SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
53. Hanya berbincang?


__ADS_3

"Ayo masuk... Disana ada Samuel dan keluarganya. Aku sudah menghubungi Jack Jasper dan dia akan segera sampai disini." Bisik Eleanor pada mereka berdua.


"Marcho...?" Samuel melihat Marcho dengan tatapan aneh. Ia mencoba menyembunyikan rasa bencinya.


Dan langsung berdiri untuk mengulurkan tangannya pada Marcho.


"Marcho... Aku ayah Ares... Senang bertemu denganmu Tuan Samuel." Sapa Marcho ramah.


Sementara Ares mengajak Rubi untuk menghindar dari kegiatan para orang tua tersebut. Ia mengajak Rubi kekamarnya.


Juliana melihat mereka berjalan dengan pandangan aneh. Ia merasa postur tubuh Rubi tak bersikap saat pertama kali kerumah ini. Ia terlihat lebih berani dengan Ares. Tentu saja mereka yang dewasa bisa melihat itu.


Dia memperhatikan Samuel dengan seksama. Terdapat banyak kepura puraan diwajah pria tua 11 itu. Senyumnya penuh kepalsuan.


Eleanor menyadari tingkah Juliana. Ia sedikit menyenggol lengan Juliana. Wanita itu seperti tersentak dari lamunannya.


"Mereka tamu kita Lian.. jangan melihat seperti itu." Bisik Eleanor dekat telinga Juliana.


"Dia juga sama seperti kita Eli..." Balas Juliana dengan suara sangat pelan.


"Aku tau... Ikuti saja permainannya." Balas Eleanor.


Mereka memperhatikan perbincangan Samuel, Steven dan Marcho. Sebagai keluarga Rubi Danny juga ikut andil didalamnya.


"Maksud kedatangan kami sebagai keluarga Rubi ingin memperjelas soal hubungan anak anak kita Tuan Marcho. Kurasa mereka sudah berhubungan cukup jauh." Basa basi Samuel pada Keluarga Ares.


"Kami mengerti maksud anda tuan Samuel. Bahkan sangat mengerti. Bagaimana jika kita menunggu seorang teman. Dia sudah dalam perjalanan kesini." Sambut Marcho dengan ramah.


"Ares dan Rubi memang saling mencintai, kami ingin mereka menikah dan membina kehidupan rumah tangga. Semoga tak ada halangan untuk mereka." Juliana menyampaikan keinginan hatinya dan keluarganya.

__ADS_1


Walau bagaimana pun, Rubi wanita yang baik, dan Ares sangat mencintai nya. Dalam arti kata mereka saling mencintai. Juliana tak ingin kisah cinta mereka berakhir oleh karena dendam Samuel yang tak jelas ujung pangkalnya.


"Saya sangat setuju dengan anda Nyonya." Samuel mendukung keinginan hati Juliana.


Terdengar deru mobil dihalaman depan. Seorang pria yang bertubuh besar keluar dari mobilnya. Dia berpakaian rapi lengkap dengan setelan jasnya berwarna hitam. Menambah kesan tampan untuk seorang Jack Jasper.


Ia melangkah masuk dengan gagahnya. Juliana berdiri menyambut kedatangan Samson didepan pintu.


"Masuklah nak..." Dengan senang hati, Samson memeluk Juliana bagaikan orang tuanya.


"Apa kabar bibi? Aku merindukan mu... beberapa hari kita tak bertemu, terasa sangat lama sekali..." Ucap Samson terkekeh kecil memangku Juliana berjalan hingga keruang tamu.


Samuel terbelalak tak percaya. Ia menatap Samson yang menurutnya sangat aneh, jika Samson kenal dekat dengan keturunan Tores.


Berkat Rubi, tanpa sepengetahuan ayahnya. Ia bertemu dengan Samson menceritakan segala hal yang gak diketahui oleh sepupunya. Dan disana Samson menjadi mengerti dengan siapa dia selalu berbincang penuh kehangatan. Dan dengan siapa dia telah membuat perjanjian untuk melenyapkan keluarga Tores.


Rubi berdiri memeluk kakak sepupunya. Begitu juga Danny.


"Bibi, paman... Apa kabar kalian... Dan kalian terlihat ... Mmmm .." Samson menggantung ucapannya. Dengan menyunggingkan senyuman nakal pada Steven dan Eleanor.


"Sudah lah nak... Jangan menggoda ku" tegas Steven dengan senyuman dibibirnya.


"Marcho... Lama tak bertemu.." Jack Jasper memeluk Marcho sebagai tanda persahabatan diantara mereka.


Sementara itu Samuel yang melihat kejadian itu, terlihat aneh dan berpikir keras. Dengan apa yang ponakannya ini lakukan.


Apa dia mendahului ku?


Dia sedang berakting diantara keluarga ini...

__ADS_1


Bagus .. dia sangat menyayangi Paula. Tak mungkin Dia membiarkan Paula mati. Hahah


Samuel berargumentasi dengan pikirannya. Ia terlihat sangat senang.


"Paman... Kenapa kau tak mengajak ku?" Sapa Samson saat melihat Samuel yang sedang berbinar binar.


"Sekarang itu tak penting lagi... Kau sudah disini. Dan keluarga kita telah berkumpul. Ayo lanjutkan perbincangan kita.." jawab Samuel dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya.


"Apa kita hanya akan berbincang?" Tanya Marcho meledek Samuel.


.


.


.



Hi dear...


Jangan lupa dukungannya untuk Author ya.


mohon maaf apabila Author update tidak tepat pada waktunya. Dikarena kondisi tubuh belum terlalu stabil. Jadi jika ada waktu luang, Author mencicil karangan hingga tersusun lebih dari 500 kata.


Dan Ares Rubi akan tamat dalam beberapa bab lagi. Bantu Author dengan doanya ya. Author ingin cerita ini berakhir dengan baik dan bahagia. Supaya kalian puas dengan akhir kisah Ares dan Rubi. Walaupun ini tak sepenuhnya tentang mereka. Karna ada banyak tokoh yang menarik untuk diikut sertakan.


Terimakasih atas dukungan kalian selama ini. Aku doakan semoga kalian dalam keadaan sehat selalu. Karena kesehatan itu sangat mahal harganya.


Salam cintooh ..

__ADS_1


Calisa Ardi


__ADS_2