SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
4. Saudara kembar


__ADS_3

Pikiran Ares selalu melayang pada wajah cantik Rubi Blossom yang ia jumpai tadi dirumah sakit ruangan kerja Lyodra.


Benar benar menarik...


Ternyata dia sangat menawan saat berpakai seragam Dokter.


Senyuman terukir dari bibir Ares. Ia benar benar tak sabar untuk kembali bertemu dengan dokter cantik pujaan hatinya.


"Astaga ..."


Seseorang nampak memasuki ruangan Ares, bahkan ia tak mengetahui seseorang telah masuk keruangannya.


"Ares...!"


Panggilan itu menyadarkan Ares dari lamunan nya. Ia tersenyum melihat Danny yang sudah berdiri didepan meja nya.


"Danny... Sejak kapan kau ada disini?" Tanya Ares tak merasa bersalah.


"Sejak kau masih dialam mimpi mu... Heheh"


Danny terkekeh melihat pemandangan yang tak biasa dari temannya. Dengan penuh penasaran ia duduk didepan Ares.


"Maafkan aku... Seperti nya aku bertemu bidadari Disana..." Ares juga terkekeh menanggapi gurauan Danny.


"Apakah bidadari mu tak sendirian?" Tanya Danny


"Bidadari ku hanya sendiri... " Ares membalas candaan Danny.


"Sayang sekali..." Danny pura pura terlihat frustasi.


"Kenapa?" Tanya Ares sedikit menaikan alisnya.


"Jika ia punya teman.. aku akan sangat beruntung..."


Mereka serentak tertawa sambil pindah duduk disofa agar terlihat santai.

__ADS_1


"Danny... Kau tau?


Wanita yang selama ini aku cari telah aku temukan... Dia benar benar seperti bidadari..."


Jelas Ares dengan wajah yang berbinar., Ia tak dapat menyembunyikan perasaan nya saat ini.


"Rubi? "


Selidik Danny dengan sedikit menunduk kearaah Ares. Ia memperhatikan ekspresi Ares dengan menahan senyuman dibibirnya.


"Ya... Rubi Blossom... Nama yang unik dan indah... Sama seperti pemiliknya."


Ares menatap kelangit langit ruangan, senyuman selalu menghiasi setiap ucapannya.


"Rubi Blossom... Sama dengan nama belakang ku..."


Perkataan Danny sontak membuat Ares memikirkan hal yang selama ini mungkin telah ia abaikan.


"Danny... Benar sekali... Namamu Danny Samuel Blossom. Danny Blossom... Hmmmm"


Ia meraup rambutnya, menghela nafas dan tertawa menatap Danny yang sejak tadi melihatnya dengan senyuman yang tak bisa diartikan.


"Ada apa bro?"


Tanya Danny yang sepertinya paham kenapa Ares bersikap begitu. Ia pun tak tahan menahan tawanya.


"Sekarang kau menertawakan aku?


Selama ini aku begitu bodoh Danny... you really work on me mate... Oh astaga ..."


Ares terduduk masih memberikan Danny tatapan tajam. Mungkin saja ia berniat untuk menghajar temannya itu.


"Apa kau tak menyangka selama ini Ares?"


Danny benar benar tak tahan lagi. Ia tertawa sepuasnya. Melihat wajah Ares yang tak bisa dimaknakan dengan ungkapan apapun.

__ADS_1


"Aku akan menghabisi mu kawan..."


Mereka tertawa bersama. Saling memberikan pukulan pada lengan masing masing.


"Sudah berapa lama kau mencarinya?" Tanya Danny setelah mereka mulai tenang.


"Saat itu aku bertemu dengannya dipesta Anniversary orang tua mu, 4 tahun silam .. ia sangat cantik. Kau tau Danny .. jantung langsung berdebar saat tak sengaja bertemu pandang dengan nya." Jelas Ares dengan wajah berbinar.


"Tentu saja ia hadir disana, itu pesta orang tuanya juga.. hahahha" Danny menggoda Ares.


"Apakah benar kalian bersaudara?"


Ares melihat dengan teliti wajah Danny dengan mengangkat dagu temannya.


"Bahkan kami lahir disaat bersamaan. Kau tau Ares... Kami kembar." Jelas Danny dengan tampang serius.


"Benarkah?"


"Ya .. kau tak menyangka bukan?"


"You're really being too much Danny, I'm going to really finish you off..."


"I gladly accept Ares.."


Ares memang tak pernah menyadari bahwa nama belakang Danny dan Rubi ternyata sama sama menyandang nama Samuel Blossom.


Tapi kali ini ia cukup senang karna sahabat nya mungkin sengaja diam, untuk mengetahui kesungguhan dari seorang Ares. Yang bertahun tahun tak menyisakan ruang untuk wanita lain dihatinya.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2