
"Saya tadi dengar dari papa, katanya kamu dan Alan kepergok lagi berduaan sambil pegangan tangan. Itu benar Sahira?" tanya Saka.
"Hah? E-enggak pak, itu gak bener. Itu cuma salah paham aja tadi," sangkal Sahira.
"Kamu yakin cuma salah paham? Kamu bukannya ada hubungan sama si Alan itu?" tanya Saka lagi.
"Loh bapak bicara apa sih? Saya dan pak Alan kan hubungannya sekretaris dan bos, berarti emang diantara kita ada hubungan dong," jawab Sahira.
"Ya maksud saya hubungan spesial gitu, kayak misalnya pacaran," ucap Saka.
"Kalau itu mah gak mungkin lah pak, masa iya pak Alan mau pacaran sama orang kayak saya? Apalah saya pak, saya kan cuma karyawan yang gak punya apa-apa," ucap Sahira.
"Kamu gausah merendah gitu, buktinya saya suka kok sama kamu," ucap Saka.
Mata Sahira terbelalak seketika mendengar apa yang diucapkan Saka barusan, "Bapak gak lagi bercanda kan?" tanyanya.
"Buat apa saya bercanda? Saya serius Sahira, saya suka sama kamu. Makanya tadi sewaktu saya dengar kabar itu, saya langsung marah besar dan berharap semuanya gak benar," jawab Saka.
"Ta-tapi pak, apa alasan bapak suka sama saya? Emangnya saya ini menarik ya buat bapak?" tanya Sahira penasaran.
"Jelas kamu menarik Sahira, kamu itu nyaris sempurna untuk ukuran wanita. Bisa jadi kamu adalah bidadari dunia yang diutus Tuhan untuk mendampingi saya," ucap Saka.
Sahira tersenyum malu-malu, "Ih bapak bisa aja, dasar gombal!" ujarnya.
"Saya gak gombal, semua yang saya sampaikan itu fakta. Kamu memang cantik banget Sahira, saya suka sekali sama kamu!" ucap Saka.
"Makasih pak atas pujiannya," ucap Sahira.
Saka pun meraih dua tangan Sahira dari atas keyboard dan menggenggamnya erat, Sahira kembali melotot menatap wajah Saka dengan ekspresi bingung.
"Sahira, kamu mau kan jadi pacar saya?" tanya Saka yang langsung membuat Sahira berdegup kencang.
Sahira masih terdiam dengan mulut terbuka, ia tak percaya kalau baru saja Saka mengatakan hal itu padanya. Rasanya ini seperti mimpi, tidak mungkin Saka yang merupakan seorang bos memintanya untuk menjadi pacarnya, begitulah yang ada di dalam pikiran gadis itu saat ini.
__ADS_1
Saka pun terheran-heran melihat reaksi Sahira yang tak kunjung berkata apa-apa, ia bangkit lalu berjalan mendekati gadis itu dan berhenti tepat di sebelahnya. Ia mengurung tubuh Sahira pada kursi sembari menarik dagunya, menatap intens wajah gadis itu tanpa rasa ragu.
"Kenapa kamu diam aja? Apa kamu gak mau jadi pacar saya Sahira?" tanya Saka sekali lagi.
"Eee bu-bukan begitu pak, sa-saya..." Sahira masih tidak dapat menyelesaikan ucapannya, ia malah kembali terdiam saat ini.
"Kamu apa? Kalau bukan begitu, berarti kamu mau dong jadi pacar saya?" sela Saka.
"Hah? Duh, sa-saya jadi bingung deh pak. Ini bapak beneran bilang begitu ke saya? Atas dasar apa bapak pengen saya jadi pacar bapak?" heran Sahira.
"Ya saya serius Sahira, buat apa saya bercanda? Saya menyukai kamu sejak lama, saya mau kamu jadi kekasih saya sekarang dan selamanya," ucap Saka coba meyakinkan gadis itu.
"Entahlah pak, saya masih belum pengen menjalin hubungan seperti itu untuk saat ini," ujar Sahira.
"Kenapa Sahira? Saya janji saya akan bahagiakan kamu, saya bisa bikin kamu seperti seorang ratu di hati saya," ucap Saka.
Sahira memalingkan wajahnya seraya menaruh tangan di meja, Saka pun tetap pada posisinya dan tidak mengalihkan pandangan sedikitpun dari wajah sang gadis yang ia sayangi itu. Saka terus berharap ada keajaiban agar Sahira mau menerimanya.
