SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Bukan manusia


__ADS_3

"Bukan cerita hubungan intimmu yang ingin ku dengar kakek tua.. " Marcho mengeluh setelah lama mendengarkan penjelasan Ferdinand.


"Karna semua berawal sejak aku berhubungan badan dengan nenekmu. Memang seperti itu. Kau harus mengetahui semuanya dari awal."


Ferdinand berjalan menjauhi Marcho lalu menghilang ditelan gelap nya malam. Marcho hanya bisa menatap kesal pada kepergiannya.


Dasar kakek tua aneh, dia sudah pergi saja disaat aku masih menunggu kelanjutannya.


Marcho juga pergi dari tempat itu. Tak sabar ingin bertemu Loli. Cerita Ferdinand tadi menambah kerinduannya pada sang istri.


.


.


Sementara itu Loli sudah bersiap siap untuk pulang. Ia diantar oleh kedua orang tuanya. Sesampai dirumah mereka menyiapkan segala keperluan Loli.


"Terimakasih mom.. sudah menjagaku" Loli memeluk Sofia yang menyelimuti nya diatas tempat tidur.


"Apa kau yakin sayang kami tak perlu menginap disini?" Sofia melihat pada Denis yang penuh keraguan meninggalkan putrinya yang sakit seorang diri.


"Tak apa mom, dad... nanti Marc akan pulang. Ia sudah berjanji padaku. Kalian pulanglah." Senyum Loli pada orang tuanya.


Walaupun dengan berat hati Sofia dan Denis meninggalkan putri mereka. Perasaan haru bercampur sedih karna sang putri belum bisa menerima kenyataan jika suami nya telah tiada.


Loli hanya seorang diri dikamarnya. Sesekali memainkan ponselnya. Berharap Marc akan mengirimi nya pesan atau menghubungi nya.


Akhirnya ia terlelap dengan ponsel masih digenggamannya. Pukul 3 dinihari aura dingin mulai menempel pada tubuh Loli. Pelan pelan merayap diatas tubuhnya.


Mata nya terbuka lebar melihat sosok yang sedang menghimpitnya. Terasa sangat dingin dan berat. Sebuah senyuman nampak menghangatkan hatinya yang dingin.

__ADS_1


"Marc.. kau datang?" Loli membalas pelukan Marc yang pindah memilih berbaring disampingnya.


"Sayang... maafkan aku terlambat" ia mengecup sekilas bibir istri manusianya.


"Apa pertemuan dengan kakek mu sukses?" Tanya Loli dengan penasaran.


"Ya aku baru saja bertemu dengannya. Setelah mendengar sekilas ceritanya aku makin merindukanmu sayang..."


Marcho kembali memeluk istrinya dan menciumi nya. Ia menceritakan semua pembicaraan nya dengan Ferdinand. Loli dengan serius mendengarkan.


"Masih belum ada penjelasan rupanya... "


Loli mengambil kesimpulan atas cerita Marcho.


"Begitulah sayang, sepertinya aku akan sering bertemu dengannya." Marcho -mengurai senyuman.


"Hubungan mu bisa membaik dengan kakekmu.."


"Setidak nya saat ini itu bisa terjadi sayang, mengingat kau tak pernah bertemu dengannya." Loli membalas ucapan suaminya dengan senyuman.


"Sayang aku merindukanmu..." Marcho memeluk erat tubuh Loli.


"Aku juga.. aku mencintaimu sayang..."


"Apa kau tidak merasa dingin?"


"Kita bisa menghangatkan suhu ruangan ini sayang..."


"Baiklah dimana pengontrol suhu nya?" Marc berjalan mengambil sebuah remote dan menghangatkan ruangan itu.

__ADS_1


"Ini jauh lebih baik" ia berjalan kembali memdekati Loli.


"Sayang, apa kau tau? Bahwa ibuku bukan berasal dari ras manusia. Dan itu tak menutup kemungkinan akan mendapatkan nya juga"


"Apa maksudmu Marc?" Loli penasaran dengan ucapan Marc. Sekarang ia menghadap tepat didepan Marc.


"Sebenarnya aku sudah tau sejak usiaku 9 tahun, ibu sering melakukan hal hal aneh yang manusia tak lakukan.


Setiap malam ia keluar dan pulang dengan pakaian kusut dan wajah yang berantakan. Aku pernah memergoki ia sedang memakan sesuatu dikamarnya. Kau tau apa itu?"


"Tidak... sesuatu apa?" Loli serius mendengar cerita Marc.


"Bangkai hewan. Kira kira... makhluk seperti apa ibuku? Bagaimana aku bisa lahir dari rahim seperti dia?"


"Bangkai hewan? Apa sejenis vampir? atau srigala? Atau rubah penjaga?"


"Jika vampir ia hanya membutuhkan darah sayang... tapi rubah dan srigala... aku ingin mencari tau kesana."


"Aku akan membantumu mencari informasi yang pernah terjadi beberapa puluh tahun silam."


"Jangan... aku akan mencari sendiri. Itu membahayakan mu."


"Tidak Marc... aku akan membantumu. Aku istri mu, ingat itu"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2