
Malam itu mereka lewati dengan makan malam bersama, hanya Rubi dan Linda yang memakan makanan normal manusia. Setelah Ares, Samson dan Danny berburu dihutan, mereka mendapatkan kerbau liar yang berukuran besar.
"Semoga tak ada pertempuran Ares, aku tak ingin melawan ayah ku sendiri..." Gumam Danny pada Ares.
"Tenanglah bro .. kita akan menikahi wanita hebat disana. Jadi siapkan diri mu untuk kemungkinan yang ada. Teruslah hidup demi Lyodra...." Ares menepuk nepuk pundak Danny menyemangati sahabatnya.
"Jika terjadi apa apa pada ku nanti... Kau carikan jodoh yang tepat untuk nya Ares... Kurasa Jack boleh juga... Ahahah..." Danny tertawa sumbang yang diberikan tatapan aneh dari Ares.
"Kau yakin sekali akan mati Danny... Nikmati dulu syurga mu ..." Ares berjalan meninggalkan Danny yang berbicara aneh padanya.
Ia memberitahu Lyodra jika Danny menantinya dikamar. Begitu pula pada Danny, Ares memberitahu nya jika Lyodra menunggu dikamarnya.
Malam ini akan menjadi malam indah bagi mereka...
Ares tersenyum sambil memasukan sesuatu kedalam minuman Danny dan Lyodra...
"Apa yang kau lakukan sayang?" Tanya Rubi tiba tiba mengejutkan nya.
"Hanya membantu seorang teman..." Jawab Ares mengecup kepala Rubi.
"Kau tau ini apa?" Tanya Rubi memegang bungkus sesuatu yang dimasukan Ares.
"Hanya dosis kecil sayang..." Jawab Ares menyeringai.
"Sebaiknya kau temani aku... Sekarang..." Ajak Ares sambil menyuruh Rubi memberikan minuman pada Lyodra.
"Pergilah bro... Dia sudah menunggu..." Danny menghabiskan minuman yang diberikan Ares. Kemudian ia meninggalkan Ares untuk mencari keberadaan Lyodra.
"Malam ini sangat panas..." Gumam Danny sambil membuka jasnya.
__ADS_1
"Danny... Dokter Lyo tadi mencari mu..." Sapa Rubi saat berpapasan dengan Danny.
"Dimana dia?" Tanya Danny dengan wajah mulai memerah.
Ares benar benar tega pada mereka.
Semoga mereka baik baik saja...
Rubi menatap Danny seraya menunjuk kamar Lyodra.
"Apa sekarang saat nya musim panas? Gerah sekali..." Lyodra berdiri sambil menyalakan AC nya yang telah lama vakum karna saat ini masih musim dingin.
Ia membuka gaun tebalnya. Dan hanya memakai piyama tipis berwarna kuning. Ia sangat menyukai warna itu.
Lyodra menolehkan kepalanya kearah pintu, mendengar seseorang membuka gagang pintu yang tak dikuncinya.
Seorang pria yang ia cintai. Tanpa sadar Lyodra menghampiri Danny dan langsung memeluknya.
"Hei.... Kau mencariku?" Tanya Danny menahan perasaan anehnya. Tubuhnya semakin terasa panas. Dan berhasrat.
Terlebih saat tubuhnya menempel dengan wanita cantik yang tengah memeluknya.
"Aku mencintaimu..." Lyodra mengutarakan isi hatinya.
Danny menurunkan wajahnya dan mendaratkan ciuman pertama mereka. Tubuh mereka semakin panas. Dan mereka lebih berani mengekpresikan perasaan cinta mereka.
Apa aku akan melakukannya...
Disini? Malam ini...
__ADS_1
Danny berusaha berpikir. Tanpa sadar mereka telah tiba ditepi ranjang salam keadaan sama sama polos. Danny memperlakukan Lyodra dengan lembut.
Menyicipi setiap inci bagian tubuh molek Lyodra. Hingga suara suara aneh memenuhi ruangan itu.
Wanita yang cantik...
Danny menikmati setiap sentuhan dan suguhan yang diberikan Lyodra.
Tubuh mereka semakin mengejang saat Lyodra naik kepangkuan Danny dan memberikan sesuatu yang lezat.
Inilah syurga yang dimaksud Ares...
Mereka mengerjai kami...
Danny tersenyum mengingat tingkah Ares dan Rubi yang terlihat kompak memberikan suguhan fantastik bagi nya dan Lyodra.
Dan kini Danny memimpin, Lyodra sesekali memejamkan mata akan hal panas yang Danny berikan padanya. Pelepasan demi pelepasan ia rasakan berkali kali.
"Sayang .. aku akan sampai... Akhh..."
Danny menyentakan Lyodra dengan pompa yang cepat. Kemudian berhenti menikmati Rasa yang selama ini ia idamkan dari wanita seperti Lyodra. Ia tumbang disamping Lyodra dan berusaha mengatur pernafasan mereka.
Rubi dan Ares berdiri didepan pintu kamar Lyodra. Mereka tersenyum menang. Kali ini Ares membawa Rubi kekamarnya. Untuk menuntaskan hasrat dan kerinduan mereka.
"Ikut aku... Biarkan mereka berbincang dengan santapan daging kerbau liar dihalaman." Ares menarik tangan Rubi dengan senyuman seringainya.
.
.
__ADS_1
.