
Berlari ditengah hutan dengan kecepatan yang luar biasa. Ia menoleh kekiri kekanan, dan menemukan seekor rusa sedang memakan rumput dekat sebuah pohon. Dia memperlambat laju kakinya.
Bersembunyi dibalik pohon satunya, hingga rusa itu berjalan semakin mendekat. Dengan sekali lompatan dia berhasil menerkam leher rusa, menunggu sejenak rusa itu terdiam dan langsung menyantap nya.
Marcho menyaksikan dari kejauhan. Dia berpikir mungkin srigala itu memang benar putranya. Karna dia masih Bisa memilih makanan, tak seperti srigala lainnya.
"Mungkin saja ia menyadari bahwa kami keluarga nya. Bahkan saat lapar ia bisa menahan agar mendapat makanan dihutan ini..."
Marcho berjalan mendekati nya dengan wujud manusia. Ia tersenyum memandang srigala didepannya.
"Apa kau kenyang?" Teriak Marcho berdiri agak jauh darinya.
Srigala itu menatap nya sebentar lalu menyantap lagi daging rusa segar didepannya.
"Coba lah berbicara padaku dengan caramu. Apakah benar kau anak ku Ares...?" Tanya Marcho lagi.
Sementara di kediaman Tores. Rubi mencari keberadaan Area dikamarnya. Dan ternyata tidak ada.
"Jadi memang benar ia srigala itu. Pacar ku bukan manusia..." Gumamnya sembari menutup pintu kamar Ares.
Ini sangat menyenangkan. Tapi apakah aku bisa bersama dengannya. Dan keraguan Gemma Ares tentang diriku...
Jika benar aku saudara kembar Danny, pasti aku juga mengalami hal yang dialami Danny. Kenapa aku sendiri juga ragu...
Ia berjalan penuh pikiran menusuk sampai kehatinya. Juliana mengetahui jika Rubi tengah memikirkan hal yang sama dengannya.
__ADS_1
Apa tidak apa apa jika aku bertanya padanya?
Dengan pemikiran yang lama, akhirnya Juliana menghampiri Rubi.
"Maafkan aku tentang hal tadi. Mungkin kau akan terlambat mengalaminya. Sedang kan Danny langsung merespon ancaman dari musuh. Tubuhnya memanas dengan cepat. Mungkin karna ia seorang pria. Jadi jangan memikirkan sesuatu yang membuatmu gelisah." Ujar Juliana.
Rubi mengikuti Juliana yang membawa nya duduk disofa. Sementara Eleanor membersihkan sisa daging mentah dilantai dapurnya. Juga ikut menoleh kearah mereka. Walaupun tak melihat langsung. Namun ia bisa mendengarkan percakapan mereka.
"Tidak apa apa Gemma.. aku sekarang bisa mengerti. Aku hanya mencemaskan keadaan Ares dan Danny. Ini sudah sangat lama." Jawab Rubi yang memang terlihat cemas.
"Ku yakin mereka akan baik baik saja. Diluar ada Steven dan Marcho. Sebentar lagi mereka akan pulang." Jawab Juliana yakin sambil menghibur Rubi.
"Semoga saja benar begitu... karna ayah pasti akan menghubungi kami." Jawab Rubi penuh harap.
"Apa kau bisa mendengarku...?" Teriak Marcho lagi.
'Daddy... Tenanglah sedikit. Aku memang putramu. Dan ini lah yang mengejarku dipemakaman kakek buyut. Sekarang ia bersamaku... Sesuatu yang tak pernah hilang dari seorang Ferdinand...'
Marcho mengangguk tersenyum senang, ternyata Ares tak dianugrahi keturunan itu dari lahir... Karna ia akan mewarisi itu dari kakeknya.
Benar benar pria payah... Disaat berkenalan dengan ku ia seperti hantu. Dan sekarang menghantui anakku dengan wujud srigalanya..
Ferdinand sangat berperan bagi kehidupannya. Dari dia yang tiba tiba menghilang dari jasadnya. Ditawan seorang aneh yang ternyata adalah kakeknya sendiri yang menyerupai hantu.
Membantunya mencari jati diri sebagai manusia atau kah sebagai seorang keturunan srigala.
__ADS_1
Dan akhirnya pilihan itu jatuh padanya sekarang. Yang membuat ia kehilangan wanita yang paling dicintainya.
Walaupun tak secara langsung Marcho penyebabnya. Karna itulah ia sangat susah menghilangkan perasaan bersalahnya pada Loli. Karna menanam benih dirahim istrinya.
Ares, yang menjadi putra kebanggaan dan yang paling ia sayangi. Apalagi Ares banyak mewarisi wajah ibunya. Juga sifat kelembutannya pada orang tua dan temannya.
"Setelah kau menghabiskan santapan mu, ubahlah kembali wujud mu sebagai manusia. Pemburu bisa menembak mu dengan wujud seperti ini.
Dan jangan berlama lama disini... Hutan ini penuh dengan mata..." Kata Marcho lagi menggoda putranya.
Mata?
Srigala itu nampak langsung menoleh pada Marcho. Karna Marcho tersenyum ia melanjutkan makannya lagi.
Kau benar benar putra ku... Admiral Arden Tores. Putra yang sangat dipertahankan oleh ibu mu...
Sikap keras kepala ibumu berada dikepalamu sekarang...
.
.
.
__ADS_1