
"Apa kau benar benar ingin tau Marcho?"
Tanya Ferdinand memegang pundaknya yang sudah kembali utuh.
"Tentu saja.. aku ingin mengetahui semuanya. Jangan ada yang kau tutupi kakek!"
Marcho menatap tajam kearah Ferdinand. Tampaknya mereka sama sama berpikir.
Dia menyembunyikan kekuatannya. Menahan amarahnya agar tak menyakiti ku. Aku benar benar bisa hancur kalau begini.
"Kau tau Marc... setelah aku meminta pertolongan Monica untuk bicara pada Steven. Beberapa hari setelahnya aku tak pernah mendengar kabar Monica.
Flash back on
"Apa yang kau cari Ferdinand? Anak mu sudah bahagia dengan wanita pilihannya. Biarkan saja. Lebih baik kau restui dia agar aku bisa menggendong cicit yang tampan."
Seorang wanita yang sudah tua terlihat duduk santai minum teh ditangannya.
"Tapi bu, aku tak menyukai gadis itu. Bagiku ia terlihat aneh. Aku sudah menjodoh kan Steven dengan Malena. Gadis itu lebih baik."
Bantah Ferdinand pada ibunya. Sang ibu hanya menggelengkan kepalanya kembali kekamar tidurnya.
Ferdinand berjalan masuk keruang kerjanya. Ia duduk sambil memikirkan cara yang ampuh agar Steven menjauhi Eleanor. Beberapa bulan sudah berlalu. Kehamilan Eleanor semakin besar.
Mungkinkah anaknya Steven sudah lahir? Aku penasaran sekali ingin melihatnya.
"Apa lagi yang kau pikirkan Ferdinand?"
Suara berat itu datang dari arah samping Ferdinand duduk. Dengan cepat ia menoleh mencari tau siapa yang tiba tiba hadir di ruang kerjanya.
__ADS_1
"Kau lagi Roberto... apa mau mu."
"Hanya ingin membantumu."
"Membantu ku dari apa?"
"Dari dirimu yang tak merestui pernikahan putra mu.."
Ferdinand berdiri mendekati Roberto. Ia menatap tajam wajah yang samar itu. Mencari tau makhluk apa pria yang didepannya ini.
"Siapa kau sebenarnya. ?"
"Aku? Aku yang akan membawa mu menjadi manusia yang takan berguna dimasa hidup atau pun matimu. Kau akan menderita selamanya."
"Terangkan lebih jelas!"
"Kau tau Eleanor? Dia keturunan Srigala penjaga dilembah mosiur. Tempat ia tinggal sekarang dan juga anakmu Steven. Dan aku adalah roh penunggu lembah itu. Sebenarnya aku menunggu kau menyetujui untuk membunuh bayi Eleanor yang tak lain cucumu. Karna jika aku yang melakukannya aku akan lenyap selamanya."
"Lalu apa hubungan nya dengan ku?" Ferdinand membakar rokoknya mendengar serius pernyataan Roberto.
"Jika kau yang membunuh bayi itu... maka aku akan bisa berubah seperti Eleanor. Karna kami sebangsa."
"Jadi kau juga keturunan srigala?"
"Begitulah. Dan jika kau tak membunuh bayi itu. Kau yang akan mati. Mengembara di dua alam sama seperti ku. Dan Steven akan mengikuti istrinya. Satu kematian untuk mengembalikan keturunan kami. Kecuali jika mereka menikah. Ia akan langsung menuruninya."
Roberto menatap Ferdinand. Berharap percaya dengan kebenaran cerita ini.
"Jadi kau akan hidup dengan kematian keturunanku?" Selidik Ferdinand geram.
__ADS_1
"Aku berharap itu terjadi.." jawab Roberto.
"Tak akan kubiarkan. Semoga kau kekal menjadi bayangan seperti ini... ahahahah" Ferdinand tertawa menjauhi Roberto.
"Nanti kau juga akan merasakan keadaan yang sama dengan ku Ferdinand. Kupastikan itu."
Roberto menghilang ditelan gelap diruangan itu. Ferdinand masih melihat jejak yang ditinggalkan Roberto.
Apakah benar yang ia ucapkan? Aah... aku bisa gila. Bagaimana ada keturunan srigala berwujud manusia dijaman ini.
Ferdinand keluar rumah membawa sendiri mobilnya. Menuju ke tempat tinggal Steven dan Eleanor.
Dari kejauhan ia melihat Steven sedang menggendong seorang bayi mungil dengan dibalut selimut. Mereka tampak bahagia.
Ferdinand turun dari mobil. Berjalan mendekati anak dan menantu yangbtak dianggapnya.
"Kau benar benar keterlaluan Stev..."
Steven mencari sumber suara yang sepertinya ia sangat kenal.
"Ayah?"
"Anakmu lagir kau tak memberitahukan ku."
"Maaf ayah..."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...