SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
17. Di intai sekelompok srigala


__ADS_3

Ares mengantar Rubi hingga kekediaman nya. Walaupun hanya sampai didepan gerbang. Karna Ares belum mempersiapkan diri untuk bertemu keluarga besar Rubi.


Dari balik gerbang ia bisa lihat Danny sudah ada dirumah. Nampak dari mobilnya yang terparkir digarasi yang masih terbuka.


"Kau benar benar tak mau masuk kedalam?" Tanya Rubi sedikit menunduk dari luar.


"Aku harus mempersiapkan diri untuk bertemu keluarga mu sayang .. biarkan saja ini berlalu. Aku akan mencari waktu yang tepat."


Kata kata sayang yang Ares tujukan untuk Rubi, berhasil membuat Rubi tersipu malu.


"Baiklah hati hati dijalan..."


Rubi melambaikan tangan nya pada Ares yang sudah melajukan mobilnya.


"Ternyata teman ku berhasil juga menemukan mu..."


Suara Danny mengejutkan Rubi yang masih memandangi mobil Ares yang mulai menghilang dipenglihatan nya.


"Dan kau memperlakukan teman mu seperti tak percaya padanya."


Jawab Rubi saat mengikuti Danny masuk kedalam pekarangan rumah.


"Bukankah kau sudah tau juga?"


Danny tersenyum meledek Rubi. Sebenarnya sudah jauh hari ia memberi tahu Rubi bahwa temannya yang bernama Area sudah jatuh hati saat ulang tahun pernikahan orang tua mereka.


Dan sejak saat itu juga lah, Rubi selalu menolak perjodohan dari orang tuanya.

__ADS_1


Ia bahkan tau bahwa mereka hanya anak angkat. Dan berketurunan srigala.


"Kau jangan menyalahkan ku juga Danny .."


Danny tersenyum menggoda Rubi yang terlihat tersipu malu saat membahas soal Ares.


"Syukurlah kau juga mencintai nya. Jadi teman ku tak akan menyandang gelar perjaka tua... Hahahah"


Danny masuk kerumah mendahului Rubi yang menatap nya tajam.


Perjaka? Benarkah itu?


Senyuman merekah dibalik bibirnya. Ia membayangkan bahwa Ares menjadikan nya wanita pertama dalam segala hal. Dan itu menyenangkan.


Disuatu tempat tak jauh dari kediaman Rubi. 3 orang lelaki mengintai Rubi. Ia terlihat senang setelah mengetahui Rubi tumbuh dengan baik.


Ucap salah seorang dari mereka yang terlihat pendek dan hitam.


"Karna dia anak ku .. sedang kan kau bukan keturunan ku..." Jawab lelaki yang ia panggil ayah.


"Jangan selalu bertengkar. Kau masih saja mengungkit hal itu. Dengar! Besok malam kota akan kesini lagi. Kita akan membawa pemuda berambut coklat itu ke daerah kita. Dia harus tau siapa dia sebenarnya, dan dari mana asalnya."


Perkataan seorang pria yang menengahi pertengkaran antara ayah dan anak itu. Memang mereka terlihat berbeda. Entah mengapa panggilan ayah sudah begitu melekat untuknya.


"Tapi ingat... Sebagai ayah... Kau jangan pilih kasih. Ingat juga aku sebagai anak mu... Selama ini aku telah menemani mu pak tua."


Pria pendek hitam tersebut menepuk sebelah bahu pria yang ia panggil ayah.

__ADS_1


"Kita harus kembali... Jangan sampai seseorang melihat kita. Apa lagi Marcho... Kita bisa hangus jadi abu." Ajak lelaki penengah tersebut.


"Apapun kehebatan nya... Aku akan lawan pria yang bernama Marcho itu... Dia akan tau berhadapan dengan siapa." Jawab pria pendek hitam tersebut.


"Susahlah jangan membual... Kau benar benar bukan keturunan ku..."


Mereka meninggalkan area perumahan Rubi. Menyelusup dalam gelap. Berusaha untuk menyelesaikan misi mereka.


Danny mendengar semua percakapan mereka bertiga. Karna mereka berdiri pas disebelah pos satpam.


Sebelum Rubi pulang ia mencium bau aneh disekitar rumahnya. Amis darah membuat hidungnya meringis tak tahan.


Ia khawatir dengan Rubi. Sekumpulan bangsa srigala yang pernah mengikuti ya saat kuliah. Ia yakin itu masih mereka.


Setelah mendengar mobil Ares berhenti ia melihat kebalik gerbang. Benar saja dugaan Danny. Disana ada 3 orang yang sedang mengintai Rubi dengan pakaian yang tak biasa.


Setelah menemani Rubi sampai masuk kedalam rumah. Ia kembali ke pos satpam dan mendengar semua obrolan ketiga pria itu dengan jelas karna pendengaran nya yang mulai tajam.


"Kalian takan bisa membawa ku.... "


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2