
Hujan turun dengan sangat deras malam ini. Dan hujan telah membasahi Makhluk yang sedang berlari kencang ditengah hujan deras. Pohon pohon seakan akan rubuh mengenai tubuhnya yang besar.
Tepat disebuah rumah sederhana, Marcho mengetuk pintu. Tampak seorang wanita cantik dengan senyuman manis miliknya membukakan pintu dan memberikan sebuah handuk. Karna suaminya pulang denan keadaan basah kuyup.
"Kenapa bisa basah kuyup begini Marc? Dimana mobilmu?" Loli melihat disekitar halaman rumahnya.
"Tidak apa apa sayang, kau tau. Aku berlari dalam hujan deras begini sangat menyenangkan" sebuah senyuman tersungging dari bibir suami Loli.
"Mandilah... kau sangat bau.." Loli berlari kecil kedalam kamarnya. Suara tawa terdengar antara mereka berdua.
"Jangan nakal padaku sayang... nanti kau akan menyesal" Marcho berjalan pelan dengan handuk dipundaknya. Ia juga ikut tertawa dengan tingkah istrinya.
Marcho membersihkan tubuhnya. Kini ia berdiri didepan jendela kamar, menatap keluar. Mencari cara agar semua bisa ia atasi. Dengan pengorbanan Ferdinand terhadap Steven membuat nya ingin bertanggung jawab untuk mengembalikan lagi kakeknya.
Ia beranjak keluar dari kamar. Mencari keberadaan Loli. Nampak Loli sedang berkutat didapur membuat sesuatu.
Ia memandang wajah cantik sang istri. Menyandarkan bahunya kedinding sambil memangku tangan.
"Ada apa Marc?" Loli mengejutkan lamunan nya.
"Tidak ada." Marchi tersenyum kearah Loli.
__ADS_1
"Apa ada yang kau pikirkan sayang?" Tanya Loli lagi penasaran.
"Ya.. begitulah" jawab Marcho santai. Ia berjalan kearah meja makan. Duduk disana sambil meminum kopi yang dibuatkan Loli.
"Mengenai kakekmu?" Loli sesekali melihat Marcho lalu kembali ke pekerjaannya.
"Benar sayang..." Marcho sengaja menunggu pertanyaan dari Loli.
"Apa yang terjadi Marc?" Selidik Loli.
"Aku sudah bertemu dengan ayah dan ibu kandung ku sayang." Marcho berhenti bicara karena Loli terlihat tercengang.
"Benar, ia ibu yang membesarkan ku. Bahkan sampai membuat kita bertemu. Tapi ini Eleanor dan Steven Tores sayang. Mereka orang tua biologis ku." Jelas Marcho
"Hmmm... aku mengerti. Ferdinand Tores, Steven Tores dan kau Marcho Tores. Eleanor... apa dia yang kau sebut srigala berwujud manusia?" Loli kembali kedapur mengambil makanan.
"Benar sayang. Kemaren aku bertemu mereka. Dan kami menemukan cara agar Ferdinand bisa kembali lagi." Jelas Marcho sambil mencicipi makanan Loli.
"Oh ya...? Bagaimana?" Tanya Loli berdiri didepan suaminya.
"Aku harus ke gunung Rosten, ada bangsa srigala yang bernama Juliana tinggal disana. Ia menjaga bunga ungu Rosten. Jika Ferdinand memakannya. Maka jiwanya akan kembali. Tapi... itu juga sebagai srigala sayang"
__ADS_1
Loli yang tadinya antusias, wajahnya sekarang terlihat cemberut. Ia duduk disamping Marcho.
"Ada apa? Tadi kau terlihat sangat senang sayang" Marcho mendekatkan kursinya kearah Loli.
"Kau tau dimana gunung Rosten itu?" Tanya Loli menatap Marcho.
"Tidak.. tapi aku akan mencari." Jawab Marcho jujur.
"Gunung Rosten terletak diarah utara pegunungan Grace Marc. Akan memakan waktu berhari hari.. bahkan jika kau menaiki mobil mu. Udara disana sangat dingin. Aku pernah mendengar bunga ungu Rosten. Ia hanya mekar selama seminggu tiap tahunnya. Jika aku benar... ini hari ketiganya. Kau akan memakan waktu 5 hari untuk sampai ke lokasi bunga itu tumbuh. Bagaimana kau akan melakukannya sayang?" Loli menatap hangat Marcho sambil menggenggam tangan suaminya.
"Aku akan berusaha sayang... kau lupa jika aku bukan manusia?" Marcho membelai lembut pipi Loli.
"Aku akan menemani mu. Agar kau tak salah arah. Aku pernah kegunung Rosten saat mengadakan perpisahan sekolah. Kami membuat tenda. Tapi hanya dua hari disana. Kami sudah diaerang kawanan srigala lapar. Beruntung kabut disana tebal dan menghitam. Karena apa aku tak tau. Kami segera kembali kekota." Jelas Loli sedikit menceritakan kisahnya digunung Rosten beberapa tahun silam.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1