SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Adil


__ADS_3

"Suara apa sayang?" Tanya Marcho mencoba membawa Loli ketepi tempat tidur.


"Suara itu... Marc... apakah itu kakek mu?" Loli menatap Marcho dengan wajah yang ketakutan.


Marcho mengerutkan keningnya. Mencoba memahami perkataan istrinya. Suara apa yang dimaksud Loli.


Marcho mengambil segelas air minum diatas nakas diaamping tempat tudurnya. Lalu meminumkannya pada Loli.


"Ceritakan padaku sayang.. apa yang kau dengar tadi?" Marcho pelan pelan bertanya pada Loli. Sambil membelai rambut Loli.


"Dia menyuruhku bekorban agar Ferdinand bisa kembali." Suara Loli bergetar ketakutan.


Itu pasti Robert atau Roberto seperti cerita kakek tadi. Kenapa dia meminta Loli?"


"Tenanglah, itu pasti Robert. Makhluk yang membelenggu ku. Nanti aku akan mencoba mencarinya." Marcho kembali memeluk Loli yang ketakutan.


"Kau mau kemana?" Loli menarik tangan Marcho yang tiba tiba hendak berdiri.


"Aku mau berpakaian sayang..." Marcho memberikan senyumnya pada Loli.


"Nanti saja. Jangan tinggalkan aku. Marc... aku sangat takut. Mengertilah" Loli menatap Marcho dengan tatapan menghiba.


"Tapi aku hanya memakai handuk sayang..." Marcho kembali duduk disamping Loli.


"Ada selimut Marc. Jika aku sudah tidur. Kau boleh beranjak."


Loli masuk kedada Marcho sambil merebahkan tubuh mereka. Ia memeluk tubuh hangat suaminya.


Marcho melepaskan handuknya yang basah kesembarang tempat. Ia kembali memeluk Loli. Menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh mereka.


"Ini sangat tak adil... sayang" Marcho mengecup kening Loli.

__ADS_1


"Kenapa Marc?" Loli mendongakan kepalanya.


"Aku polos begini, sementara istriku menutupi seluruh tubuhnya." Marcho mencoba mencairkan ketegangan Loli.


"Apa aku juga harus seperti mu?" Tanya Loli tanpa maksud apa apa.


"Terserah kau saja. Jika tidak biarkan aku mengambil pakaian ku sayang." Marcho memberikan Loli pilihan yang mungkin akan menguntungkan baginya.


"Jangan pergi... kau disini saja."


Dengan gerakan cepat Loli membuka semua pakaian nya. Melempar kesembarang tempat. Ia kembali memeluk tubuh Marcho yang sama sama polos dengan nya.


"Begini jauh lebih baik..." Marcho mencium bibir Loli dan Melu..matnya.


"Kau sangat modus sayang..." Loli tiba tiba tertawa mengetahui apa yang telah direncanakan Marcho.


"Baiklah.. ayo tidur. Aku lelah.." Marcho pura pura dihadapan Loli.


"Ya.. aku juga sangat mengantuk."Loli membalas tingkah suaminya. Ia membelakangi tubuh Marcho. Menahan tawa sambil menutup mulutnya.


"Marc.... kau curang"


Loli protes karna tiba tiba senjata Marcho masuk kebagian bawah Loli. Secara lembut ia memompa Loli yang mulai merasakan hal yang nikmat.


Tangannya mulai menjelajah tubuh bagian depan istrinya. Ia mere..mas pelan payu..dara Loli yang menggemaskan.


Satu tangan nya menjalar kebawah Loli memainkan Inti Loli hingga sebuah teriakan keluar dari mulut istrinya.


"Aaakhh... sayang... lebih kencang" desa..han Loli mulai memenuhi ruangan itu.


"Mmmppphh... aaah..." terasa ada tumpah dibagian bawah Loli. Ia mendapatkan pelepasan sempurna hingga tubuh nya langsung terasa lemas.

__ADS_1


Marcho membalikan tubuh Loli. Menaiki tubuh istrinya. Memainkan payu..dara indah yang menantangnya selagi Loli merasakan kenikmatan setelah pelepasan tadi.


Marcho mencium bibir yang sedang ternganga itu dan langsung melu..matnya. menjelajahi lebih dalam. Membelit lidah dengan nafas yang menderu kencang.


"Sayang... aku mencintai mu.." Marcho berbisik ditelinga Loli. Menjilati organ paling sensitif pada Loli. Tubuh itu bergetar merasakan geli dengan sensasi basah.


Marcho memasukan pelan pelan senjatanya. Lalu mengeluarkan lagi. Desa..han terdengar lembut dibibir Loli.


Marcho menggesekan senjatanya keinti Loli. Itu menimbulkan sensasi yang luar biasa. Tubuh Loli seketika seperti dijalari hawa panas. Marcho melakukan beberapa kali.


Ia sangat pandai memuaskan sang istri. Hingga mata Loli membola dan terpejam secara bergantian.


Ia menancapkan kembali senjata nya yang siap mengeluarkan peluru. Memompa secara lembut. Hingga mempercepat tempo gerakannya. Kali ini Loli melepaskan suaranya. Mulai mende..sah berteriak dan mengerang.


Hingga mereka sama sama mendapatkan pelepasan bersamaan. Marcho ambruk diatas tubuh istrinya. Dengan senjatanya yang masih menembak didalam sana.


Dirasa puas, Marcho merebahkan tubuhnya disamping Loli. Ia menatap Loli yang juga menatapnya sambil tersenyum.


"Semoga saja yang kau berikan kelak menjadi nyawa Marc." Loli berharap akan seorang buah hati.


.


.


.


Bersambung...


Hujan hujan begini... disuguhi yang panas panas ya der... biar ga bosan baca nya.


Author sengaja membuat sesi bercinta mereka yang berbeda beda. Semoga bisa menghibur.

__ADS_1


Terima kasih sudah langgeng menikmati cerita Author sampai disini. Jangan lupa like dan koment ya der. Like kalian sangat berarti bagi ku. Setara dengan mas 24 karat. Wkwkkwkwkwkw...


Salam cintooh ...


__ADS_2