SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
11. Ares merasakan sesuatu


__ADS_3

"Benar... Lantas apa yang belum terjadi pada putra ku? Apa kau merasakan sesuatu Ares?"


Tanya Marcho yang masih heran karna Ares tumbuh seperti manusia biasa. Bisa dibilang saat ini mereka terlihat sebaya.


"Aku lebih senang menjadi manusia biasa Dad..."


Marcho memandang Ares yang sepertinya tak tertarik dengan keturunan keluarga mereka.


"Dulunya aku juga sama dengan mu Ares... Aku mengalami banyak hal yang tak pernah aku inginkan. Beruntung Loli masih menerimaku dengan keadaan ku sekarang." Jelas Marcho.


"Apa Daddy merindukan Mommy ku?" Tanya Ares menatap hangat wajah Marcho.


"Setiap saat... Setiap detik. Ingatan ku tak berkurang padanya." Jawab Marcho menerawang melihat kelangit langit.


"Aku juga tak merasakan sepenuhnya kasih sayang Mommyku Dad..." Imbuh Ares.


"Tapi sayang... Loli sangat mencintaimu. Ia mempertahankan mu disaat kami semua menginginkan hal sebaliknya. Karna itu demi kebaikannya." Tambah Lyodra menjelaskan.


"Mommy wanita yang sangat luar biasa .. aku juga merindukan nya sama seperti Daddy...


Tapi aku beruntung mempunyai bibi Lyodra yang selalu disisiku. Saat kalian semua menjauh..."


Marcho terdiam mendengar ucapan Ares. Ia menatap Lyodra yang hanya mengangkat bahunya menerima tatapan Marcho.


"Aku bukannya meninggalkanmu Ares... Aku hanya menyendiri untuk bisa menerima kenyataan itu." Jelas Marcho meluruskan maksudnya.


"Bukan hanya kau yang kehilangan Daddy... Aku juga putra Loli Ohara. Aku darah daging kalian. Dan kau menganggap ku baik baik saja setelah kepergian Mommy...?"

__ADS_1


Ares menyesap kopinya setelah bicara panjang lebar pada Marcho. Mungkin hal ini yang telah ia sembunyikan selama ini. Kali ini ia ingin Marcho seperti apa perasaannya saat itu.


"Ares maafkan Daddy... Dan sekarang Daddy telah kembali padamu. Aku berjanji takan meninggalkan mu lagi .. percayalah."


Marcho meyakinkan putranya. Ia juga sudah bisa menerima kepergian istri tercintanya.


Lyodra menatap kedua pria didepannya. Hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menambah kan minuman untuk Marcho dan Ares.


"Ya.. aku mengerti. Kau hanya merasa orang yang paling kehilangan, sampai melupakan aku. Benar demikian...


Baiklah... Kita mulai hari yang baru. Aku takan bicara soal ini lagi."


Ares memberikan senyuman terbaiknya pada Marcho yang terlihat sedikit menyesal dan merasa bersalah atas perbuatannya.


"Terimakasih Ares.. kau benar benar mewarisi sifat Mommy mu.."


"Marcho... Apa kau benar benar telah kembali kesini?" Tanya Lyodra meyakinkan lagi.


"Ya... Tapi aku akan terus mengawasi area Gunung Rosten." Jelas Marcho.


"Ada apa dengan Gunung Rosten?" Tanya Lyodra mengernyitkan keningnya.


"Semalam aku bertemu dengan EL.. ia sedang menyelidiki kasus pembunuhan disekitar gunung Rosten. Aku juga melihat korbannya.


Kau tau Lyo... Kepalanya terputus dan tak ditemukan."


Jelas Marcho mengenai kejadian pembunuhan tersebut.

__ADS_1


"Kurasa itu disebabkan oleh hewan... Jika manusia ia pasti sudah merampok barang berharga korban dan membawa kabur mobilnya." Imbuh Ares.


"Apa kau juga telah melihat beritanya sayang?" Tanya Lyodra penasaran.


"Ya Bibi... Aku melihatnya. Aku juga merasakan ada sesuatu yang ganjil mengintai kita.. entah kenapa? Aku tak bisa menjelaskannya... Tapi aku bisa merasakannya."


Marcho tersenyum mendengar penjelasan Ares. Ia sangat yakin jika putra nya akan mewarisi leluhurnya. Yang selama ini membantu mereka.


"Kau sudah merasakan nya putraku?" Tanya Marcho senang.


"Ya... Aku bisa merasakannya. Dan hal hal yang akan terjadi terlintas dipikiranku. Walaupun bukan dalam massa yang lama. Itu terasa sangat lambat Daddy .. apa kau mengetahui sesuatu?"


Tanya Ares yakin pada Marcho. Karna ia terlihat senang saat Ares mencoba bicara jujur dengan apa yang ia rasakan sekarang.


"Roberto... Itu dia..."


.


.


.



Dukung Author dengan Like, vote and koment.


salam cintooh ...

__ADS_1


__ADS_2