SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Juliana


__ADS_3

Marcho tiba tiba menoleh kearah sang istri duduk. Diantara dahan kayu yang besar. Ia melihat sesuatu melilit didahan tepat diatas kepala Loli. Apa itu phyton?


Loli yang melihat tatapan dari mata srigala yang tak lain adalah suaminya. Merasa aneh dan ia hendak melihat keatas.


Ia mendengar sesuatu yang mendesis. Memberanikan diri melihat keatas. Dan mulut phyton telah siap mengambil ancang ancang ingin menelannya bulat bulat. Padahal tubuhnya tak lebih besar dari kaki Loli.


Sang phyton memundurkan kepalanya dan melaju cepat kearah Loli. Marcho dengan cepat melompati ular besar itu.


Ular itu terbawa terjatuh ketanah bersamaan dengan Marcho. Phyton itu dengan cepat melilitkan badan panjangnya ketubuh Marcho.


Marcho mulai merasakan sesak yang sedang bergelantungan ditubuhnya. Ia semakin menguatkan gigitannya pada leher phyton.


Membutuhkan waktu yang lama agar racun Marcho menyebar ke tubuh ular besar itu. Melihat Marcho yang kesulitan melepaskan diri. Loli melompat turun dari dahan.


Ia berlari sambil mengambil sebuah belati dari arah pinggangnya. Ia berusaha memotong badan panjang ular yang sedang melilit ditubuh Marcho.


Leher phyton yang diterkam Marcho akhirnya beraksi juga. Lilitan phyton pelan pelan melemah. Itu juga dengan sedikit bantuan dari Loli


Kepala ular itu pelan pelan terkulai. Marcho menjatuhkan gigitannya kebawah. Nampak robekan dan gigitan yang besar disana.


Loli mundur beberapa langkah saat Marcho mengibaskan tubuhnya. Dan dia terdiam menatap Loli. Seakan bertanya.


' kau baik baik saja sayang? '

__ADS_1


"Aku baik baik saja Marc. Jangan cemas begitu." Loli mengerti dengan tatapan Marcho.


Loli naik lagi keatas punggung Marcho. Mereka melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan bangkai phyton yang telah mereka bunuh.


Dengan gerakan lebih cepat dari pertama mereka jalan. Marcho menembus dinginnya hutan Gunung Rosten. Loli lebih merebahkan tubuhnya merapat ketubuh hangat Marcho.


Tak jauh dari sana, Loli memberi kode kepada Marcho agar berhenti. Karena ia melihat sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu pepohanan. Terlihat dari kulit kayu yang masih menempel disisi luarnya.


"Marc, kita sudah berada digunung Rosten. Sepertinya itu yang kau cari. Mustahil manusia biasa membuat pemukiman ditengah hutan seperti ini." Loli mengajak Marcho bicara.


'Benar sayang, seperti nya itu kediaman Juliana. '


Marcho berjalan pelan mendekati rumah kecil itu. Ia menoleh kekiri dan kanan. Memeriksa apakah ada seseorang yang bisa ia jumpai.


Sebuah jebakan berupa tali yang sudah dirakit dengan sempurna turun tepat diatas mereka. Loli mencoba berdiri dan keluar dari lubang pada tali itu.


"Siapa yang jauh jauh datang bertamu ketempat kecil ku ini?"


Suara dari seorang wanita terdengar ditelinga mereka. Loli cepat menoleh kearah pemilik suara. Ia melihat seorang wanita yang sangat cantik. Dengan tubuh yang proposional.


Sementara Marcho berusaha hendak keluar dari jebakan yang dipasang wanita cantik itu.


Loli mendekati wanita yang terlihat tidak berbahaya baginya. Ia memberikan senyuman sebagai tanda bahwa ia datang dengan tujuan yang baik.

__ADS_1


"Perkenalkan aku Loli dan ini suami ku Marcho Tores keturunan Eleanor dan Steven"


Sesuai petunjuk Eleanor Loli menyebutkan asal usul mereka pada wanita yang bertanya didepannya.


'Apakah dia wanita yang dimaksud Roberto? Juliana.'


Marcho menatap kedua wanita cantik yang saling berhadapan. Ia merasa cemas dengan keamanan Loli.


"Tenang saja, aku takan berbuat jahat pada isrimu keturunan Eleanor."


'Benar aku Juliana. Apa Roberto yang menyuruh kalian datang kemari?'


Juliana mencoba bicara dengan Marcho yang sejak tadi menatapnya.


'Ya.. ibuku menyuruh kami menemui mu untuk meminta izin untuk mengambil dua kelopak bunga ungu Rosten milik mu.'


Loli menatap wanita didepannya dan Marcho karena mereka saling menatap.


'Apakah mereka bicara dengan bahasa srigala? Mungkin saja dia Juliana wanita srigala yang kami cari'


.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2