SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Pertemuan Lyodra dan Ferdinand


__ADS_3

Loli terbaring lemah diatas ranjang nya. Matanya kini tertutup rapat seakan tak mampu untuk dibuka. Ia masih bisa mendengar percakapan didalam kamarnya.


Juga kedatangan Lyodra disana. Ia merasa sedikit aneh dengan perlakuan Eleanor pada Lyodra. Meskipun mereka membicarakan nya didepan Loli. Ia masih tak mengerti kemana arah pembicaraan itu.


Pelan pelan ia berusaha membuka mata. Melihat suara siapa yang terdengar ditelinganya.


"Marc..." Loli memanggil Marcho lirih. Suara nya seperti tertelan tak sampai ketelingan Marcho.


"Marcho..." Loli berusaha menaikan nada suaranya yang masih samar samar terdengar oleh Marcho.


Pria itu menoleh pada Loli. Melihat istrinya masih diam tertidur diranjang. Ia kembali.melanjutkan pembicaraan dengan orang didepannya yang tak lain adalah Ferdinand.


"Marc...!!!!"


Loli berteriak sekuat tenaganya agar suaminya mendengar. Ia merasakan pusing yang dahsyat, semua seakan akan berputar. Penglihatannya pun menjadi gelap.


Marcho berlari mendekati Loli yang terkulai lemas. Ia berusaha membangunkan Loli.


"Sayang... ada apa dengan mu. Loli... bangun sayang... sayang..."


Marcho menguncang tubuh Loli yang tak merespon apapun tindakan Marcho. Mendengar keributan dari dalam Loli. Juliana dan Eleanor masuk kedalam melihat apa yang terjadi.


"Lian bagaimana ini? Kenapa Loli begini setelah meminum ramuan mu." Eleanor mulai panik melihat keadaan Loli. Terlebih ia sedang hamil muda.


"Tidak apa apa, itu hanya efek sementara. Nanti dia akan kembali segar lagi. Kalian jangan khawatir." Juliana berjalan keluar kamar. Karna diluar masih ada Lyodra dan Steven.


"Syukurlah. . Biarkan dia istirahat Ayah. Ayo kita keluar. Temui putrimu yang menunggu." Eleanor mengajak Ferdinand untuk.meninggalkan Marcho dan Loli.

__ADS_1


Beberapa jam sebelumnya..


Mereka berhenti disini. Apa aku harus turun atau tetap dimobil? Ini juga sudah sangat larut untuk bertamu.


Lyodra duduk melihat orang orang dimobil yang ia ikuti keluar. Ia melihat Eleanor yang mengakui nya keponakan tadi menoleh padanya.


Turun lah sayang... jangan sungkan.


Kami keluarga mu...


"Astaga. Nyonya itu bisa bicara dengan ku. Ternyata ia mengetahui aku ikuti dari rumah sakit tadi."


Gumam Lyodra menatap Eleanor yang masih menunggunya berdiri disamping mobil Marcho.


Baiklah Lyo.. kau harus turun. Mereka keluarga mu.


Lyodra turun dari mobilnya dan menghampiri Eleanor. Mereka masuk kedalam rumah bersama sama.


Saat Eleanor masuk, sepasang mata tak sengaja menatap kearah Lyodra. Wanita itu adalah Juliana. Ia tentu saja sangat mengenal putrinya.


Tanpa pikir panjang Juliana berlari menghampiri Lyodra dan langsung memeluk nya.


"Sayang... kemana saja kau Lyo...? Mommy mencari mu kesana kemari."


Lyodra membalas pelukan ibunya Juliana. Ia meneteskan air mata. Tak sengaja ia melihat seorang lelaki dewasa menatapnya hangat dari kejauhan.


Apakah dia Daddy ku?

__ADS_1


Dia terus menatap ku..


Tak sengaja air mata Dokter cantik itu turun satu persatu. Pandangan mereka bertemu. Sama halnya dengan Ferdinand, mata lelaki itu berkaca kaca melihat seorang gadis cantik yang diakuik Juliana sebagai anaknya.


Ferdinand berjalan maju secara perlahan. Ia memegang pundak Juliana yang masih memeluk Lyodra.


"Sayang... apa dia... "


Belum selesai Ferdinand bertanya, Juliana sudah mengangguk seakan tau pertanyaan Ferdinand. Juliana melepaskan pelukan nya dengan Lyodra. Ia menanti hal apa yang akan terjadi saat sang putri bertemu dengan ayah kandungnya.


"Lyodra... Tores. Kau putri ku... aku ayah mu Ferdinand Fores... kau putri ku."


Ruangan itu menjadi haru biru dengan pertemuan kedua orang yang tek pernah bertemu.


"Dad.. Daddy..."


Tangisan Lyodra pecah saat Ferdinand merangkulnya kedalam pelukan orang yang sangat ia dambakan selama ini, seorang ayah.


"Maafkan aku sayang... aku tak mengenalmu.. aku tak menemukanmu.. ooh... putri ku sayang..."


Tangisan Ferdinand membanjiri hati dan perasaan kita yang melihatnya. Sebuah kesalahan masa lalu nya telah ia bayar sekarang. Beruntung Lyodra tak membencinya. Karna Juliana berkata jujur tentang Ferdinand.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2