
"Jangan keluar... Bahaya."
"Akan lebih baik memeriksa, kita akan pindahkan pohon kecil yang tumbang ini. Mungkin musim hujan, makanya pohon yang tumbuh dilereng bukit itu menjadi mudah longsor." Jawab Alex dengan pikiran positifnya.
"Alex..!!" Tangan Alex berhenti saat akan membuka pintu mobil.
"Ada apa..?" Tanya nya menoleh kearah Bill.
"Lihatlah didepan kita..."
Bill menunjuk kedepan mobil. Disana sudah berdiri seekor srigala berbulu putih. Dia menetap mereka dari luar mobil.
"Apakah itu srigala? Kenapa sebesar itu? Bahkan mengalahkan tubuh beruang.." bisik Alex, agar srigala itu tak mendengar mereka.
"Aku mendengar kalian... Dengarkan perkataan ku baik baik..."
Suara Marcho membuat mereka sama sama terdiam.
"Apakah dia bicara dengan pikirannya pada kita?" Tanya Bill heran dengan wajah yang telah pucat.
"Benar... Dengarkan apa katanya..." Sambung Alex.
"Aku penjaga gunung Rosten. Diatas bukit sana ada dua kawanan srigala yang sudah mengintai kalian dari beberapa waktu lalu. Aku takan menyakiti kalian. Hanya tak ingin gunung Rosten ini dikenal sebagai tempat pembantaian manusia oleh srigala yang telah mengingkari janjinya.
Kalian harus percaya padaku. Keluarlah dari mobil... Dan berlari kebelakang mobil ini. Disana akan ada Ayahku yang akan membawa kalian ketempat yang aman."
Marcho berhenti bicara sambil memperhatikan apa yang akan dilakukan dua manusia ini. Apakah dia akan patuh atau tetap didalam mobil.
"Keluarlah... Aku akan berpura pura mengejar kalian... Atau kau akan aku tinggalkan disini. Untuk makan malam kedua srigala lapar itu .."
__ADS_1
"Aku akan keluar..."
Bill membuka pintu mobil. Menatap srigala yang sangat besar di hadapannya. Juga merasa takjub karna bisa berkomunikasi dengan seekor srigala.
Diikuti oleh Alex yang juga keluar dari mobil. Ia membawa Dokumen yang akan mereka antar. Sesuai arahan Marcho, mereka berlari kebelakang mobil.
Mereka melihat sosok Steven yang sudah menyediakan kereta sepeda yang menyerupai kendaraan santa Claus.
"Naiklah... " Perintah Steven.
Kereta itu melaju dibelakang mobil van. Dan seketika hilang. Sementara Marcho berpura pura mengejarnya.
Ia pun sembunyi dibalik sebuah pohon pinus yang besar diseberang jalan.
Melihat kedua srigala itu turun dengan cepat dari atas bukit. Mencari kedalam mobil sosok manusia yang telah mereka intai. Merubah wujudnya lagi menjadi manusia.
Marcho mengamati dengan teliti wajah wajah yang telah membuat keresahan digunung Rosten ini.
"Aku sebenarnya sudah jijik menangkap kepala manusia lagi. Selera makan ku jadi berkurang." Jawab temannya.
"Sudahlah... Ayo kita pulang..." Ajak salah seorangnya.
"Tapi... Apa kau lihat srigala putih itu? Srigala legenda... Ternyata ia benar benar ada. Kita takan mampu menghadapi nya."
"Sudahlah .. biarkan itu urusan Dia. Kita tak ada masalah dengan srigala legenda itu. Aku tak berani mengambil resiko."
"Tapi... Mengapa dia juga mengejar manusia?"
"Entahlah... Bukan urusan kita. Lebih baik kita mencari hewan buruan dihutan Rosten ini. Pasti akan sangat lezat. Mumpung aku sedang berselera"
__ADS_1
Mereka mendaki bukit dengan cepat, tentu saja dengan sosok srigala mereka.
Dia? Siapa yang mereka maksud? Jadi... Buruan itu untuk seseorang yang mereka panggil Dia? Aku harus mengikuti mereka..
Marcho berjalan dibelakang agak jauh dari dua kawanan itu. Berhati hati tanpa mengeluarkan suara berisik.
'Ayah... Aku akan mengikuti dua kawanan srigala ini.' Marcho mengirim pesan pada Steven.
"Marcho... Kau membohongiku .." gumam Steven.
"Akan aku antar kalian ketempat yang aman. Besok pagi kembalilah ketujuan kalian. Jangan melewati jalan ini saat malam hari. Beruntung aku dan anakku sedang berburu dihutan. Jika tidak kalian sudah tamat."
Alex dan Bill bergidik mendengar perkataan Steven. Mereka saling melihat. Dan melanjutkan lagi perjalanan kembali ke mobil Van mereka.
"Biarkan aku yang menyetir..." Tawar Steven.
"Baiklah Tuan." Jawab mereka serentak.
"Dan sembunyikan semua yang kalian lihat tadi."
.
.
.
Dukung Author dengan memberikan Like vote and koment menarik kalian. Agar Author lebih bersemangat lagi.
__ADS_1
salam cintooh..