SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
50. Dia yang baik


__ADS_3

"Samson berkata demikian?" Tanya Rubi heran. Karna baru mengetahui ada sisi lembut dari kakak sepupunya.


"Benar... Banyak saksi disana. Semoga itu bukan tipu muslihatnya." Jawab Marcho.


"Setahuku jika Samson telah mengeluarkan keputusan, itu takan ia langgar sendiri. Ia akan mempertahankan nya.


Tapi apa maksud dendam ayahku Samuel. Maksudku... Ayah angkat." Tanya Rubi penuh penasaran.


"Sayang... Samson sempat berkata pada kami, jika kau dan Danny adalah anak kandung pamannya. Ia melakukan segala cara untuk menutupi rencananya agar tak diketahui orang lain.


Manurutmu dari mana Danny mendapatkan berkat keturunan Srigala.?" Ucap Lyodra membuat Rubi semakin terkejut.


"Sayang .. kau tidak apa apa?" Tanya Ares menggenggam tangan Rubi.


"Aku hanya shock mendengar perkataan Samson yang didengar dokter Lyo." Jawab Rubi dengan tersenyum kecut.


"Kau mengenal nya dengan baik sayang?" Tanya Ares penasaran.


"Hanya saja, ia pernah menolongku saat Tuan Samuel yang mengakui ku sebagai anak angkat mengikat ku digudang. Saat itu usia ku 8 tahun. Jack membawaku kerumahnya. Dan aku disuapi dan ditemani tidur oleh bibi Paula." Jelas Rubi sedikit berkaca kaca.


"Masih ada sifat baik didalam dirinya. Makanya dengan mudah ayah bisa mendekati nya." Gumam Marcho menganalisa perkataan Rubi.


"Dia hanya diajarkan jahat paman..." Sambung Rubi menoleh pada Marcho.


"Aku terdengar tua dengan panggilan itu..." Marcho terkekeh menyesap kopi yang ia buat.


"Kenapa kau bisa dikurung digudang Rubi? Apa keaalahanmu?" Tanya Lyodra sedikit heran dengan perbuatan Samuel pada putri kandung nya sendiri.

__ADS_1


"Saat itu aku hanya ingin tidur dengan ibuku Dokter... Dia tak mengizinkan. Padahal ibuku menangis merindukanku.." Rubi mengusap air matanya yang menetes.


"Kau telah dipisahkan sejak kecil dengan mereka yang menyayangi ku Rubi. Aku bisa cerna makna setiap perbuatan Samuel.


Dan sekarang ia ingin melenyapkan seluruh keturunan Tores. Hanya demi sebuah dendam." Analisa Marcho.


"Aku harus hubungi Danny..."


Rubi segera pergi keruangan lain guna menghubungi saudara kembarnya. Entah mengapa Lyodra terlihat berbinar saat Rubi menyebut nama Danny.


"Ada apa bibi?" Tanya Ares memperhatikan wajah Lyodra yang terlihat senang.


"Tidak..."


"Jangan menyimpannya. Kau merindukan Danny?" Tanya Ares penuh penekanan kata kata.


"Lyo... Kau menyukai Danny?" Selidik Marcho duduk disamping Lyodra.


"Bibi... Danny sangat baik. Kurasa dia juga menyukaimu.." ucap Ares yang ikut duduk disisi Lyodra. Sehingga wanita itu terjepit ditengah tengah pria tampan yang sedang menatapnya.


"Kalian memaksa ku?" Lirik Lyodra bergantian pada Marcho dan Ares. Dengan senyuman yang sama kedua pria dewasa itu mengecup pipinya.


"Baiklah... Aku dan Danny... Hmmmm boleh juga." Gumam Lyodra yang terlihat sangat senang.


"Danny akan kesini... Aku sudah...."


Rubi berdiri dibelakang mereka bertiga yang sedang tertawa dengan saling melempar canda dan ledekan.

__ADS_1


"Sayang .. kemarilah..." Ares memanggil Rubi dan duduk dipangkuannya.


"Ada apa?" Rubi penasaran.


"Dokter Lyodra Tores menyukai Danny." Bisik Ares tapi dengan suara nyaring.


"Aku setuju .." ucap Rubi semangat.


Mereka saling melempar tatapan. Dan tertawa. Tak berapa lama terdengar ketukan pintu. Dan Danny masuk setelah dibukakan pintu oleh Ares.


"Seseorang merindukan mu Danny..." Goda Ares menepuk nepuk pundak Danny.


"Selamat sore semuanya..." Sapa Danny.


Lyodra semakin merona. Ia berjalan mendekati Danny. Memberanikan diri didekat keluarganya.


"Perkenalkan semua... Ini kekasihku. Danny.."


Lyodra secara berani memeluk Danny yang baru datang. Dan tentu saja pelukan itu dibalas mesra oleh Danny.


"Are you kidding us?" Tanya Marcho terbelalak.


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2