SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
41. Gejolak Asmara


__ADS_3

"Ares... Aku menginginkannya..." Rubi menatap Ares dengan mata sayu.


"Rubi .. aku pun sama dengan mu, hanya saja ini akan merugikan dirimu. Sayang..."


Ares menghentikan perkataan nya melihat Rubi yang sidah berbalik membelakanginya. Serta mengambil pakaian utk ditutup dibagian sensitifnya.


Wajahnya memerah, ia sangat malu akan perkataan Ares. Laki laki yang rela bertahan demi menjaga kesucian nya. Berbanding dengan dirinya yang sangat menginginkan hal itu terjadi.


"Pergi dari sini!"


Mulut Rubi seakan telah menghapus hubungannya dengan Ares. Ia sangat malu pada pria yang sangat ia cintai. Dan berpikir untuk sesaat ini tak ingin bertemu dengan Ares.


"Rubi..."


Ia tetap tak mengacuhkan Ares yang memanggil lirih namanya. Kali ini ia bergegas lari ketempat tidur, dan akan menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut. Menunggu Ares pergi.


Tapi sebelum itu terjadi, Ares sudah lebih dulu menariknya dan langsung berhadapan dengan wajahnya.


Ia tercengang semua pakaian Ares telah terlepas. Merasakan kulit yang hangat saling menempel.


"Aku tak ingin kehilangan mu hanya karna prinsip kuno ku.."


Tanpa memberi waktu Rubi untuk menjawab, dengan rakus Ares melahap mulut Rubi dengan rakus. Perlakuan nya kali ini benar benar sudah diluar batas pertahanan dirinya.


Tak ingin membuat gadis yang sangat ia cintai merasa malu, Ares memenuhi keinginan Rubi, yang juga adalah keinginan terbesarnya. Menyatu dengan wanita yang sangat ia cintai.


Pagutan itu saling membalas, tak ingin diam menerima perlakuan Ares. Rubi melepaskan bagian diri nya yang lain yang tak ia sembunyikan lagi. Sisi liar seorang wanita.


Ditemani dengan kisah Romantis Titanic saat Rose menyatu dengan Jack didalam mobil. Mereka pun menyatukan diri, sebagai sepasang kekasih.


Tetesan keringat Ares dan air mata Rubi yang mengalir menahan perih, harta yang selama ini ia jaga dengan baik. Dan sekarang Ares mberikan tanda kepemilikan diberbagai sudut tubuhnya.

__ADS_1


"Ares..."


Mata Rubi terpejam disertai air mata yang mengalir. Saat benda harapan memasuki nya yang tak pernah terjamah. Ia memeluk erat tubuh pria diatasnya.


Ares diam setelah berhasil lolos. Ia memberikan kecupan penuh cinta pada wajah Rubi. Dengan pelan ia memompa Rubi.


Syurga dunia yang belum pernah mereka rasakan. Kini ada dalam genggamannya.


Aku telah menjadi milik mu seutuh nya Ares ..


Aku akan selalu disisimu .. atas siapapun dirimu dan siapa aku...


"Ooh...."


Rubi merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Pelepasan pertama yang sangat menggairahkan.


Sehingga Ares merasakan denyutan cinta disana. Ia memulai lagi aktivitasnya. Dengan pelan lalu berangsur cepat.


Aku benar benar tak ingin kehilangan Rubi..


Ares menegakan sedikit tubuhnya, sehingga ia bisa melihat Rubi dengan jelas. Mimik wajah Rubi yang menahan perih serta mata berbinar saat menatap nya hangat.


Setelah lama bergumul, Ares melepaskan apa didalam tubuhnya. Merasakan pertemuan mereka yang sangat menggairahkan. Api gejolak asmara yang semakin menyala diantara keduanya.


Ia memeluk Rubi. Dan mengecup telinga wanita itu. Kemudian berbaring disamping Rubi. Menggenggam jemari Rubi yang masih mengatur nafasnya menutup mata. Mulut mereka masih terbuka untuk memperlancar pernafasan agar kembali normal.


Tak disangka Ares tertidur dengan kepala menghadap Rubi. Wanita itu melirik dengan pelan, rasa malu dalam hatinya masih belum pergi.


Ia memperhatikan Ares yang sedang tertidur. Bahkan masih dalam keadaan polos. Rubi duduk dari tidurnya. Ia membelai dada bidang Ares dan melihat senjata Ares yang masih berminat jika diajak berperang.


Benda ini yang memasukiku....

__ADS_1


Wajah Rubi tiba tiba memerah dengan sendirinya. Ia menjangkau selimut yang telah jatuh kelantai. Dan menyelimuti Ares. Rubi mencari Dimana letak remote control. Beruntungnya remote itu berada tak jauh darinya, hingga ia tak harus berdiri.


Bagian bawahnya terasa perih, dan ada noda darah diseprai berwarna biru miliknya. Antara sedih dan bahagia ia menatap noda itu. Dan memandang Ares.


Dia lelakiku...


Apapun dan siapa pun yang dia rencanakan untuk mencelakai Ares, aku takan tinggal diam.


Rubi kembali tidur memeluk Ares yang menggeliat saat Rubi masuk dalam pangkuannya.


"Aku mencintai mu sayang..." bisik Rubi.


"Aku lebih mencintaimu..."


Ares membalas ucapan Rubi dan memeluk erat wanitanya. Mereka terbang kealam mimpi yang lebih indah lagi.


.


.


.



Akhirnya... mereka melakukannya...


Jangan ditiru ya.. ambil yang baik baik nya saja.


Author juga berbahasa sesederhana mungkin dalam proses penyatuan mereka, agar bisa tetap lolos review.


Dukung Author dengan memberikan Like dan Vote kalian...

__ADS_1


salam cintooh ..😘😘😍😍


__ADS_2