SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Lyodra Tores


__ADS_3

Seorang dokter muda sedang memeriksa seorang pasien yang tergigit hewan buas. Pasien itu akhirnya dioperasi, salah satu kaki nya terpaksa diamputasi.


Memang sangat menyakitkan bagi keluarga mereka memliki anak remaja 16 tahun yang harus kehilangan satu kaki.


Tapi setiap ujian selalu didatangkan dalam kehidupan manusia. Begitu juga Dokter cantik ini. Ia bergelut dengan dunia ini selama 5 tahun. Dan sekarang ia seperti terbawa kesedihan dari keluarga pasien yang ia operasi tadi.


Pikiran nya bergelayut kemana mana. Terlintas wajah ibu yang sudah lama tak ia jumpai. Juga rasa penasaran akan sosok sang ayah.


Ia memainkan sebuah pulpen dijarinya yang dipukul pukul keatas meja. Melirik jam dinding menunggu waktu dinas selesai.


Mommy... aku sangat ingin bertemu dengan mu dan mencari tau tentang Daddy ku. Apa kah dia juga sedang mencariku.


Setelah waktunya tepat Lyodra sang Dokter bedah meletakan jas putihnya dan meninggalkan ruangan itu. Memegang pundaknya yang merasa lelah.


"Hei...." seseorang tak sengaja menabrak Lyodra.


Ia melirik kearah lelaki yang merangkul seorang wanita. Masih terlihat mereka pasangan muda. Namun apa segawat itu istrinya sampai di papah sang suami saat berjalan.


Wajahnya yang semula marah kini ia ganti dengan senyuman. Ia memperhatikan dua orang yang mengikuti mereka dibelakang.


Sepertinya mereka keluarga. Mereka terlihat sama denganku


"Maaf dokter, saya tidak sengaja. Tadi istri saya hampir terjatuh."

__ADS_1


Marcho membuka obrolan mereka dengan kata maaf. Lyodra melihat pasangan suami istri itu. Ada getaran yang aneh setelah melihat Steven, Eleanor dan Marcho.


Apa ini? Aku merasakan sesuatu dari mereka.


"Kenapa istri anda terlihat pucat sekali?" Ia mendekati Loli memperhatikan wajah wanita cantik itu.


"Iya dokter, istri saya sedang hamil"


"Oh.. hamil. Selamat untuk kalian berdua." Lyodra tersenyum menatap Loli.


"Ayo Marcho, malam semakin larut. Sebaiknya kita pulang."


Steven mendekati Marcho untuk memgajaknya pergi dari sana. Ia merasakan ada aura lain dalam diri dokter itu.


Sementara Eleanor menatap lama dokter itu. Ia memperhatikan semua yang ada padanya.


Dokter ini sangat mirip dengan Juliana. Apa dia anak Juliana dan Ferdinand? Wajah nya... terdapat hidung Ferdinand disana. Berarti dia... juga sama seperti kami.


"Selamat malam..." Lyodra menyapa Eleanor yang sejak tadi menatapnya. Dan kembali.melanjutkan langkah kakinya.


"Iya selamat malam dokter."


Eleanor melihat Steven dan yang lain sudah berjalan sedikit jauh dari nya. Kemudian ia kembali berbalik mengejar Lyodra yang berjalan berlawanan arah setelah menyapa nya.

__ADS_1


"Hmm... sebentar dokter.." Eleanor mendekati Lyodra dengan berlari lari kecil.


"Ya .. ada apa nyonya?" Lyodra berhenti membalikan tubuhnya melihat seseorang memanggilnya.


"Apakah anda putrinya Juliana?" Eleanor penasaran manunggu jawaban sang dokter.


"Hmm.. Juliana? Apa anda mengenalnya nyonya?" Lyodra sangat antusias ketika wanita itu menyebut nama ibunya.


"Ya... dan dia sekarang bersama kami. Dirumah putra ku Marcho. Dia bersama ayah mu Ferdinand" Eleanor menunggu reaksi dokter tersebut.


"Ayah ku?" Tampak sebuah senyuman dibibir Lyodra.


"Berarti kau adalah Lyodra Tores. Aku sangat ingat ketika Juliana melahirkan mu. Karna hanya aku yang membantunya. Saat itu usia ku masih muda. Tapi aku tak melupakan wajah mu."


Eleanor sangat senang bisa bertemu dengan bayi kecil yang pernah ia bantu dulu. Bagaimana tidak, hanya Eleanor waktu itu yang mengetahui bahwa Juliana punya seorang anak bersama Ferdinand. Bahkan sebelum Steven lahir.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2