
Marcho berjalan masuk kedalam mobilnya. Suasana yang dingin dan mengerikan tak lagi ia hiraukan ketika tadi tiba ditempat ini.
Mobilnya melaju menembus keheningan malam. Ternyata ia salah mengira jika kakek nya Ferdinand adalah orang yang sangat membencinya.
Bahkan pria tua itu mengorbankan kehidupannya untuk Steven. Sekarang semua masa lalu keluarga nya telah ia ketahui.
Ternyata ibuku adalah bangsa srigala. Dan ayah ku juga berubah sama seperti istrinya.
Jadi aku juga hewan buas itu.
Saat ia melajukan mobilnya. Ia melihat sekelebat bayangan melintas cepat tepat didepan mobilnya. Marcho tiba tiba memberhentikan mobilnya.
Ia melihat keluar apa yang baru saja melintasinya. Marcho berjalan mengelilingi mobilnya mencari tau bayangan apa itu.
Seekor rusa tampak sedang berdiri menatap kedatangan Marcho. Rasa dahaganya merubahnya menjadi seekor srigala putih.
Dengan sigap ia mengejar rusa sampai kehutan. Menerkam leher rusa itu. Memakannya hingga ia kenyang.
Setelah itu ia kembali melajukan mobilnya. Membersihkan sisa darah dimulutnya.
Ya... aku benar benar srigala. Ya ampun... apakah aku bermimpi? Aku bahkan memakan daging rusa secara buas.
Senyuman tampak sedikit mengurai dibibir Marcho. Masih berjibaku dengan pikirannya.
.
.
.
"Kau lihat itu? Ia memakan seekor rusa.."
"Dia benar benar sangat buas.. sayang"
Mereka berjalan sambil mengembangkan tawanya.
__ADS_1
"Marcho kita sudah dangat tampan." Eleanor memuji apa dilakukan putranya tadi.
"Kapan kita akan menemuinya sayang? "
Steven merasa sangat merindukan putra semata wayang mereka.
"Sebentar lagi di akan menemukan kita sayang." Eleanor memeluk Steven sambil mengecup sekilas bibir suaminya.
"Ini masih dihutan sayang, nanti saja jika sudah sampai dirumah.." Steven terkekeh karena Eleanor mendahuluinya.
"Apa kalian puas melihat perubahan putra kalian?" Suara itu datang lagi.
"Apa yang kau lakukan disini Roberto.?" Tanya Steven terkejut dengan kedatangan Roberto.
"Cepatlah bawakan seseorang yang sanggup menggantikan Ferdinand. Waktunya tak lama lagi. Jika telat ia benar benar menghilang selamanya." Kemudian Roberto kembali menghilang digelap malam.
Steven mempercepat langkahnya ingin memberitahu apa yang diucapkan Roberto padanya tentang Ferdinand.
"Eli... tadi Roberto datang padaku." Steven memeluk istrinya dari belakang.
"Waktu Ferdinand tak lama lagi.."
Mereka berdua terdiam. Memikirkan cara selain melakukan pengorbanan.
.
.
.
"Marc.. kau datang?"
Loli terbangun saat Marc masuk kedalam selimutnya. Ia membalikan tubuh menatap suaminya.
"Ya sayang... " Marcho mengecup bibir istrinya.
__ADS_1
"Apa ini? " Loli menyentuh pipi Marcho yang menyisakan darah Rusa tadi.
"Aku akan mandi sebentar..." Marcho berdiri dan berlari kearah kamar mandi.
"Apa kau berkelahi dengan kakek mu sayang?" Teriak Loli yang masih duduk diatas tempat tidur.
"Tidak sayang..." terdengar teriakan Marcho dari kamar mandi.
Ada apa dengannya? Kenapa ada bercak darah diwajahnya. Marcho.. kau telah melewati hari hari berat beberapa lama ini.
"Bekorbanlah untuk suami mu Loli. Bantu dia mengembalikan Ferdinand. Bekorbanlah..."
Sekilas suara itu terdengar nyaring ditelinga Loli tanpa ia bisa melihat siapa yang bicara.
Ia menengok kekiri dan kekanan.
Loli berdiri dari tempat tidur mulai berlari kearah kamar mandi dimana ada Marcho didalamnya.
Brug...
Loli menabrak tubuh Marcho yang tiba tiba juga keluar dari kamar mandi. Marcho langsung menangkap tubuh istrinya.
"Ada apa sayang?" Marcho memeluk tubuh Loli yang bergetar.
"Ada suara... suara itu..." Loli mengeratkan pelukannya.
"Suara apa sayang?" Tanya Marcho mencoba membawa Loli ketepi tempat tidur.
"Suara itu... Marc... apakah itu kakek mu?" Loli menatap Marcho dengan wajah yang ketakutan.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..