
Alan menggeleng dan menggenggam tangan Sahira, "Enggak, kita buru-buru karena masih banyak agenda hari ini," ucapnya tegas.
"Tapi pak, saya khawatir teman saya itu kenapa-napa," ucap Sahira panik.
"Buat apa sih Sahira? Kamu lebih mentingin teman kamu itu atau pekerjaan kamu? Kalau kamu pengen kembali ke dalam, yasudah boleh. Tapi, saya tinggal kamu disini," ucap Alan mengancam.
"Duh, ya jangan dong pak! Bapak ikut aja masuk lagi ke dalam, sebentar aja kok pak buat mastiin doang!" bujuk Sahira.
"Kok kamu jadi ngatur-ngatur saya?" ujar Alan.
"Ya ampun, bukannya ngatur pak saya cuma minta tolong sama bapak buat bantu saya. Kalau emang yang tadi saya lihat bukan teman saya, kan kita bisa langsung pergi pak," ucap Sahira.
"Kamu tuh kenapa sih Sahira? Mentang-mentang kamu pacarnya bang Saka, terus sekarang kamu berani bantah perintah saya?" kesal Alan.
Sahira mengernyit heran, "Maksud bapak apa sih? Saya gak bantah bapak kok, saya cuma khawatir sama teman saya," ucapnya membela diri.
Alan yang geram akhirnya mengusap wajahnya kasar dan mengiyakan saja kemauan Sahira, "Yasudah, terserah kamu aja mau ngelakuin apapun itu. Sana kamu masuk, saya tunggu disini aja!" ucapnya.
"Bener ya bapak tunggu saya disini? Saya gak ditinggal kan?" tanya Sahira.
"Iya Sahira, kamu gak percayaan banget sih sama saya. Sudah sana masuk gih, jangan lama-lama loh ya!" jawab Alan.
Sahira pun tersenyum, "Iya pak, makasih ya?" ucapnya lalu berbalik dan pergi.
Alan hanya bisa menggeleng melihat kelakuan sekretarisnya itu, sedangkan Sahira tampak tergesa-gesa untuk mencari keberadaan Cat yang tadi ia lihat masuk ke cafe tersebut bersama seorang lelaki. Sahira masih khawatir dan cemas pada sahabatnya itu, ia tak mau terjadi sesuatu nantinya kalau ia tidak membantu Cat.
"Duh, Cat mana ya? Tadi beneran kok aku lihat Cat masuk kesini sama cowok, tapi kenapa dia gak ada?" gumam Sahira.
Sahira terus celingak-celinguk mencari Cat di sekitar sana, sampai akhirnya ia menemukan gadis itu tengah duduk di salah satu meja bersama seorang lelaki. Sontak Sahira segera menghampiri mereka untuk mencari tahu siapa lelaki yang ada bersama Cat di depan sana.
"Cat!" Sahira memanggil temannya itu, sehingga sang pemilik nama menoleh diikuti dengan lelaki di dekatnya.
__ADS_1
"Hah Sahira??" Cat terkejut mengetahui sahabatnya itu ada disana dan menghampirinya.
Sementara Sahira juga terkejut setelah tahu siapa lelaki yang ada di samping Cat, ia menganga tak percaya sampai tidak bisa mengedipkan mata saat melihat itu semua.
"Yoshi?" lirih Sahira menyebut nama lelaki di sebelah Cat itu.
"Hai Sahira! Apa kabar? Lama ya kita gak ketemu sejak kejadian waktu itu?" ujar Yoshi.
"Eee i-i-iya.." Sahira terlihat gugup sebab ia masih mengingat betul momen dimana dirinya menolak pernyataan cinta Yoshi.
"Sahira, lu kesini sama siapa? Bukannya sekarang jam kerja ya?" tanya Cat tiba-tiba.
"Eh iya Cat, gue kesini tadi karena ada meeting. Tapi, gue gak sengaja lihat lu masuk kesini sama cowok. Gue pikir cowoknya orang jahat gitu, eh ternyata si Yoshi. Yaudah, berarti kan lu aman nih. Gue tinggal ya?" jelas Sahira.
"Tunggu tunggu Sahira!" Cat bangkit dari duduknya lalu menahan Sahira yang hendak pergi.
