
Rubi masih sibuk berjibaku dipikiran. Bahkan tas yang ia bawa yang isinya lumayan berat tak terhiraukan olehnya.
"Aku harus bicara kan hal ini dengan Danny..."
Teng..
Rubi terkejut, karna tiba tiba ada suara dari kamar mandinya. Ia segera berlari kekamar mandi untuk melihat apa yang terjadi.
"Kaleng apa ini?" Dengan penasaran Rubi membuka kaleng tersebut. Dan didalam nya ada sebuah kertas yang bertuliskan...
'Aku mencintaimu'
Bibir nya mengulas senyuman, dan langsung melihat kejendela kamarnya. Terlihat Ares sedang menatap kamarnya dengan senyuman, karna akhirnya Rubi membuka kain jendelanya.
Ares mengeluarkan ponsel dan ponsel Rubi langsung bergetar.
"Ares .." sapa Rubi dengan perasaan berbunga bunga.
"Aku merindukanmu. Aku akan menginap malam ini."
Rubi terkejut dan sambungan telepon mereka terputus. Karna Ares sudah berada dibalkon kamar Rubi.
Lagi lagi Rubi terkejut saat Ares mengetuk pintu kaca kamarnya.
"Ares?" Bergegas ia membuka pintu tersebut.
Melihat Ares berdiri dengan membawa seikat bunga dan satu paper bag makanan.
"Temani aku sayang .." ajak Ares yang langsung masuk kekamar Rubi yang sangat bersih serta rapi.
__ADS_1
"Ares... Bagaimana jika ayahku tau?" Rubi terlihat cemas.
"Dia sudah mengizinkan..." Jawab Ares santai.
"Kau...?"
Ares melihat Rubi yang kebingungan. Ia meletakan paper bag yang masih ditentengnya. Mendekati Rubi. Mengecup sekilas bibir manis yang sangat ia gila gilai tersebut.
"Apa kah kau tak menyadari jika mobil ku didalam Pekarangan mu?" Ares memeluk Rubi menghirup wangi aroma rambut wanitanya.
"Aku datang dan kau tak keluar ketika tuan Samuel memanggilmu. Maka aku minta izin padanya. Dan dia menyetujui, karna aku adalah menantu idamannya."
Pengakuan Ares membuat Rubi sedikit terkejut. Ia tak menyangka ayahnya akan sebebas ini sekarang. Apakah hubungan mereka benar benar telah direstui orang tua mereka?
Mungkin tadi aku sedang berpikir, memang terdengar ayah memanggilku... Oh syukurlah... Ayah memang sudah merestui kami. Tapi apa mungkin tak terjadi apa apa pada pria dan wanita berdua dalam satu ruangan dan juga diberikan kesempatan oleh orang tua...
Rubi sangat senang dan langsung memeluk Ares dengan hangat. Kemudian ia melayangkan sebuah ciuman pada kedua pipi Ares. Ia berusaha berpikiran positif, untuk tak berharap sebuah kesalahan akan terjadi malam ini.
Rubi memperingati Ares dengan mengangkat satu telunjuk nya kehadapan Ares.
"Kecuali jika kau menginginkannya ..."
Ares kembali keluar, dibalkon ia meletakan beberapa makanan dan minuman kaleng yang ia bawa.
"Sayang... Aku akan mandi sebentar, aku belum membersihkan diri. Sangat lengket dan gerah..." Rubi memeluk Ares dari belakang.
"Baiklah... Jangan memakai pakaian yang terbuka, aku bisa tak sadar..." Goda Ares merebahkan kepalanya kesamping hingga menempel pada kepala Rubi.
"Aku tidak janji..."
__ADS_1
Rubi segera berlari kedalam kamar. Ia akan berpenampilan baik dihadapan Ares. Lagipula ini musim gugur, jadi cuaca sedikit sejuk dan dingin.
"Kau mulai nakal Rubi... Jangan sampai aku menyantap mu dengan bagian tubuhku yang lain." Gumam Ares kembali mengeluarkan beberapa makanan dari kaleng.
Ares kembali masuk kedalam kamar Rubi. Ia menyalakan lampu terang, memperhatikan keadaan dan isi kamar tersebut.
"Kamar nya cukup luas... Ada sebuah sofa panjang dan dua yang kecil nya.. Dan ada ...."
Ares melihat sesuatu yang sangat menarik perhatiannya. Disudut ruangan kamar Rubi terdapat tampilan bioskop Mini lengkap dengan sound systemnya.
Dia memperhatikan sebentar, lalu mulai memahami. Mencari sebuah film. Menemukan film romantis sepanjang masa, Titanic.
Sebuah film epik, roman, dan bencana Amerika Serikat produksi tahun 1997 yang diskenarioi sekaligus disutradarai oleh James Cameron.
Walaupun sudah berulang ulang kali menonton, tapi Ares masih sangat menyukai ceritanya yang tak membosankan. Ia mencoba memutar. Dan kembali kebalkon mengambil semua makanan dan minuman untuk dipindahkan kedalam kamar. Lalu menutup pintunya.
Tak lama Rubi keluar dari kamar mandi, ia terkejut melihat Ares sedang duduk disofa panjang bioskop mininya.
Bergegas ia masuk kedalam ruang ganti pakaian. Dan mencari pakaian terbaik yang tidak membuat Ares terpengaruh.
"Titanic?" Tanya Rubi yang kemudian langsung duduk disebelah Ares.
.
.
.
__ADS_1
Dukung Author selalu ya bebs...