•
•
Malam harinya, Saka datang ke rumah Sahira untuk menjemput gadisnya sesuai dengan perkataannya sebelum ini pada Sahira. Mereka akan menjalani malam pertama di hubungan mereka sebagai sepasang kekasih, tentunya Saka sangat bahagia sebab Sahira akhirnya mau mengatakan 'ya' dan bersedia menjadi kekasihnya.
Fatimeh pun juga turut bahagia mendengar kabar mengenai hubungan putrinya dengan Saka, ini semua memang sesuai rencana dan Fatimeh sangat senang lantaran Sahira mau berpacaran dengan pria itu. Sehingga Fatimeh berpikir Saka tidak akan pernah membeberkan foto dirinya saat di bar itu kepada Sahira.
"Sahira, malam ini kamu cantik sekali! Saya suka tampilan kamu yang seperti ini, kamu benar-benar luar biasa!" puji Saka saat melihat Sahira mengenakan gaun yang indah.
Sahira hanya bisa tersenyum dengan wajah memerah, ia sangat malu dipuji seperti itu oleh orang yang sebenarnya ia sukai sejak lama. Fatimeh yang ada di sebelah putrinya itu pun ikut tersenyum lebar, ia senang menyaksikan Sahira dan Saka bisa bersatu seperti sekarang.
"Aduh aduh, yang baru jadian ini mesra banget sih! Ibu jadi iri deh lihatnya, kapan ya kira-kira ibu bisa dapat berondong juga kayak nak Saka?" kekeh Fatimeh menggoda putrinya.
"Bu, ih ibu gak boleh begitu! Aku kan jadi malu tau sama pak Saka," ucap Sahira.
__ADS_1
"Eh eh, kamu kok masih panggil Saka pake sebutan pak sih? Dia itu kan sekarang udah jadi pacar kamu sayang, panggilnya yang mesra dong!" ujar Fatimeh.
"Bu, jangan godain aku terus!" kesal Sahira.
Fatimeh terkekeh pelan sembari mengusap rambut putrinya, Saka pun ikut tertawa kecil melihat reaksi lucu Sahira yang malu-malu saat ini. Baginya, Sahira terlihat begitu menggemaskan saat sedang bertingkah seperti ini, ia jadi lebih menyukai gadis itu dan tak ingin berhenti menatapnya.
"Eee tante, kalo gitu saya pamit dulu ya sama Sahira? Kayaknya sekarang udah waktunya deh buat kita dinner," pamit Saka.
"Oh iya iya, silahkan aja kalian pergi! Semoga lancar ya first date kalian!" ucap Fatimeh.
"Aamiin, tante tenang aja nanti kita pasti bawain makanan juga kok buat tante! Biar tante bisa rasain kebahagiaan kita," ucap Saka.
"Ya itu sih emang harus wajib kalian bawain makanannya juga buat saya!" kekeh Fatimeh.
"Hahaha..." mereka tertawa bersamaan, meski sebenarnya Sahira sangat malu.
Lalu, Saka menggandeng tangan Sahira dan menuntunnya berjalan menuju mobil. Mereka berdua memasuki mobil dan duduk berdua di kursi depan, tangan mereka masih tetap menyatu bahkan Saka tak henti-hentinya menatap wajah Sahira dari tempatnya duduk saat ini.
"Pak, tolong jangan tatap saya kayak gitu! Saya kan jadi malu tau," ucap Sahira.
"Maaf Sahira, tapi sepertinya saya gak bisa berpaling dari kamu. Wajah kamu sangat cantik dan menarik untuk dilihat, saya gak mungkin menyia-nyiakan itu," ucap Saka.
Sahira tersipu dan memalingkan wajahnya, ia menunduk malu dengan tangan saling menyatu. Saka yang ada di sebelahnya pun bergerak mendekat, satu tangannya menarik dagu Sahira dan menatapnya dari jarak dekat. Suasana jantung Sahira amat gugup, bahkan nafasnya sudah tak beraturan akibat perlakuan Saka ini.
"Sahira, kamu.." perlahan Saka mendekati wajahnya dan membuat Sahira terpejam seolah tahu apa yang akan dilakukan pria itu.
TOK TOK TOK...
Namun, sebuah ketukan di kaca mobilnya membuat mereka berdua reflek terkejut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1