"Kenapa?" tanya Sahira kebingungan.
"Lo gak mau duduk dulu gitu? Sekalian gue pengen kasih tahu tentang hubungan gue sama Yoshi," ucap Cat sambil tersenyum.
Cat mengangguk pelan, "Iya, tapi bukan cuma itu. Ada lagi yang mau gue kasih tau," ucapnya.
"Apa??" tanya Sahira penasaran.
•
•
Sementara itu, Ari mendatangi kantor tempat Keira bekerja untuk membujuk kekasihnya itu agar tak marah lagi padanya. Ari memang masih belum bisa mendapat maaf dari Keira, setelah gadis itu memergoki dirinya tengah bersama Wati di pinggir jalan dan terlihat mesra.
Meskipun sekarang ini masih waktu kerja, tetapi Ari tidak ingin terlalu lama membiarkan masalah ini. Ari mau jika hubungannya dengan Keira kembali berjalan lancar seperti sediakala, ia tak ingin ada lagi masalah walau sekecil apapun seperti salah paham yang dialami Keira saat ini.
__ADS_1
"Huft, semoga aja aku diizinin masuk deh buat ketemu Keira! Kalaupun enggak, aku bakal maksa masuk karena aku harus jelasin semuanya ke Keira secepatnya!" gumam Ari turun dari mobil.
Lalu, Agus sang satpam disana melihat kehadiran Ari dan menghampiri pria itu dengan bingung. "Maaf mas, ada keperluan apa ya disini?" tanyanya pada Ari dengan ramah.
"Eee saya mau ketemu pacar saya pak, apa boleh saya masuk ke dalam?" jelas Ari.
"Waduh, untuk saat ini tidak bisa mas. Karyawan di dalam sedang bekerja, jadi anda sebaiknya pulang saja dan tunggu pacar anda sampai selesai bekerja!" ucap Agus.
"Tapi pak, saya ada urusan penting sama pacar saya. Saya harus ketemu dia sekarang juga, tolong pak bantu saya pak!" mohon Ari.
Agus menggeleng, "Sekali lagi saya mohon maaf mas, tapi anda tetap tidak boleh masuk ke dalam disaat waktu bekerja," ucapnya.
"Please pak, sebentar aja kok! Abis itu saya janji deh langsung pulang dan gak akan lama-lama disini," ucap Ari.
"Tetap tidak bisa, mau lama atau sebentar juga sama aja. Saya nanti bisa dimarahin sama atasan saya kalau saya bolehin kamu masuk ke dalam," ucap Agus.
Ari terdiam sejenak berpikir bagaimana cara untuk menyusup masuk ke dalam sana tanpa harus membuat keributan, hingga akhirnya ia terpikirkan sesuatu ide yang menurutnya bisa ia gunakan dengan baik. Ari tersenyum menatap satpam itu lalu menunjuk ke arah berlainan.
"Eh eh pak, tuh ada yang panggil bapak. Kayaknya dia mau tanya sesuatu deh pak," ucap Ari.
"Hah mana??" Agus yang polos itu menoleh ke arah yang ditunjuk Ari, namun ia tak menemukan siapa-siapa disana.
"Kagak ada siapa-siapa disitu, lu bohong ya?" disaat Agus kembali menoleh ke arah Ari, tanpa disadari lelaki itu sudah pergi dari tempat itu.
Ya Ari memanfaatkan kelengahan sang satpam dan berlari menuju pintu masuk kantor, ia melangkah ke dalam sana lalu bergegas mencari keberadaan Keira. Namun, Agus juga tak tinggal diam dan mengejar Ari karena ia tidak ingin terjadi masalah disana.
"Duh, Keira mana ya?" di dalam, Ari celingak-celinguk mencari sosok Keira sambil terus melangkah.
Akhirnya Ari menemukan gadis yang ia cari, tanpa basa-basi ia langsung menghampiri tempat Keira berada dan memanggil gadis itu. Seketika Keira terkejut bukan main, ia tak mengira Ari bisa masuk ke kantornya disaat jam kerja masih berlangsung.
"Keira!" Ari menyapa gadisnya, bertatapan langsung dengan gadis itu sambil tersenyum.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...