SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
9. Masih seperti yang Dulu..


__ADS_3

Marcho berpikir sejenak lalu mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan pada EL.


Hi EL... Ini aku Marcho...


Ada kejadian apa, hingga para polisi menutup semua akses sekitar gunung Rosten.


Marcho memperhatikan temannya dari atas bukit. Mungkin karna kesibukannya, EL tak melihat ponselnya.


Apa aku harus menghampirinya?


Sial...


Marcho berlari menuruni bukit supaya cepat sampai ke depan EL. Ia berjalan pelan mendekati pria yang sudah terlihat tua dari nya.


"EL..."


Marcho menepuk pelan pundak EL. Lelaki itu langsung membalikan tubuhnya melihat sekilas wajah pria yang menyapa nya.


"March..."


EL langsung memeluk sahabat yang telah lama tak ia temui. Mata nya nampak berkaca kaca.


"Kau masih seperti yang dulu March..."


Sapa EL memperhatikan Marcho. Ia menepuk nepuk lengan Marcho yang masih kokoh seperti saat mereka bersama sama bertugas.


"EL... Apa yang terjadi disini...?" Marcho tampak serius.


"Seseorang telah meninggal disini March... Kepalanya hilang tak ditemukan." Jelas EL serius.


"Apa penyebabnya?" Tanya Marcho lagi.

__ADS_1


"Sebaiknya kau lihat mayat korban."


EL mengajak Marcho berjalan kearah kantong mayat yang masih terletak dijalan.


Ulah siapa ini?


Bukankah mereka telah berjanji takan mengganggu manusia? Aku akan buat perhitungan dengannya.


"Lihat lah March... Anehnya lagi seperti nya si pembunuh sengaja membuat polisi bingung dengan kasus ini. Darahnya masih segar, tanda pengenal nya masih lengkap didompet celananya.


Dan satu lagi March... Kau tau dia membawa uang 1 milyar didalam mobil nya. Dan uang itu masih utuh tak tersentuh." Jelas EL yang juga bingung.


Pasti ini ulah mereka. Karna hanya mereka yang membutuhkan kepala manusia.


"EL... Bolehkah kita bicara sebentar..?"


"Tentu... Kita kesana saja..."


"Kau bisa percaya dengan ku sekarang EL... Ini bukan perbuatan manusia. Melainkan manusia srigala, yang ukurannya 10 kali ukuran srigala biasa."


Perkataan Marcho langsung ditanggapi serius oleh EL. Ia memikirkan perkataan Marcho, karna memang hanya bekas gigitan dibagian leher korban tadi.


"Jika benar yang kau katakan March... Kenapa dia melakukan pada manusia?


Aku pernah dengar jika mereka mempunyai perjanjian dengan manusia. Dan ternyata mereka mengingkari.."


EL menatap serius teman didepannya. Terbersit kecurigaan nya pada Marcho.


"Dan kau? Datang dari mana.. hingga kau bisa kesini. Bahkan kejadian ini belum disiarkan kemana mana."


Marcho tersenyum melihat EL. Ia menepuk pundak EL mengajak ketempat yang lebih sepi lagi.

__ADS_1


"Aku menuruni bukit itu.." ia menunjuk tempat ia berdiri melihat kejadian dijalan.


"Setelah melihat mu aku mengirimi mu pesan, tapi karna kau sibuk mungkin mengabaikannya. Makanya aku menghampiri mu untuk bertanya tentang hal ini." Sambung Marcho.


EL bertambah curiga, menuruni bukit yang ditunjuk Marcho butuh waktu 2 jam untuk manusia biasa.


"EL... Aku bukan manusia biasa. Tapi manusia srigala... Asal kau tau... Aku bisa menebak siapa yang telah berbuat curang pada korban tadi."


EL malah tertawa ia sampai terduduk menahan perutnya yang sakit karna tertawa.


"Ternyata teman ku mempunyai imajinasi yang sangat menarik."


"Baiklah..kau tak percaya? aku akan membuktikan padamu.."


Marcho mundur beberapa langkah kebelakang, stelah jarak nya dengan EL cukup jauh. Ia merubah wujudnya.


Seekor srigala yang sangat besar sedang berdiri didepan EL, pria tua itu terperanjak. Ia mundur beberapa langkah kebelakang.


Sedangkan Marcho hanya duduk melihatnya dengan kepala yang dimiringkan kesamping.


"March... Benarkah itu kau?"


EL mencoba memahami keadaan sekarang. Baginya tak mungkin Marcho itu menerkamnya seperti cerita March tadi.


"Marcho .. benar kah itu kau? Jika tidak aku akan menembak mu March..."


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2