SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Sangat cepat


__ADS_3

"Benarkah kau akan ikut dengan Marcho kegunung Rosten sayang?"


Eleanor membuka pembicaraan saat dini hari. Ia melihat Loli dan Marcho tengah bersiap siap untuk berangkat.


"Ya ... Loli akan ikut bersama ku. Itu akan mempercepat perjalanan kami. Karna Loli memgetahui arah gunung tersebut." Marcho menatap kearah Eleanor.


"Ku harap kalian berdua bisa mendapatkan bunga ungu Rosten."


"Baiklah.. kalau begitu kami berangkat sekarang."


Marcho merubah wujudnya menjadi seekor srigala. Sekilas ia terlihat sangat lucu dengan bulu yang mendominan putih.


Loli terkejut melihat secara langsung perubahan suaminya. Perlahan ia mendekati Marcho dan memegang wajah srigala itu. Marcho mengendus kepala Loli dan mengeluarkan lolongan yang panjang.


Terdengar sahutan dari srigala lainnya tak jauh dari tempat itu. Membuat bulu kuduk berdiri. Loli bergidik mendengar suara suaminya sendiri.


"Itu Steven, ayahnya Marcho. Tenanglah sayang kami akan disini berjaga jaga."


Eleanor membelai lembut lengan Loli. Ia menyuruh Loli untuk naik keatas punggung Marcho.


"Berpegangan lah yang kuat sayang. Jika tidak kau akan terlempar jauh"

__ADS_1


Eleanor memberi sedikit saran pada Loli. Hingga Marcho mulai berjalan dengan cepat dan berlari secepat kilat. Eleanor menatap lepergian mereka. Berharap semua akan baik baik saja.


Selepas kepergian Marcho Steven datang bersama Roberto. Mereka masuk kedalam rumah kediaman Marcho dan Loli.


Kau sangat cepat berlari sayang, aku seperti mimpi menunggangi seekor srigala besar yang ternyata adalah suamiku.


Loli mengencangkan pegangannya pada bulu dipundak Marcho. Ia seolah olah sedang mengendarai sebuah motor balap dengan laju yang sangat cepat.


Loli merasakan hawa dingin sudah mulai terasa ditubuhnya. Mereka telah meninggalkan pegunungan Grace.


"Marc.. kita sudah memasuki area sekitar gunung Rosten. Kau masuklah melalui jalan sebelah kanan mu." Loli berteriak bicara pada Marcho agar dia mendengarkan petunjuk Loli.


Ini mustahil, dengan cepat kami sudah menempuh perjalanan yang harusnya ditempuh dua hari perjalanan dengan mobil.


Lain kali aku akan membawa mu berjalan jalan Loli. Bukan perjalanan seperti ini dalam misi yang sedikit berbahaya. Nikmati perjalanan nya sayang...


Mereka mulai memasuki hutan disekitar gunung Tores. Sesuai petunjuk Loli, Marcho masuk melalui jalan sebelah kanan. Karena merasa sedikit lelah Marcho berhenti. Melihat kiri dan kanan.


"Ada apa Marc?" Marcho nampak berjalan menuju tempat yang dirasa aman untuk beristirahat.


"Apa kau lelah suamiku?" Loli menepuk nepuk pundak srigala itu.

__ADS_1


Sesuai syarat yang diajukan Eleanor. Marcho tidak boleh merubah wujudnya sebelum mendapatkan izin untuk mengambil bunga ungu Rosten tersebut.


Ia meninggalkan Loli disana. Sedikit memberi aba aba ia hendak mencari mangsa untuk dimakan. Loli dengan cepat naik keatas pohon dengan bantuan punggung Marcho.


Ia melihat Marcho sedang mengintai seekor rusa yang lewat ditempat mereka berhenti. Dengan mengendap ngendap dibelakang rusa itu. Marcho menunggu detik yang pas menunggu sang rusa sedikit lengah.


Dan hap... dia menangkap rusa itu dengan terkaman mulutnya dan kaki depan yang menindih tubuh rusa.


Loli merasa senang saat suami nya berhasil menangkap buruannya. Tapi ia juga sedih dengan nasib malang sang rusa. Jika rusa itu tidak didapatkan Marcho, mungkin saja ia bisa jadi santapan untuk menutupi rasa lapar suaminya.


Karna srigala adalah hewan buas. Mereka bisa lupa diri jika dalam keadaan mendesak. Apalagi keadaan lapar.


Loli mengeluarkan buah yang ia bawa disaku mantel tebalnya. Ia menggigit buah itu sambil terus memperhatikan kegiatan Marcho yang sedang menyantap daging rusa segar.


Marcho tiba tiba menoleh kearah sang istri duduk. Diatas dahan kayu yang besar. Ia melihat sesuatu melilit didahan tepat diatas kepala Loli. Apa itu phyton?


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2