SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Keadaan Loli


__ADS_3

Eleanor sangat senang bisa bertemu dengan bayi kecil yang pernah ia bantu dulu. Bagaimana tidak, hanya Eleanor waktu itu yang mengetahui bahwa Juliana punya seorang anak bersama Ferdinand. Bahkan sebelum Steven lahir.


Eleanor adalah adik Sepupu Juliana. Saat itu umur Eleanor masih 12 tahun. Tapi sebagai bangsa srigala mereka telah bisa melakukan apa pun. Dan tentu saja Eleanor lebih tua dari Steven. Tapi dengan parasnya yang masih cantik tak ada yang percaya jika Eleanor dan Juliana sudah sangat berumur.


"Nyonya... kau bahkan mengenal ku?" Lyodra mengurai senyuman pada Eleanor.


"Bagaimana tidak sayang, aku bibi mu, Eleanor. Karna aku dan Juliana saudara sepupu. Dan kita dari bangsa yang sama. Aku sudah merasakan aura mu sejak pertama tadi."


Ternyata aku memiliki sebuah keluarga. Tak hanya aku dan Mommy. Apa sebaiknya aku temui mereka? Tapi... apa benar ini bukan jebakan? Aku tetap harus berhati hati


Lyodra menemukan kembali hatinya yang berkeping. Tanpa bersusah payah ia bertemu dengan salah satu keluarganya. Dan Ayahnya juga sedang bersama ibunya.


"Apa aku bisa mempercayai mu nyonya?" Lyodra langsung mengutarakan isi hatinya.


"Terserah kau saja sayang, itu pilihanmu. Apakah aku terlihat sedang berdusta padamu?" Eleanor tersenyum menatap dokter cantik Lyodra.


"Maafkan aku... nyonya."


Lyodra merasa tak enak hati. Mungkin saja wanita yang sedang bicara dengannya adalah bibi nya sendiri. Dan itu adalah sebuah kesalahan karna dia sudah mencurigai bibinya sendiri.


"Kau boleh mengikuti kami."

__ADS_1


Eleanor kemudian berjalan meninggalkan dokter itu. Dengan senyuman dan tingkah yang membuat Lyodra penasaran tentunya.


Tentu saja kau sangat ingin bertemu dengan ayahmu sayang..


Setelah masuk mobil, Eleanor menceritakan semuanya pada Steven dan Marcho.


"Jadi aku mempunyai seorang kakak?" Tanya Steven tak percaya.


"Ya sayang... dan dia adalah keponakanku." Eleanor menambahkan ucapan nya yang semakin membuat Steven menatapnya tanpa arti.


"Eli.. kau membuat ku bingung sayang.. sudahlah kita lanjutkan nanti dirumah." Ia terus menyetir sesekali melihat istrinya tersenyum penuh arti.


"Marc.. perut ku terasa sangat panas sekali. Aku ingin minum.." Loli berbicara pelan kepada Marcho karna dia memang sedang lemas.


"Pelan pelan sayang, kau bisa kembung karna kebanyakan minum air." Marcho mengambil botol yang sudah kosong.


"Marc, aku masih haus... tenggorokan ku sangat sakit" Loli terlihat semakin melemah.


"Ibu... ada apa dengan Loli. Kondisinya lebih buruk sekarang. Dan ia sangat kehausan, padahal sudah aku berikan sebotol air."


Marcho sangat cemas dengan keadaan istrinya. Mata wanita itu kini tertutup rapat dan nafasnya semakin sesak.

__ADS_1


"Marcho.. lebih baik kita segera pulang. Juliana pasti bisa membantu.. percepat laju mobil mu sayang.."


Eleanor menoleh menatap menantunya. Ia juga tak tau penyebab kondisi Loli sampai memburuk seperti ini.


"Kenapa mereka mempercepat laju mobilnya. Apa ada sesuatu dengan istri nya tadi?"


Lyodra bergumam mengikuti mobil Marcho dari belakang. Ia juga mempercepat laju mobilnya karna khawatir mengingat wanita yang tadi dipapah oleh lelaki yang ia jumpai dikoridor rumah sakit.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita Eli.." Steven makin mempercepat laju mobilnya sambil terus mengawasi lewat spion mobil yang mengikuti mereka.


"Mungkin itu saudari mu sayang..." Eleanor tersenyum melihat Steven yang sedang berwajah jutek.


"Sayang.. jangan bahas tentang ini dulu. Aku sedang mencemaskan keadaan Loli."


"Sudahlah jangan berdebat... Loli semakin melemah. Ayah.. cepatlah!"


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2