok kalau kamu diantar pacar kamu. Justru malah bagus supaya hubungan kalian makin langgeng," ucapnya.


"Iya pak, tapi tetap aja saya gak enak sama bapak. Apalagi sekarang saya ketemu bapak disini yang berangkat sendirian," ucap Keira.


"Kamu ngeledek saya? Nah itu baru gak bener Keira, mentang-mentang saya jomblo terus kamu malah ngeledek saya lagi!" ujar Saka.


Keira tersentak dengan mulut menganga, "Bukan begitu maksud saya pak, saya gak enak karena bapak aja datang sendiri eh saya malah diantar sama pacar saya gitu," ucapnya.


"Ohh, gak masalah lah Keira. Disini kan gak ada aturan gak boleh diantar sama pacar," ucap Saka.


"Iya sih, tapi kenapa bapak tumben gak bareng sama Sahira? Bukannya biasanya bapak selalu sama dia ya?" tanya Keira.


"Kali ini enggak, Sahira mungkin dijemput sama Alan. Lagipun, saya juga kan bukan siapa-siapa nya Sahira," jawab Saka.


"Kenapa gak dijadiin siapa-siapa aja pak? Kan pas tuh, bapak single terus yang saya tahu Sahira juga masih single," usul Keira.


"Ngaco aja kamu kalo ngomong! Udah ya saya masuk duluan? Kamu terserah kalau masih mau disini sama pacar kamu," ucap Saka.


"Gak kok pak, saya juga mau langsung masuk," ucap Keira sambil tersenyum.


Tampak kekecewaan di wajah Ari begitu mendengar ucapan Keira, padahal ia masih ingin berduaan dengan gadis itu disana. Namun, tentunya Keira tidak mau dibilang tidak profesional jika bekerja membawa pacarnya. Apalagi saat ini ia berdiri langsung di depan bos Saka.


"Ya gapapa lah Keira, ini kan belum masuk waktu kerja. Kalau kamu masih pengen sama pacar kamu dulu ya silahkan aja, bisa di taman atau di kantin!" ucap Saka.


"Nanti aja pak pas pulang, sekarang saya mau fokus kerja dulu. Lagian saya rasa Ari juga gapapa kok kalau saya mau langsung kerja, ya kan sayang?" ucap Keira sambil melirik ke arah kekasihnya.


Ari mengangguk pelan disertai senyum tipis, di dalam hatinya ia benar-benar tidak setuju dengan apa yang dikatakan Keira.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2