
"Apakah itu kakek?" Marcho tak percaya melihat Ferdinand yang lebih tampan dari fotonya.
"Ya nak, kau sangat mirip dengan nya." Jawab Steven dengan senyuman diwajah nya.
"Apa dia sekarang juga srigala?" Loli memandang semua orang.
"Mungkin saja, tapi aku tak bisa memastikan" jawab Juliana tak berkedip melihat Ferdinand yang baru keluar dari kamarnya.
Ferdinand kembali ke usianya saat ia mengusir Eleanor yang sedang mengandung Marcho.
Semua mata menatap nya berjalan mendekati mereka duduk. Juliana merasakan getaran yang aneh saat Ferdinand tersenyum padanya.
"Terimakasih Marc.. kau telah berhasil menemui Juliana." Ferdinand memeluk cucunya.
"Sama sama kek, aku senang kita bisa berkumpul lagi. Dan ini istri ku Loli Ohara"
Marcho menarik Loli mendekati nya untuk dikenalkan pada Ferdinand. Loli tersenyum dan menyapa Ferdinand.
"Kalian tau? Bunga ungu Rosten ini bisa mengembalikan Ferdinand. Karna wanita yang menjaganya masih mengharapkan nya kembali. Dengan dukungan cinta Juliana Bunga Rosten ini bereaksi." Jelas Eleanor.
Membuat Juliana tak berkedip menatap Ferdinand. Merasa sangat bersyukur bertemu dengan kelasih nya lagi. Ferdinand mendekati Juliana dan memeluknya.
Air mata nya menetes didalam pelukan Ferdinand. Mengenang masa lalu yang teramat pahit.
Eleanor, Steven, Marcho dan Loli meninggalkan mereka berdua. Memberi ruang untuk mereka bicara.
"Jangan menangis Lian. Aku sudah disini" Ferdinand memeluk erat tubuh wanita yang dulu sangat ia cintai. Bahkan hatinya masih berdesir memeluk Juliana.
__ADS_1
Angin berhembus kencang dipemukiman Juliana. Sehingga menerbangkan helaian rambut Juliana yang panjang tergerai.
Menatap sepasang mata yang sangat lama ia rindukan. Bahkan menghadapi kesendiriannya bertahun lamanya. Ferdinand menepikan kebelakang telinga rambut Juliana yang beterbangan kedepan.
"Aku akan menutup jendelanya"
Tangan Juliana ditarik Ferdinand dan terhempas ketubuh nya yang telah kembali kekar. Memperhatikan kan wajah cantik yang sampai kini tak berubah.
"Aku merindukan mu Lian.."
Ferdinand kembali memeluk tubuh molek Juliana. Dengan perasaan yang sama wanita itu membalas pelukan nya.
"Aku telah mencari keberadaan mu. Hingga aku tau kau menyendiri di gunung Rosten ini." Ferdinand menatap Juliana memegang kedua pipinya.
Perlahan Ferdinand mengecup bibir indah Juliana. Sebuah ciuman kerinduan. Juliana nampak diam, dia tak membalas ciuman hangat Ferdinand.
Ia berjalan kejendela yang terbuka lebar, kemudian menutupnya. Sebuah pelukan hangat lagi terasa ditubuh nya.
Ia memejamkan matanya. Menahan emosi jiwa yang selama ini telah bisa ia kuasai. Tapi sentuhan Ferdinand membuatnya merasa terjatuh ke sebuah hasrat yang ingin ia lepaskan.
"Ku mohon... jangan seperti ini Ferdi!" Juliana kembali melepaskan tangan Ferdinand dan menjauh beberapa langkah dari lelaki itu.
"Apakah kau sangat membenciku Lian? Lebih baik aku benar benar mati menjadi debu. Dari pada kau jauhi seperti ini." Ferdinand tampak frustasi ia meraup wajahnya kasar.
"Aku hanya sudah terbiasa sendiri Ferdi, jadi akan merasa aneh jika ada seseorang disampingku." Juliana menatap dalam mata Ferdinand.
"Tidak cukupkah sebuah hukuman seumur hidup ku kemaren Lian? Kau lihat seperti apa diriku.Aku tidak mati, tapi hidup seperti orang mati. Kau tau berapa lama itu.. sangat lama. 30 tahun aku rasakan bergentayangan dialam manusia. Saat keluarga hendak menguburkan ku, jasad ku entah dimana. Mereka menganggap ku mati terbakar."
__ADS_1
Ferdinand terduduk ditepi ranjang Juliana. Ia menghentikan ceritanya. Karena sangat menyakitkan mengalami hal seperti yang ia alami dulu. Dan itu sangat aneh, karna sebuah bunga bisa mengembalikan nya.
.
.
.
Bersambung
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»
Mohon maaf Author ucapkan karena baru hadir sekarang. Anak Author yang paling bungsu (16 bulan) butuh dekapan yang hangat karena sedang demam. Jadi tak memungkinkan untuk menulis.
Tapi jangan khawatir.. kali ini Author usahan double up ya.. anggap saja untuk menggangti hari hari kita yang hilang... acieee..
Jangan lupa Like nya setiap membaca. Author sangat suka jika kalian membayar Author hanya dengan Like saja.
Dan koment yang menarik ya. Jika mau ngasih saran tentang jalan cerita juga boleh. Author senang dengan kritik dan saran kalian.
Terimakasih...
Saam cintooo ... sacinto cintooooh...
Bukittinggi, 16 Oktober 2021
Calisa Ardi
__ADS_1