SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
31. Akal bulus


__ADS_3

"Ayah... Dia bersungguh sungguh padaku. Dan akan segera meminta ku pada mu ayah."


Rubi mengalungkan tangannya memeluk Samuel. Dan mencium pipi Samuel sekilas.


"Kapan dia akan datang?" Tanya Samuel menatap putrinya dari samping.


Rubi langsung menegakan duduknya memandang sang ayah. Dengan senyuman yang manis ia kembali memberikan kecupan pada pipi Samuel.


"Aku akan bilang padanya nanti. Apakah Ayah benar benar merestui kami?" Tanya Rubi tak percaya.


"Asal dia bisa membuat putriku bahagia dan selalu tersenyum... Kenapa tidak?


Lagi pula, sudah banyak gadis gadis dari keluarga lain mengincar sahabat Danny.. ternyata ia mendambakan mu menjadi istri. Pilihan yang tepat bukan?" Jelas Samuel membelai rambut panjang Rubi.


"Ayah benar, dan aku sudah mengenal Ares semenjak kecil. Dia buka pemuda bodoh dan jahat. Dia akan memberikan mu kebahagian Rubi..." Tambah Danny meyakinkan keluarga nya.


"Nanti aku akan ceritakan pada ibu kalian..." Tambah Samuel.


Ini terasa mimpi... Ayah langsung merestui hubungan ku dengan Ares. Dia pasti akan sangat senang jika ku beritahu tentang hal ini.


"Aku akan kekamar sekarang..."


Rubi bangkit dari tempat duduknya. Memberikan Samuel sebuah kecupan lagi di pipinya. Dengan langkah bahagia, ia masuk kedalam kamar. Menguncinya.


Setelah membersihkan tubuhnya, Rubi melirik jam di atas nakas. Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Ares.


Semoga saja ia belum tidur dijam segini...


Beberapa kali panggilan tak terjawab dari Rubi. Ares sedang berburu bersama keluarganya. Dan suara ponsel itu sengaja tak ia hiraukan. Karna serunya perburuan kali ini. Bersama seluruh keluarga nya.

__ADS_1


Ternyata ia sudah tidur...


Cepat sekali waktu tidur bagi bangsa srigala...


Rubi merebahkan tubuh lelahnya dan memejamkan matanya. Bersiap menghadapi sebuah maaa depan untuk dirinya dan Ares.


Danny masih duduk diruang kerja Samuel. Ia memperhatikan Samuel yang terlihat berbeda baginya kali ini. Dan hari ini ia bisa mengira, bahwa Samuel juga sama seperti nya.


"Masih ada yang ingin kau ceritakan nak?" Tanya Samuel sambil menyesap kopi nya.


"Tidak ayah... Hanya saja, aku masih penasaran. Kenapa Ayah tiba tiba merestui hubungan Rubi dengan Ares. Bukankah ayah tak suka pada temanku yang satu itu?" Tanya Danny duduk bersandar.


Samuel menatap Danny dengan sangat hati hati. Ia tak ingin putranya menaruh rasa curiga padanya.


"Danny... Kau belum merasakan menjadi seorang ayah.. walaupun kalian bukan anak kandungku, aku menyayangimu dan Rubi lebih dari itu.." Samuel mengambil sebatang Rokok lalu membakarnya.


"Seorang ayah bisa berubah, demi kebahagiaan anak anak mereka. Walaupun aku tak menyukai pria yang ia cintai. Tapi, jika pria itu bisa menyenangkan hatinya. Sebagai orang tua aku harus mengalah dari ego ku.." sambung Samuel lagi.


"Kau benar benar ayah yang bijak.."


puji Danny. Walaupun banyak pertanyaan dikepalanya, ia tetap bersikap biasa biasa saja.


"Aku tak harus egois demi kebahagiaan yang aka kalian jalani. Dan aku sudah merasakan bagaimana kebahagiaan itu.. sejak menikah dengan ibu mu."


Jelas Samuel berbasa basi.


Padahal kehidupan sebenarnya bukan lah seperti itu. Samuel melarang istrinya untuk sangat dekat dengan kedua anak kembar mereka. Karna sewaktu waktu istrinya bisa menggagalkan rencananya, dengan memberitahukan bahwa mereka adalah anak kandung ia dan Samuel.


Linda Blossom, istri dari Samuel Blossom. Wanita yang selalu tertekan dengan keinginan keinginan aneh suaminya. Ia sempat sakit selama 15 tahun. Karna telah melahirkan bayi kembar keturunan srigala.

__ADS_1


Dengan berbagai cara Samuel menyelamatkan nyawanya. Merasa ia istri yang sangat cantik juga sangat penurut.


Walaupun banyak selir selir diantara hubungan nya dengan Samuel. Ia hanya diam dan menyendiri. Sangat jarang memberikan waktu untuk Rubi dan Danny.


Terkadang hatinya menangis, saat anak kandung yang dengan susah payah ia lahirkan. Diakui sebagai anak angkat oleh suaminya. Dan hal itu ia ketahui setelah 15 tahun umur putra putrinya.


Linda terpaksa mengikuti perintah Samuel untuk meneruskan permainan suaminya. Tapi ia lebih memilih berdiam diri dikamar. Menahan rasa rindu yang selalu ia punya untuk Danny dan Rubi.


"Semoga saja begitu ayah... Aku akan istirahat kekamar. Ayah juga tidurlah... Ibu sudah menanti."


Ajak Danny.


"Pergilah... Ayah masih melanjutkan pekerjaan lagi." Jawab Samuel.


"Jangan dipaksakan Ayah... Kau tak lagi muda." Teriak Danny dari luar lalu menutup pintu ruang kerja Samuel.


"Lebih baik aku bersama wanita ku, dari pada dengan Linda yang sudah tua. Ia bahkan tak bisa memuaskan ku." Gumam Samuel dengan senyuman seringainya.


.


.


.



Dukung Author dengan memberikan like vote and koment memarik.


salam cintooh

__ADS_1


__ADS_2