
Mereka satu persatu keluar dari persembunyian. Mencoba menaklukan orang orang yang ada dikediaman Tores.
Ares dan Danny mengikuti Steven merubah dirinya menjadi seekor srigala. Ada kekuatan tersendiri dalam diri mereka yang kini bisa disalurkan lewat orang orang yang menyerang.
Satu persatu musuh tumbang. Semua berkumpul dihalaman depan. Tak ada satupun yang melihat Samuel masuk kedalam rumah Tores melewati pintu belakang. Ia mencari keberadaan para wanita yang ia yakini disembunyikan Samson dirumah ini.
Juliana menghubungi Samson dengan bicara melalui telepati, memberitahu ada seseorang dirumah yang sedang mencari cari keberadaan mereka.
Dengan cepat Samson masuk kedalam rumah. Ia berjalan seperti naga. Samuel terkejut melihat keponakannya kini berdiri didepannya untuk menghadangnya.
"Apa yang kau cari disini paman?" Sapa Samson dengan penuh amarah.
"Pengkhianat!!!! Tau apa kau dengan apa yang kucari?" Bentak Samuel sakit hati pada Samson.
Wajah srigalanya terlihat sangat marah. Samuel menyerang Samson. Dengan cepat Samson mengelak. Ia membuat Samuel mengejarnya hingga kepekarangan rumah.
"Aku hanya berjalan dijalan yang benar paman... Jangan kau ikuti nafsu untuk menghancurkan. Itu akan membuat dirimu kalah. Lihatlah .. disana, Danny harus bertempur melawanmu." Nasehat Samson.
Samuel memang melihat kearah Danny yang dengan mudahnya menumbangkan orang orang nya.
"Kalian sama saja... Bahkan adik ku sendiri ikut melawanku" kata kata Samuel diliputi amarah yang penuh kebencian.
"Masihkah bisa disebut sebagai saudara? Jika kakaknya sendiri tega memberikan Racun waktu ketubuh adiknya. Siapa yang sebenarnya mengkhianati hubungan persaudaraan paman?"
Samson tak kalah melawan ucapan Samuel, dirinya semakin marah. Saat Samuel menyerangnya, ia mengibaskan ekor ularnya yang sangat besar. Hingga Samuel terhantam sampai ke pohon ditepi hutan, dan kembali kewujud manusianya.
"Pergilah.... Aku tak ingin melukai mu." Samson menjauhi Samuel.
Ia merasa tak tega menyakiti pamannya lebih lama. Tapi, berbeda dengan Samuel yang tetap ingin menuntaskan pertarungannya. Melihat siapa yang lebih kuat.
__ADS_1
Ia mengambil sesuatu dari balik jaketnya. Berlari kencang menuju Samson yang sedang berjalan. Dan menusukan kebagian ekor ular Samson. Hingga Samson langsung tersungkur ketanah.
Melihat hal itu Lyodra langsung mengejar Samuel, mencoba menerkam kepala Samuel hingga putus. Dan tubuh yang tersisa dibakar hangus Marcho.
"Untuk yang kedua kali aku membakar musuh ku." Umam Marcho.
"Hei... Apakah kalian masih ingin bertarung?" Ares memegang kepala Samuel yang dilepas Lyodra.
Para orang bayaran Samuel langsung bergerak mundur mereka pergi dari tempat itu. Namun sisa tubuh dari kawanan mereka yang telah mati dibakar habis oleh Marcho. Sehingga tak meninggalkan jejak.
Danny terpana melihat kepala ayahnya terbakar oleh semburan api yang diberikan Marcho bersama tubuh yang tak bernyawa musuhnya.
"Siapa itu?" Danny melihat seseorang dari balik pagar, ia pun berlari mengejar seseorang yang terlihat merekam pertarungan mereka dari balik pagar tinggi kediaman Tores.
Ares yang merasa cemas dengan Danny juga mengikuti sahabatnya.
Dan akhirnya Danny menangkap juru kamera yang merekam dengan detail pertarungan mereka. Ares mengeluarkan semua rekaman mereka. Dan menghancurkan juga kameranya.
Juliana dan Eleanor membawa para wanita kembali kerumah dan menghampiri mereka dipekarangan.
"Siapa dia Danny?" Tanya Eleanor melihat ada manusia disini.
"Dia melihat semuanya gemma. Dan Ares sudah menghancurkan kamera serta memorinya. Tapi sepertinya rekaman dikepalanya masih ada .." jawab Danny sambil mendorong pemuda itu kedepan.
"Apa yang bisa kita lakukan padanya Gemma?" Tanya Area terlihat geram.
"Biar aku menyantapnya." Jawab asal Samson dengan terkekeh kecil.
"Tenanglah... Jack, kau menakuti nya." Paula maju kedepan dan mendekati pemuda itu.
__ADS_1
Semua mata melihat apa yang akan dilakukan Paula. Dan semua penasaran dengan sisi Paula yang lembut.
"Nak, siapa yang menyuruhmu?" Paula mengajaknya bicara. Seketika pemuda itu menatap mata Paula.
Ia terpaku lama, hingga Paula mengulangi kembali pertanyaannya.
"Nak, siapa yang menyuruhmu mencuri bunga disini? Bukan kah mencuri dilarang?" Paula tersenyum, rencananya berhasil.
"Maaf bibi, aku hanya tergiur dengan warna merah mawar ini bibi. Tak ada yang menyuruhku." Jawabnya sambil merasa bersalah.
Samson hanya tersenyum. Dia melihat takjub pada ibunya. Begitupun dengan Marcho, Steven, Juliana dan Eleanor. Mereka paham kemampuan apa yang dimiliki Paula.
"Apa yang kau lihat disini nak?" Tanya Paula lagi memastikan
"Aku hanya melihat kalian semua memergoki ku... Bibi maafkan aku. Aku tak akan mengulangi lagi. Tolong jangan laporkan hal ini." Katanya memohon melihat Paula.
"Nyonya Juliana, bagaimana menurutmu?" Tanya Paula menoleh pada Juliana sebagai nyonya besar dirumah ini.
"Mawar ku masih bisa berbunga lagi Nyonya Paula.... Jika dirasa aman, maka lepaskan dia." Jawab Juliana dengan ramah.
"Kau dengar sendiri? Dia nyonya yang baik hati. Berjanjilah takan pernah kesini lagi."
Kata kata Paula seakan memberikan sugesti pada pemuda itu. Dan apa yang ia lihat sebelumnya telah lenyap dari pikirannya.
"Terimakasih Nyonya Paula." Eleanor mengucapkan terimakasih pada Paula.
.
.
__ADS_1
.