SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Bunga ungu Rosten


__ADS_3

Loli menatap wanita didepannya dan Marcho karena mereka saling menatap.


Apakah mereka bicara dengan bahasa srigala? Mungkin saja dia Juliana wanita srigala yang kami cari.


'Apa alasan mu meminta kelopak bunga miliku?'


Marcho memberontak supaya Juliana melepaskan jebakannya. Dan ia kembali.mengibaskan tubuhnya.


'Terimakasih. Aku ingin mengembalikan jiwa kakekku lagi. Agar bisa kembali bersama kami.'


Juliana terlihat mengernyitkan keningnya. Ia menatap Loli sebentar.


"Apa dia benar benar suami mu?" Tanya Juliana tiba tiba kepada Loli.


"Ya dia suami ku, dan kami saling mencintai." Jawab Loli mantap.


"Baiklah.. kembalilah kewujud manusia mu srigala."


Juliana berjalan kearah rumahnya tanpa melihat seperti apa wajah tampan Marcho. Loli mendekati Marcho yang telah kembali seperti manusia dan mengikuti Juliana kedalam rumah.


"Siapa nama kakekmu keturunan Eleanor?" Tanya Juliana yang belum memanggil nama Marcho.


"Ferdinand Tores."


"Ferdinand Tores, pria yang mengejarku beberapa tahun silam. Tapi kami terpisah karena ayahnya menikahkannya dengan Monica. Wanita yang sangat mencintai Ferdinand."

__ADS_1


Juliana sedikit mengenang masa lalunya. Senyuman tampak tersungging dibibirnya. Ia memberikan sebuah botol kepada Loli.


"Simpanlah ini. Berikan padanya. Jiwa nya akan kembali sebagai salah satu dari kami bangsa srigala" terang Juliana menerangkan reaksi dari obat didalamnya.


"Apa kau bisa merubahku menjadi seperti kalian?" Tanya Loli tiba tiba. Dan itu mengejutkan Marcho dan Juliana.


"Apa yang kau harapkan dengan menjadi seperti kami?" Juliana mencari tau alasan Loli ingin merubah dirinya.


"Aku ingin selalu bersmaa suamiku. Dan tak ingin menua sendirian." Jawab Loli.


"Dasar manusia.. mereka tetap tak merasa puas akan apa yang ditekdirkan kepadanya."


"Aku bersungguh sungguh Juliana." Loli mendekati Juliana sambil memegang tangan wanita cantik itu.


"Sayang, jangan berpikiran seperti itu lagi. Kau takan berubah menjadi apapun."Marcho menarik lengan Loli dan melarangnya untuk berpikir seperti itu.


"Apakah benar itu bisa membuat ku menjadi seperti kalian?" Tanya Loli yang masih penasaran dan senang hati mendengar pekataan Juliana.


"Kami akan bicarakan nanti. Terimakasih telah membantu kami." Marcho ingin segera pergi dari tempat itu sebelum Loli bertingkah nekat.


"Datanglah berkunjung lebih sering" Juliana bisa merasakan bahwa mereka bersua adalah orang yang baik. Dan kejujuran ada dimatanya.


"Satu lagi Juliana, kakekku sudah sangat lama tidak bersama Monica. Semoga kalian bisa bertemu kembali."


Marcho keluar rumah tanpa mendengarkan ucapan, Juliana yang tiba tiba terdiam setelah mendengar ucapan Marcho.

__ADS_1


'Lebih kalian panggil keluarga kalian kesini. Jika tidak sesuatu yang buruk akan mencelakakan kalian semua'


Juliana mrmperingati melalui bahasa srigala. Marcho menoleh kearah Juliana menunggu ucapan wanita itu. Juliana mengangguk dan memperhatikan Loli.


'Istrimu dan dirimu sedang diintai mereka karena kau telah membunuh peliharaan mereka'


Marcho menatap Juliana lagi. Kali ini ia harus mendengarkan Juliana. untuk menjamin keselamatan Loli dan juga dirinya.


Marcho mengambil sebuah ponsel dari saku mantel Loli. Ia melakukan sambungan telepon kepada Eleanor. Dan usaha itu gagal karena sekitar gunung tak.memiliki signal yang baik untuk menggunakan ponsel.


"Bicaralah dengan telepati. Eleanor akan langsung mengetahui keadaan kalian."


Marcho melakukan apa yang dikatakan Juliana ia melakukan panggilan ke ibunya dan menyuruh mereka datang kekediaman Juliana.


Eleanor mendapat kabar dari Marcho, sesuatu yang bahaya sedang mengintai mereka saat mereka akan pulang kembali ke kediaman mereka.


.


"Sayang ajak Ayahmu pergi ke gunung Rosten. Mereka telah mendapatkan bungauy ungu Rosten. Aku mendapat kabar dari Marcho jika mereka dalam bahaya jika kembali pulang"


Eleanor mendekati Steven yang sedang santai duduk.menatap televisi.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2