SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Ferdinand kembali


__ADS_3

"Sayang ajak Ayahmu pergi ke gunung Rosten. Mereka telah mendapatkan bunga ungu Rosten. Aku mendapat kabar dari Marcho jika mereka dalam bahaya jika kembali pulang"


Eleanor mendekati Steven yang sedang santai duduk menatap televisi.


"Baiklah kita akan berangkat sekarang" Steven langsung berdiri mematikan televisi.


Steven memanggil Roberto, dengan kekuatan yang ia miliki. Tak berapa lama Roberto datang dan berdiri disampingnya.


"Kalian sudah mendengarnya?" Roberto bertanya pada Steven dan Eleanor.


"Kita harus kegunung Rosten membawa Ferdinand." Jawab Eleanor cepat.


"Mereka membunuh peliharaan seseorang dihutan sana. Seekor ular phyton. Ia pemilik suku mayana. Itulah sebabnya Marcho dan Loli tak bisa kembali pulang melewati jalan itu" jelas Roberto.


"Kau tau semua?" Tanya Steven terheran mendengar kabar mengenai anak dan menantunya.


"Ya.. agar setiap suku bisa damai.. setelah membantu Ferdinand kita harus melakukan pertemuan dengan kepala sukunya. Agar tak menjadi dendam antara mayana dan bangsa srigala."


Jelas Roberto. Kabut gelap tiba tiba memenuhi ruangan tempat mereka berada. Roberto hanya tersenyum melihat keheranan Eleanor dan Steven.


Dan kabut itu telah menutupi diri mereka satiu persatu. Mereka tak lagi saling melihat.


Terasa hawa dingin merasuki tubuh mereka hingga terasa ketulang. Udara sejuk terhirup oleh Steven dan Eleanor. Kabut perlahan memudar lalu menghilang.


Mereka berdiri didepan sebuah rumah kayu kecil yang unik. Ketika Eleanor menoleh kesampingnya. Ia melihat Roberto dan Ferdinand sedang bicara dengan seorang wanita cantik. Disana mereka juga melihat Marcho dan Loli.


Apa itu Juliana? Aku tak bisa melupakan kecantikan nya.

__ADS_1


Eleanor dan Steven berjalan mendekati sekumpulan orang yang mereka kenal.


"Robert, jika kau bisa melakukan ini kenapa bersusah payah menyuruh Marcho kemari?" Teriak Steven saat mendekati mereka.


"Karna adanya sebuah pengorbanan akan membuahkan kemenangan." Jawab Roberto singkat.


"Dasar makhluk aneh!" Eleanor menggerutu dengan senyuman dibibirnya.


"Halo Eli.. apa kabar mu?" Juliana mendekati Eleanor dan memeluknya.


"Juliana kau semakin cantik.. kabar ku baik" jawab Eleanor memuji kecantikan Juliana.


"Mana Ferdinand aku tak melihat nya.." Juliana mencari keberadaan Ferdinand.


"Sejak tadi ia berdiri disamping mu sayang..." Eleanor menunjuk makhluk yang terlihat kaku, pucat dan berbau busuk itu adalah Ferdinand.


Ferdi.. apa itu kau..?


Juliana mendekati pria itu. Ferdinand tersenyum padanya saat Juliana menghampirinya.


Namun ia segera berbalik pada Loli. Mengambil botol yang berisi bunga ungu Rosten. Dan berjaan kearah Ferdinand. Ia menumpahkan kekepala Ferdinand.


Dan mengambil dua kelopak yang sudah ia sediakan. Lalu menyuapkan kedalam mulut Ferdinand.


Ferdinand langsung tumbang setelah bunga ungu Rodten bereaksi ditubuhnya. Kabut hitam menyelimuti tubuh yang berbau busuk itu.


Roberto mendekati Ferdinand. Ia menutupi seluruh tubuh nya dan juga Ferdinand dengan kabut hitam yang sulit ditembus oleh mata.

__ADS_1


Semua menyaksikan kejadian itu. Mereka berharap Ferdinand bisa kembali walaupun dengan wujud yang berbeda.


Juliana mendekati kabut itu. Sementara Loli,Marcho, Eleanor dan Steven tetap berdiri ditempatnya. Menunggu hal apa yang akan terjadi pada Ferdinand.


"Tugasku telah selesai, aku bisa beristirahat dengan tenang. Jaga diri kalian." Roberto menghilang bersama kabut hitam itu.


"Ayah..?"Steven melihat sosok lelaki yang tak lagi berwajah kaku dan pucat. Ia melihat kembali ayahnya yang telah lama hilang.


"Apa ini berhasil?" Ferdinand memandang dirinya sendiri. Walau pakaiannya lusuh tapi ia melihat kulit manusia disana.


"Sebaiknya kau bersihkan dulu tubuh mu Ferdi.." Juliana mendekati Ferdinand dengan membawa beberapa pakaian untuk nya.


"Terimakasih." Ferdinand berjalan kearah kamar mandi Juliana. Hatinya sangat lega sekarang. Kini ia bisa merasakan dinginnya air. Dan udara sejuk ditempat ini.


"Apakah itu kakek?" Marcho tak percaya melihat Ferdinand yang lebih tampan dari fotonya.


"Ya nak, kau sangat mirip dengan nya." Jawab Steven dengan senyuman diwajah nya.


"Apa dia sekarang juga srigala?"


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2