
Sebagian mereka menganggap sebuah hubungan terjalin bebas saat cinta hadir diantara keduanya. Dan diantara mereka ada juga yang menjaga hubungan dengan percintaan tanpa kebebasan berekspresi.
Rubi dan Ares telah melewati batas kewajaran dalam hubungan percintaan mereka. Budaya bebas mendukung mereka untuk lebih mengeksplor perasaan.
Begitu pun dengan Danny dan Lyodra, walaupun itu bukan keinginan mereka, semua terjado berkat campur tangan Ares dan Rubi.
Matahari bersinar sangat terik. Menambah kehangatan dimusim dingin ini. Lyodra mengusap Matanya yang terasa perih. Menatap jendela yang telah diterpa cahaya matahari.
Seperti sadar dari koma, ia terkejut merasakan sebuah tangan seseorang yang sedang memeluknya dari arah belakang.
Perlahan Lyodra membuka selimut hijau nya. Dan terbelalak saat melihat tubuhnya yang benar benar polos. Juga bagian bawahnya yang tengah dimasuki sesuatu.
"Danny...?" Lyodra menolehkan kepalanya kebelakang, dan melihat Danny sedang tertidur dibalik punggungnya.
Aku melakukannya?
Apa itu....
Lyodra berpikir keras, dengan pelan ia menarik pinggulnya, hingga senjata Danny terlepas dari wilayah pribadi Lyodra. Mencoba melepaskan rangkulan tangan Danny.
Ia duduk dan melihat kesegala arah yang terlihat berantakan. Ia mengambil piyama kuning yang ia kenakan semalam, memakainya lantas berlalu masuk kekamar mandi.
Danny membuka matanya, bergegas memakai pakaiannya. Dan keluar dari kamar Lyodra. Maksudnya akan masuk kedalam kamar Ares untuk berganti pakaian. Jantungnya berdetak tak karuan.
Saat membuka pintu ia melihat Rubi yang sedang terlelap didalam selimut Ares.
"Rubi... Cepatlah bangun.. Rubi..." Danny berbisik membangunkan Rubi. Dengan terkejut wanita itu membuka matanya.
Danny menyuruh Rubi berpakaian dan masuk kedalam kamar Lyodra. Sebelum Juliana ataupun Eleanor membangunkan mereka.
"Cepatlah... Kau lama sekali..." Desak Danny yang membelakangi Rubi.
"Aku sudah selesai..." Jawab Rubi sedikit gugup.
Ares keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk. Ia tercengang melihat Danny didalam kamarnya.
"Kau sudah selesai...?" Danny masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Ares mendekati Rubi yang berdiri mematung ditepi ranjang.
"Ia takut jika gemma memergoki kita... Dan dia dari kamar Lyodra..." Senyum Rubi dan membiarkan Ares memeluknya.
"Pergilah... Bersihkan dirimu disana. Mungkin sebentar lagi gemma akan naik kesini."
Sebuah kecupan pagi mengantar Rubi keluar kamar Ares. Dan ia segera masuk kekamar Lyodra.
"Rubi?" Sapa Lyodra.
"Aku bisa pakai kamar mandi mu Dokter?" Tanya Rubi salah tingkah.
"Silahkan... " Jawab Lyodra sambil mengeringkan rambutnya.
"Mereka benar benar melakukannya..." Rubi terkekeh saat sudah didalam kamar mandi.
Ponsel Lyodra berbunyi, sebuah pesan masuk dari Danny. Ia tersenyum lalu membalas pesan singkat penuh cinta.
"Jadi karna takut ketahuan mommy ia bertukar tempat dengan Rubi?"
"Dokter, aku tidak bawa pakaian ganti, ada sesuatu yang bisa kupakai?" Tanya Rubi keluar kamar mandi dengan handuk terlilit.
"Sebentar..." Lyodra berjalan kearah lemari pakaiannya dan mengambil sebuah gaun berwarna navy.
"Pakai lah, setidaknya bisa menutupi lehermu yang kemerahan itu..." Lyodra menahan senyumnya saat menggoda Rubi.
"A..apa? Kemerahan?" Dengan cepat Rubi berjalan kedepan cermin.
Aishhh... Benar saja.
Ares sangat buas... Ia benar benar seekor srigala ..
"Hahaha... Pakai ini untuk menghilangkannya.." lyodra memberi sebuah salep pada Rubi.
Dan benar dugaan Danny, ia berpapasan dengan Juliana saat akan turun kebawah bersama Ares.
"Ayo bergabung dimeja makan... Hari ini gemma memasak makanan normal..." Senyum Juliana pada mereka berdua dan terus berjalan kearah kamar Lyodra.
__ADS_1
"Untung saja... " Danny memegang dadanya cemas.
"Kau menikmati nya bro?" Tanya Ares menggoda Danny.
"Jangan meledek ku .. kau juga sama bro..." Danny menatap sinis pada Ares.
Dengan begitu ia berjalan cepat mendahului Danny. Merasa dirinya terciduk oleh Danny.
"Kalian sudah bangun?" Sapa Juliana saat membuka pintu kamar Lyodra.
"Kami sudah siap mom..." Sapa Lyodra.
"Sayang wajahmu terlihat semakin cantik pagi ini... Ayo turun... Bibimu Eli membuat steak untuk kita semua."
Rubi dan Lyodra turun bersama Juliana untuk bergabung dimeja makan.
Saat mata Danny dan Lyodra bertemu pandang ada sesuatu yang canggung diantara keduanya.
Apa dia marah padaku?
Lyo... Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Ares dan Rubi mengerjai kita...
Danny berbicara dalam hatinya, berharap Lyodra dapat mendengar ungkapan hatinya.
Dan mungkin itu sudah sampai ditelinga Lyodra. Atau ditelinga semua orang yang mempunyai kemampuan khusus akan hal itu.
Sehingga semua mata kini tertuju pada Danny...
Apa mereka juga mendengarnya??
.
.
.
__ADS_1