
Pria bertubuh besar itu menahan hasrat nya untuk menyantap gadis yang terkulai lemah disampingnya. Bergegas ia keluar setelah memakai pakaiannya kembali.
Samson atau Jack Jasper pergi keruangan ibunya. Duduk disofa sambil memainkan mainan kunci yang biasa ia mainkan semenjak kecil. Mainan kunci berbentuk hati manusia.
"Ada apa Jack?" Tanya Paula mendekati anaknya dengan senyuman hangat seorang ibu.
"Aku ingin berburu..." Jawab Samson singkat.
"Berburu? Apa ibu tidak salah dengar?" Jawab Paula terheran heran melihat putranya.
"Daging hewan ternyata lebih lezat dari pada daging manusia." Jawab Samson dengan kekehan kecilnya.
"Siapa yang mengajarimu sayang?" Tanya Paula.
"Seseorang yang tak sengaja bertemu dihutan kemaren. Dia mengajari ku berburu seekor rubah bu. Dan dagingnya sangat lezat." Cerita Samson dengan wajah puas.
"Kau memakan Rubah?" Tanya Paula mencondongkan kepalanya kearah Samson.
"Benar..."
"Pergilah berburu lagi."
"Aku tak tau caranya bu..." keluh Samson.
"Untuk apa tubuh mu yang besar ini, jika berburu saja tak bisa." Paula meremehkan putranya agar menjadi tantangan bagi Samson.
__ADS_1
Begitu lah dia mendidik anaknya sedari kecil. Entah itu benar atau salah. Tapi Samson sudah terbiasa mendengar paula bicara seperti itu padanya. Yang awalnya Samson ragu, namun setelah bicara dengan ibunya, ia merasa tertantang untuk mencoba.
"Nanti saja. Aku kesini meminta ibu untuk membujuk paman agar tak melakukan rencananya pada keluarga Tores. Karna kenyataannya bukan seperti yang paman ceritakan pada kita." Bujuk Samson pada Paula.
Wanita itu menatap putra nya dengan heran. Ia sebentar mengernyitkan dahinya. Dan tertawa kecil.
"Kenapa bu?" Tanya Samson merasa aneh dengan Paula.
"Kau mencari tau sendiri?" Tanya Paula menyelidiki.
"Aku hanya tak ingin berbuat salah seperti ayah.." jawabnya pelan.
"Baiklah... Anggap saja semuanya benar. Lalu apa yang akan kau lakukan sayang? Membatalkan kesepakatan kita dengan paman mu? Lalu bagaimana dengan hati ku? Aku akan mati dalam 5 hari ini jika kau langsung bicara padanya." Jelas Paula sedikit keras pada Samson.
"Ibu... Kita akan cari jalannya. Kau akan kembali lagi..." Samson menyemangati Paula.
Sama saja kau membunuh ibumu sendiri..
Paula terduduk dan menundukkan kepalanya. Air matanya menetes. Kemudian bergegas menyeka dengan punggung tangannya.
"Lakukanlah apa yang kau rasa baik sayang... Ibu selalu mendukung mu." Ujar Paula sambil menatap lurus kedepannya. Dan ia kembali masuk kedalam kamarnya.
"Aku akan berusaha bu... Aku bisa melakukannya."
Samson beranjak dari ruangan khusus Paula. Sejak dulu Samuel mengetahui jika Samson berniat jahat padanya. Jadi ia mengambil inti kekuatan Paula yang disebutnya sebagai hati.
__ADS_1
Samuel begitu licik, ia menggunakan kekuatan Samson untuk menghancurkan keluarga Tores hanya demi dendam yang sangat tak masuk akal.
Sekarang ini ia mengirim beberapa keturunan srigala untuk melukai manusia bahkan membunuh. Demi merusak nama keluarga Tores dan mengacau perdamaian antara manusia dan keturunan srigala.
Satu hal yang belum diketahui Samson.
Dengan memutar otaknya, Dia meninggalkan kediamannya. Berharap akan masuk ke keluarga yang telah baik padanya. Dan mencoba memecahkan perihal masalah ini pada Steven. Pria yang pertama mengajari nya cara berburu.
"Jack Jasper... Masuklah."
Steven menyambut kedatangan Samson dan mempersilahkan masuk. Disana ada Juliana dan Lyodra yang sedang mengobrol.
Samson masuk dan duduk disamping Steven. Tampak Steven menepuk nepuk pelan lengan Samson.
"Eli... Sajikan minuman terbaik mu untuk kami sayang .." pinta Steven dengan senyuman terbaiknya.
"Jack .. ini putri ku... Lyodra..." Juliana tiba tiba memperkenalkan Lyodra pada Samson.
"Aku Jack Jasper dan mereka biasa memanggilku Samson." Samson tersenyum ramah pada Lyodra.
"Lyodra ..."
.
.
__ADS_1
.