
Masih flash back on
"Ayah?"
"Anakmu lahir kau tak memberitahukan ku."
"Maaf ayah..." Steven menyambut kedatangan Ferdinand dengan sebuah pelukan.
"Apa dia seorang laki laki?" Tanya Ferdinand menatap bayi mungil yang sedang berada dalam gendongan Eleanor.
"Ya, dia sangat mirip dengan mu.." Steven sangat senang ketika melihat sang ayah mengunjungi keluarga kecilnya.
Ferdinand berjalan kearah bayi mungil itu. Ia mencoba menggendongnya. Eleanor memberikan tanpa ada rasa curiga pada Ferdinand.
Ferdinand membawa bayi itu menjauh daei mereka. Steven dan Eleanor saling menatap. Ada perasaan cemas dihatinya.
Tiba tiba ada seekor srigala berlari menghampiri Ferdinand. Dengan sigap Ferdinand membawa masuk bayi itu kedalam rumah. Begitu juga Steven dan Eleanor menyusulnya dari belakang.
"Siapa dia El?"Steven dengan gerakan cepat mengunci pintu.
"Aku tidak mengenalnya..." jawab Eleanor tak mendapatkan hasil.
"Terima kasih Ayah telah menyelamatkan Marcho." Ferdinand tersenyum pada Steven. Ia juga takut membayangkan bayi mungil tak bersalah ini menjadi santapan Srigala lapar.
"Pindahlah kerumah Stev..." Ferdinand menatap hangat putranya.
Tiba tiba hewan tadi masuk melalui jendela yang sudah ia pecahkan dulu. Dan melihat dengan buas apa yang digendongan Ferdinand.
Dengan gerakan cepat Steven menghalangi hewan yang mencoba melukai putranya. Dan benar saja Steve terkena terkaman kuku tajam hewan itu. Hingga bagian dada nya keluar.
__ADS_1
Melihat itu Eleanor berlari kearah hewan yang menyerang suami nya. Tiba tiba ia juga berubah menjadi seekor srigala. Mereka bergulat dan berkelahi hebat. Sampai akhirnya hewan yang menyerang mereka itu mati.
"Stev... sayang bangunlah.." Eleanor mendekati tubuh lemas pucat Steven yang sudah banyak mengeluarkan darah.
"Kumohon... bangunlah Stev... Steven!!" Eleanor mengumpulkan bagian tubuh Steven yang keluar dengan mengikatkan kain sampai kepunggungnya.
"Tolong selamatkan putraku..." Ferdinand meneteskan airmata melihat kondisi putranya.
"Ferdinand, bisakah kau menjaga Marcho beberapa hari ini? Aku akan menyembuhkan Steven kesuatu tempat." Eleanor menatap hangat Ferdinand.
"Pergilah... lakukan apapun untuk kesembuhannya" jawas Ferdinand yang tak ingin putra nya meninggal.
"Bahkan kau rela menukarkan nyawamu Ferdinand?" Suara berat itu datang lagi. Kali ini tepat berada disebelah telinga Ferdinand.
"Andai bisa aku akan melakukannya." Ferdinand meneteskan air mata.
Tiba tiba bayi yang digendong Ferdinand terlepas dengan cepat Eleanor menangkap Marcho.
Sementara Ferdinand lenyap bagai debu. Eleanor menangis melihat pengorbanan Ferdinand untuk suaminya. Ia memeluk Steven yang mulai sadar. .
"Sayang.. kau kembali..."
Seluruh tubuh Steven tiba tiba mengejang, Eleanor menyentuhnya dan terasa sangat panas.
"Roberto, apa yang terjadi padanya?" Eleanor bertanya pada Roberto yang masih berdiri disana.
"Karna darah srigala yang menerkam Steven tadi. Sepertinya ia akan bergabung dengan bangsa mu Eleanor.
Jika kalian ingin Ferdinand kembali. Kirim seseorang padaku. Yang mau tinggal untuk menggantikan Ferdinand. Sangat lebih baik jika itu keturunan kalian Eleanor." Roberto menghilang dari ruangan itu.
__ADS_1
Steven berubah menjadi seekor srigala. Ia tergeletak lemas dilantai. Eleanor meletakan Marcho yang sejak peristiwa tadi tertidur.
Beberapa hari berlalu. Steven sudah pulih. Eleanor menceritakan segala kejadian dirumah itu. Ia sangat merasa bersalah karena ayahnya yang menjadi tumbal atas kehidupan nya.
Saat Marcho berusia 15 tahun mereka melakukan perjalanan jauh untuk menyelamatkan kembali Ferdinand. Namun naas, pesawat yang mereka tumpangi terjatuh. Eleanor dan Steven tak ditemukan. Namun Marcho selamat.
Marcho diselamatkan oleh penumpang didalam pesawat itu. Dan merawatnya hingga kini. Marcho menganggap Lorent sebagai ibunya.
Flash back offl
"Jadi apa yang terjadi dengan ayah dan ibuku?" Tanya Marcho sangat antusias mendengar cerita Ferdinand.
"Mereka masih hidup. Seseorang pernah berkata, mereka selalu mengawasimu."
Marcho terdiam memikirkan ucapan kakeknya. Ia tak berpikir jika kakeknya mengorbankan kehidupannya hanya demi.mengembalikan kehidupan Ayahnya.
"Kakek... apa akubisa mengembalikan mu lagi?" Tanya Marcho menatap hangat lelaki itu.
"Waktu ku telah habis Marcho..."
Ferdinand berjalan menjauh. Ia menghilang ditelan gelapnya malam.
Aku akan berusaha mengembalikan mu kakek. Ku berjanji.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...