SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
51. Melamar Ares


__ADS_3

Tanpa pemberitahuan sebelumnya dari Rubi. Samuel dan keluarga besarnya telah sampai dihalaman depan kediaman Tores. Tentu saja untuk meminang Ares untuk Putri keluarga mereka.


Beruntung sore ini Samson sedang melatih orang orangnya untuk berburu hewan dihutan. Jika tidak pasti Samson akan betah berlama lama dirumah Steven.


Ia merasa mempunyai keluarga baru. Dan ia mulai menyayangi mereka sebagai orang tua.


Eleanor yang sedang menghabiskan waktu indahnya bersama Steven didalam kamar, seketika menghentikan aktivitas mereka. Melihat keluar jendela siapa yang datang kerumah mereka.


"Stev... Aku belum pernah melihat mereka." Bisik Eleanor.


Sementara Steven mengendus istrinya dari belakang. Ia tak memperdulikan siapa yang datang.


"Sayang... Kau jangan menggantungku seperti ini."


Steven menarik Eleanor Kembali keatas ranjang mereka. Memulai aksi panasnya yang sempat terhenti.


Kembali memompa Eleanor dengan gagahnya. Suara desa..han Eleanor mulai terdengar lagi dikamar itu. Beruntung tiap kamar diberi peredam suara oleh empunya.


Keringat mereka membasahi seluruh tubuh polos yang masih terlihat kencang ini. Mereka sama sekali tak terlihat tua. Meskipun telah memiliki seorang cucu yang sudah berumur dewasa.


Bahkan jika disandingkan, mereka terlihat sebaya saja. Steven memainkan pu..ting dada Eleanor yang memikau dengan tangannya. Suara ciuman yang melilit pun tak terelakan lagi.


"Sayang.. awwwhh... Aaaahh..." Eleanor berteriak karna berulang kali mendapatkan pelepasan karna goyangan maut Steven.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Bahkan suara ketukan pintu tak mereka hiraukan. Steven sangat bersemangat setelah mengonsumsi daging rubah. Tenaganya menjadi luar biasa.


Setelah dirasa puas memanjakan istrinya. Steven merebahkan Eleanor dibawah kungkungan dengan lembut mengecup bibir yang selama ini menjadi candu baginya.


Memainkan benda kenyal Eleanor dengan mulutnya. Dan kembali memasukan benda pusaka Steven yang telah teruji khasiatnya.


Mereka kembali bergelut diatas ranjang. Saling menarik nafas yang menderu. Menikmati penyatuan yang sangat jarang mereka miliki mesti seringkali bersama.


Steven memeluk erat istrinya saat sama sama mendapatkan pelepasan mereka yang aduhai.


"Apa Marcho akan memiliki adik setelah ini? Ahhaha" tawa renyah Eleanor sambil mengatur kembali nafas nya yang tersengal sengal.


"Aku mencintai mu Eli..." Steven memeluk Eleanor dari samping.


Bergegas Eleanor memberitahu keluarganya. Marcho yang masih duduk santai bersama Ares dan Danny. Terkejut mendapat pesan dari ibunya.


Ia segera memberitahukan pada anaknya. Dan mereka bergegas kembali kekediaman Tores.


"Sayang, mungkinkah itu Samuel dan orang orang nya?" Prediksi Rubi setelah mereka duduk diatas mobil.


"Mereka meminang ku untuk segera menikahi mu sayang." Ares menggenggam jemari Rubi dan mengecup nya sekilas.


Mereka sama sama tersenyum, walaupun didalam hati sangat cemas dengan keadaan ini. Rubi mengambil ponselnya. Mencoba berkirim kabar pada Samson atau Jack Jasper.


"Jack... Ayah melamar kekasihku saat ini. Bisakah kau ikut kami?" Tanya Rubi pada Samson yang dihubunginya barusan.

__ADS_1


"Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan. Aku sudah muak karna ini seperti bertele tele.." jawab Samson yang sedang menyantap hewan buruannya.


"Aku hanya ingin kau berada dipihak yang benar Jack..."


Kemudian dengan cepat Rubi mematikan ponselnya. Ia merebahkan kepalanya kebahu Ares. Penuh harap agar apa yang terjadi semua akan baik baik saja.


"Mungkin kah Saudara mu masih dendam setelah mendengar nama belakang Tores ada pada namaku sayang?" Tanya Ares tersenyum kecut pada Rubi.


"Entahlah .."


"Aku akan tetap menikahi mu apapun yang terjadi... " Pasti Ares menatap Rubi sekilas.


"Terimakasih Ares.." Rubi memerah mendengar ucapan Ares.


"Aku merindukan mu sayang..." Ucap Ares tiba tiba.


"???"


Rubi hanya menatapnya dengan mata melotot.


.


.


.


__ADS_1


__ADS_2