SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Sesuatu didalam diri Marcho


__ADS_3

Dipagi hari yang cerah, semua telah bersiap siap meninggalkan kediaman Marcho. Eleanor sejak tadi saling tatap dengan Juliana.


Sehingga Steven yang melihat gelagat mereka benar benar memperhatikan kedua wanita itu.


"Ada apa dengan kalian?"


Kedua wanita itu kini jadi pusat perhatian semua yang ada dirumah itu. Keduanya saling pandang.


"Ada apa sayang... kalian tampak gusar."


Ferdinand mendekati Juliana. Ia menunggu berita yang akan disampaikan Juliana dan Eleanor. Sama seperti yang lainnya mereka menanti perkataan dari kedua wanita itu. Hingga Loli menghentikan kegiatan berberes nya.


"Semalam rumah ini diintai oleh dua orang suku Mayana utusan Mayoru dan Maku petinggi Mayana yang datang untuk menyampaikan sebuah pesan."


Eleanor buka suara, sedangkan Juliana masih terdiam. Ia menatap Marcho dan Loli secara bergantian.


"Lalu?" Steven tak sabar mendengar kelanjutan isi pesan yang mereka terima.


"Mereka memanggil kita sebagai pembunuh anggota mereka besok siang. Kurasa hal ini bisa dibicarakan. Mereka akan menjemput."


Marcho terhenyak duduk dikursi makan. Ia akan menghadapi masalah uang cukup sulit diselesaikan. Semoga saja ini bukan perperangan.


"Kita akan pergi kesana."


"Tidak Ayah, aku yang bertanggung jawab atas kematian keluarga mereka. Aku akan pergi sendiri."

__ADS_1


Marcho menolak jika seluruh keluarganya ikut. Lebih baik ia sendiri pergi setidak nya masih banyak orang yang bisa menjaga Loli setelah ia tiada.


"Marcho... ibu akan menemani mu. Ingat... memang benar kau yang membunuh seorang anak mereka. Tapi aku membakar puluhan anggota mereka. Jadi kita akan pergi nanti siang."


Eleanor menegaskan keputusannya. Marcho terdiam tak lagi membantah perkataan ibunya. Ia hanya bisa berdoa dalam hati supaya perjalanan mereka lancar dan selamat dari incaran suku Mayana.


"Sayang... aku bisa menemani mu." Steven merasa takut jika terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya.


"Dengarkan aku kali ini Stev.. ini tanggung jawab ku dan Marcho. Kuminta kalian saling menjaga dan segeralah pergi dari sini. Karna mereka telah mengetahui kediaman kita disini.


Kurasa sebaiknya kalian pergi sekarang.. sebelum utusan mereka datang."


Eleanor mendekati Steven memberikan pengertian pada suaminya.


"Marc... kau membunuh phyton itu karna ia ingin menyerang ku. Maka itu kesalahan ku. Aku akan ikut."


Loli membuka suara karna sejak tadi mengamati hasil diskusi keluarganya.


"Sayang... kau sedang hamil.. itu sangat membahayakan. Sebaiknya kau ikut kakek pulang. Itu akan lebih baik." Tegas Ferdinand.


Mereka bersiap siap keluar dari kediaman Marcho. Dengan berat hati Loli melepas Marcho dan Eleanor. Mencari pemecahan masalah untuk menuju sebuah perdamaian.


Setelah kepergian mereka. Eleanor mengajak Marcho kehalaman belakang. Sembari menanti utusan Mayana datang menjemput.


"Marcho, kesinilah..."

__ADS_1


Marcho mendekati Eleanor yang tampak gelisah. Ia memeluk ibunya sebentar. Lalu duduk disamping Eleanor.


"Berkonsentrasilah sayang.. kau akan menemukan siapa dirimu."


"Apa maksud Ibu?"


"Aku akan membantu mu. Pejamkan matamu. Temukan sesuatu yang belum kau jumpai dalam dirimu."


Marcho mengikuti perkataan Eleanor. Marcho menemukan titik fokusnya. Sekarang ia seperti sedang mencari sesuatu.


Melihat perjalanan yang sulit, menembus kepulan asap tebal. Melihat seseorang yang sedang membelakangi nya.


'Hei... ikuti aku...'


Tanpa menoleh kearah Marcho orang itu berlari sangat kencang, Marcho mengikuti dari belakang. Kecepatan mereka sama. Ingin sekali ia melihat lelaki yang berlari didepannya.


Marcho mempercepat laju kaki nya berlari. Kini ia hampir berdiri menyamai lelaki itu. Dan sekarang berada sedikit didepan lelaki itu.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2