SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
36. Hanya Bocah


__ADS_3

Lyodra membawa Danny masuk keruangannya. Danny melihat ada Ares disana.


"Danny..." Ares menggeser sedikit duduknya. Danny menanggapi dengan ramah.


ponakanku... wkwkwk


Sementara Lyodra mengambil sesuatu diatas mejanya. Namun ia tiba tiba terjatuh karna tertungkai sesuatu dekat meja kerjanya.


"Ada apa bibi?" Ares menoleh kebelakang melihat Lyodra yang berdiri dibantu Danny.


"Hati hati sayang..." Goda Danny sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apa?" Ares pun menoleh lagi menatap keduanya dengan penuh penasaran.


"Aku hanya mengikuti bibi cantik mu ini.." kekeh Danny kembali duduk disofa depan Ares.


"Jangan hiraukan dia..!" Sarkas Lyodra kembali mengambil sesuatu yang tak sengaja ia jatuhkan tadi.


"Terserah kalian saja .." Ares kembali sibuk dengan ponselnya.


"Ada apa kau mengajakku kesini?" Tanya Danny tiba tiba.


Lyodra memperhatikan sekitarnya. Dan ia melihat ada Ares disana. Tak mungkin ia akan berbicara sesuatu yang pribadi dengan Danny disaat ada Ares.


"Ares... Tinggalkan kami sebentar.. pergilah keruangan Rubi." Perintah Lyodra menatap Ares dengan serius.


"Kalian mau apa?" Tanya Ares lagi lagi dibuat bingung oleh Lyodra.


"Ada sesuatu yang harus kami bahas..." Bantu Danny mengedipkan sebelah matanya pasa Ares.


"Ya Tuhan... Baiklah... Aku akan keluar.


Silahkan bersenang senang." Ares langsung berdiri dan keluar dari ruangan Lyodra.


"Baiklah... Sekarang hanya tinggal kita berdua sa...yang .." Danny duduk dengan gagah didepan Lyodra disertai senyuman nya yang menggoda.

__ADS_1


Lyodra berdiri dari tempat kerjanya. Dan duduk santai diatas sofa tepat dihadapan Danny.


"Terimakasih kau mau membantu ku." Basa basi Lyodra.


"Tidak masalah, katakan setiap kali kau butuh. Aku akan membantu."


Danny bersikap ramah dan memandang wajah cantik Lyodra yang semakin cantik saat mereka tengah berdua diruangan tertutup.


Tak perduli berapa usia Lyodra. Baginya Lyodra adalah bidadari yang tak sengaja terjatuh ke bumi. Dan tak bisa kembali lagi.


"Aku hanya tak ingin bertemu Hector lagi." Wajah Lyodra memberikan senyuman yang dipaksakan.


Ia berhenti bicara untuk menghentikan mencurahkan ungkapan hatinya yang sudah marah pada Hector. Tak ingin Danny mengetahui lebih banyak tentang kehidupan pribadinya.


"Aku mengerti sayang..." Jawab Danny mulai senang dengan kata kata itu.


"Kau boleh mengatakan itu saat didepan Hector. Dan jangan disaat kita hanya berdua atau didepan keluarga ku." Ujar Lyodra menatap tajam kearah Danny.


"Tapi... Aku sangat senang jika mengatakan nya hanya saat bersamamu saja..." Danny terus memancing pertanyaan dari Lyodra.


"Bibi cantik... kau sangat mengagumkan, dan aku selalu terpesona saat memandang mu.." jelas Danny mulai berani.


"Aku lebih tua dari mu..." Jawab Lyodra mulai kesal.


"Kita takan tua jika bersama.."


Danny mulai bicara dengan nada serius. Juga wajah yang sangat memikat hati wanita. Sebenarnya ia sudah mengungkapkan isi hatinya. Mungkin Lyodra hanya menganggap sebuah lelucon.


"Aku pernah menikah..." Jujur Lyodra.


"Tak masalah...


Bagi ku tak masalah masa lalu mu seperti apa, yang terpenting kau masa depanku." Jawab Danny serius.


"Danny .. hentikan kekonyolan mu sekarang. Jangan bercanda."

__ADS_1


Tiba tiba Danny tertawa dan memandang Lyodra dengan ekspresi wajah memberikan ejekan.


Lyodra menghela nafasnya, senang karna Danny hanya bercanda padanya.


"Lyodra .. suatu saat kau akan mengerti maksud perkataanku."


Danny berdiri dari tempat duduknya. Ia bermaksud akan pergi dari sana. Ia perlu tempat untuk menyusun lagi hatinya yang mulai rapuh mendengar jawaban Lyodra.


"Danny... Kau tak keberatan jika kita bersandiwara lagi dihadapan Hector?" Tanya Lyodra penuh harap pada Danny.


"Kapanpun kau butuh hubungi aku.." jawab Danny mulai melangkah.


"Apa itu takan menganggu mu?" Tanya Lyodra lagi merasa tak enak hati.


"Aku senang diganggu oleh mu... Bahkan seumur hidup."


Lyodra terpana melihat Danny membuka pintu dan keluar dari ruangannya. Ia memegang dada nya yang terasa aneh kali ini.


"Mengapa ini berdetak kencang? Dasar bocah..."


Lyodra tersenyum dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Danny masih berdiri diruangan Lyodra menatap pintu yang tertutup.


"Ia hanya menganggap ku bocah..."


Danny tersenyum kecut, menggaruk kepalanya dan meninggalkan tempat itu.


"Aku akan membuat mu jatuh cinta pada bocah ini Lyo..."


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2