
"Tolong aku.. dada ku sangat sakit..." Katanya lagi sambil meletakan tangan Lyodra didadanya.
"Apa yang kau rasakan?" Tanya Lyodra mengikuti lelaki itu membawanya duduk ditepi ranjang tempat tidur perawatan.
"Dada ku sangat sering sakit, bahkan berdetak dengan kencang. Nafasku juga rasanya tersengal sengal.." jawab Pria itu dengan suara beratnya.
"Danny? Kau kah itu?" Tanya Lyodra yang berusaha mengenali suara Danny.
"Danny? Siapa dia?" Tanya pria itu lirih tepat didepan telinga Lyodra.
Mata nya terpejam sesaat merasakan nafas yang berhembus langsung menusuk ke kulit nya. Dengan cepat Lyodra menetralisir kan kembali dirinya. Agar tak terpengaruh dengan keadaan ini.
"Lalu siapa kau?" Tanya Lyodra lagi.
"Aku masa depanmu..." Jawabnya mulai menggenggam tangan Lyodra dengan hangat.
"Jangan berani menyentuhku... Jika tidak kau akan menyesal" ancam Lyodra yang tak dapat melihat siapa pria didalam ruangan itu.
"Maafkan aku.." pria itu menjauhkan dirinya dari Lyodra.
"Tapi aku benar benar sakit..."
Lyodra berjalan kesaklar lampu dan menyalakannya. Ia melihat seorang pria yang sedang membelakanginya.
"Kenapa kau mematikan lampu?" Tanya Lyodra mengeluarkan peralatan dari kotak yang diberikan perawat tadi.
"Aku tak bisa tidur saat lampu menyala." jawab nya lantang.
"Baiklah aku akan memeriksa mu.. balikkan tubuh mu." Perintah Lyodra yang sudah berdiri disamping ranjangnya.
Pria itu membalikan tubuhnya. Dan kini ia dalam keadaan telentang. Lyodra menahan nafasnya saat melihat wajah tampan disana.
Tangan nya gemetar, kilasan masa lalu kembali mengusik pikirannya.
"Kau...?" Tanya Lyodra terkejut.
__ADS_1
"Aku merindukan mu sayang..." Pria itu duduk dan merengkuh pundak Lyodra untuk bisa dipeluknya.
Lyodra yang terpaku dalam pelukan nya, kini tersentak dari keterpanaan nya.
"Lepaskan.. " Lyodra menjauh darinya.
"Ada apa?" Tanya pria itu.
"Kau tak berhak lagi atas diriku Hector, aku sudah bertunangan. Dan sebentar lagi kami akan menikah. " Sarkas Lyodra menatap nya tajam.
"Sayang .." Hector, nama pria yang sedang bicara dengan Lyodra ini berdiri. Mencoba mendekati nya.
Lyodra terus berjalan mundur hingga membuka pintu kamarnya. Setelah sampai diluar Hector masih mengikutinya.
"Lyo... Tunggu aku.!" Hector berteriak memanggil namanya.
Danny... Dia harus membantu ku untuk bisa lepas dari bajingan Hector.
Lyodra dengan cepat meraih lengan Danny. Dan berjalan beriringan dengannya menghadap Hector.
"Bantu aku .." ucap Lyodra tanpa membuka mulutnya.
Hector yang melihat kejadian itu, langsung berhenti. Ia menunggu Lyodra menghampirinya.
"Sayang .. kebetulan sekali kau disini. Mari aku kenalkan pada teman lamaku.." ujar Lyodra dengan mesra pada Danny. Ia mengeraskan sedikit pelukan tangannya pada lengan kekar Danny.
Aku mengerti sekarang ..
Danny, saat nya tunjukan bakat mu.
Mungkin dengan cara ini kau bisa mendekati bibi cantik Ares.
"Aku kesini mau mengajak mu keluar melihat gaun pengantin." Sambut Danny dengan ramah. Ia melingkarkan tangannya kepinggang Lyodra.
"Danny, kenalkan dia Hector..."
__ADS_1
Dengan ramah Danny mengulurkan tangannya kearah Hector. Memperhatikan pria didepannya. Namun ketampanan Danny masih belun bisa dikalahkan.
"Sanang berkenalan denganmu Tuan Hector. Aku Danny... Tunangan Lyo..."
Perkataan Danny tepat sekali dengan apa yang telah Lyodra ucapkan padanya tadi. Hector mencoba untuk tetap tersenyum. Ia menjabat tangan Danny.
"Aku Hector jasper, teman Lyodra. Senang berkenalan dengan mu Tuan Danny." Sambut Hector dengan baik.
"Apa anda sedang sakit?" Tanya Danny basa basi. Mencoba bersikap baik didepan Lyodra.
"Ya... Bagian ini .." Hector menunjuk bagian kiri dadanya. Yang baru saja selesai melakukan operasi.
"Semoga anda cepat sembuh Tuan Hector .." Danny kembali menjabat tangan Hector.
"Sayang .. ikut aku sebentar..." Ajak Lyodra pada Danny.
Jantung ku seakan lepas mendengar ini...
Benarkah ini Lyodra?
Danny mengikuti permainan Lyodra. Ia pamit pada Hector dan berlalu meninggalkan pria itu.
Menatapi punggung Lyodra dan Danny menjauh dari nya. Hector menghela kan nafasnya kasar.
"Semua telah terbang dengan bebas....
Semua salahku.. tapi aku takan diam melihat mu..." Gumam Hector kembali masuk kekamar perawatan nya.
.
.
.
__ADS_1