
Sesuai perjanjian Marcho dengan Ferdinand Tores. Disinilah mereka bertemu dalam kegelapan malam yang sunyi dan suasana mencekam ditengah pemakaman tua.
"Kau benar benar datang cucuku..." Ferdinand menyapa Marcho lebih dulu.
"Kakek, hentikan basa basimu."
Marcho menoleh kearah Ferdinand yang tiba tiba muncul.
"Kau persis seperti aku... tak suka basa basi. Hahahha... Aku senang kau bisa bertemu dengan ku. Karna kehadiranmu dulu sangat tak ku harapkan.
Disinilah awal kesepakatan ku dengan Robert. Menghilangkan segala jejak kehadiran kau dan ibumu demi sebuah keinginan ku. Karna ibu mu bukan manusia biasa. Itu bisa mencoreng nama keluarga Tores."
Marcho terdiam menatap tajam sosok bayangan yang sedang bicara padanya. Ia merasa kesal dengan kejujuran Ferdinand. Yang tak lain adalah kakek yang tak menginginkannya.
"Ceritakanlah lebih jelas... jangan bertele tele begini." Marcho geram dengan tingkah kakeknya.
"Sabarlah anak muda."
Ferdinand berjalan dan duduk disebuah batu nisan. Ia memperhatikan Marcho detail dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Kau sangat tampan persis seperti ayahmu. Dan sifat mu persis seperti ku. Juga mencintai wanita yang telah berkhianat padanya. Mempunyai banyak harta tak membuatku merasakan kebahagiaan. Kau tau...? kejadian itu ketika aku mendatangi ibumu dikediamannya.
Beberapa puluh tahun silam...."
»»»»»»»»»»»»»»»»»»
"Eleanor.. tinggalkan Steven. Atau kau akan menyesal." Bentak Ferdinand pada wanita yang dicintai putra semata wayangnya.
"Kau tak berhak menyuruhku pak tua, anak mu sendiri yang datang dan tergila gila padaku" bentak wanita cantik yang berpakaian seksi itu.
"Gugurkan kandungan mu segera. Aku tak ingin mempunyai keturunan dari wanita sampah seperti mu.!!" Bentak Ferdinand mendekati dan menjambak rambut Eleanor.
"Lepaskan aku... kau boleh menghinaku, tapi jangan sesekali kau sentuh janin yang ada dalam perut ku ini. Aku tak minta pengakuan mu. Biarkan kami merawat bayi ini. Lepaskan pak tua..." Eleanor memberontak. Akhirnya Ferdinand melepaskan nya.
__ADS_1
Lelaki paruh baya itu keluar dari rumah Eleanor. Memporak porandakan isi rumah yang susah payah dibangun Steven dengan jerih payah nya sendiri.
Dalam perjalanan Ferdinand dikejutkan oleh seorang lelaki yang tiba tiba menyapanya duduk didalam mobil bersamanya.
"Ferdinand..." suara berat itu menggema. Sang pemilik nama menoleh kesamping.
"Siapa kau?" Dengan nada yang tak sopan ia bertanya pada lelaki tua disebelahnya.
"Mulutmu sangat pedas, pantas saja tak ada kebahagiaan dalam hidupmu." Lelaki itu mengejeknya. Dan tertawa kecil membuat Ferdinand menjadi murka dan marah. Namun ia menetralisir kan amarahnya.
"Kenapa kau tiba tiba berada dalam mobil ku? Apakah kau sudah masuk sebelum aku?"
Selidiknya dengan nada yang merendah dibanding tadi.
"Katakan keinginan mu Ferdinand! Aku akan memenuhi nya." Lelaki tua itu langsung memberikan kesempatan yang langka pada Ferdinand.
"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Ferdinand lagi.
"Aku Roberto.. yang akan memenuhi semua kehendakmu. Aku bukan manusia juga bukan malaikat, anggap saja aku penyelamat mu."
"Tau apa kau tentang keinginan ku?"
Tanya Ferdinand tak percaya.
"Kau ingin mengembalikan putra semata wayang mu dengan wanita yang sangat kau cintai yang sudah mengkhianati mu Ferdinand. Bagaimana aku tak tau.. orang orang seperti kau lah yang selalu aku hampiri hahhahaha."
"Benar.. aku ingin Monica mati dan Eleanor wanita sampah milik Steven juga mati. Aku hanya ingin memiliki garis keturunan berasal dari keluarga yang baik baik. Tapi mereka semua seakan menjauhi ku."
Ferdinand menumpahkan segala yang ada pada kepalanya. Ia melihat kembali Roberto. Lelaki tua yang menjanjikan keinginannya itu terjadi.
"Baiklah aku akan membantu mu. Tapi..."
"Tapi apa?"
__ADS_1
"Disaat anak Eleanor lahir kau harus membunuh dengan tangan mu sendiri Ferdinand. Karna jika aku melakukannya sendiri aku takan bisa membantu mu dilain kesempatan."
"Jadi aku harus menunggu janin itu lahir?"
"Benar sekali."
"Jika benar begitu aku bisa melakukan nya sendiri tanpa bantuan mu Roberto."
"Kau tak tau siapa Eleanor sebenarnya Ferdinand...hahahhaha"
Lelaki itu menghilang dak meninggalkan jejak. Ferdinand teringat akan kata kata terakhir Roberto.
Siapa sebenarnya Eleanor? Pastilah dia manusia. Lelaki itu pasti hanya mankut nakuti ku saja. Sialan... makhluk apa dia?
.
.
.
Bersambung...
»»»»»»»»»»»»»»»
Terima kasih Author ucapkan pada penikmat cerita Selalu Disisimu Novel kedua Author setelah Wanita Tersayang, jangan lupa dilirik juga ya.. kisah percintaan Avi, Denis dan Arash.
Semoga novel ini bisa berkembang dengan baik.
Mohon dukungan nya dengan Like, koment, and favorit kalian semua.
Author menerima kritik dan saran dari kalian semua. Untuk menjadikan cerita ini lebih menarik lagi.
Apalah arti karya kuh tanpa dirimuh....
__ADS_1
salam cintoooh....