
"Sekarang itu tak penting lagi... Kau sudah disini. Dan keluarga kita telah berkumpul. Ayo lanjutkan perbincangan kita.." jawab Samuel dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya.
"Apa kita hanya akan berbincang?" Tanya Marcho meledek Samuel.
"Tuan ternyata sangat suka membuat lelucon." Samuel tertawa dengan bergerak kekiri dan kekanan.
"Baiklah... Maaf paman, bibi dan Gemma. Aku sebagai kakak kembaran Rubi. Ingin bertanya pada Ayah angkat ku Tuan Samuel. Dan aku ingin membahasnya disini. Sekarang juga." Danny membuka suara setelah Samuel selesai tertawa.
"Silahkan nak... Kami tak keberatan." Jawab Steven mewakili keluarganya.
"Ayah, apa maksud mu mengakui kami sebagai anak angkat mu? Apa kau tak rela darah mu mengalir dalam tubuhku dan juga Rubi?"
Samuel terkejut, matanya terbelalak. Dan menatap Semua orang yang hadir disana.
"Apa yang kau bicarakan Danny. Tentu saja kau sudah ku anggap seperti anak kandung ku sendiri. Kau dan Rubi." Samuel tetap mengelak. Ia tersenyum kecut dihadapan semua orang.
"Danny... Kau memang sepupu ku. Dan kita memiliki darah yang sama." Sambung Samson sambil menatap tajam kearah Samuel.
Apa yang dia maksud?
Dan dari mana Danny mengetahui hal ini?
__ADS_1
Sial....!!
Samuel mencoba menutupi kegugupan nya didepan semua orang. Beberapa orang yang ia bawa, merasa tidak enak hati. Mereka keluar dari kediaman Tores satu persatu. Hingga tersisa Samuel dengan pengawal setianya.
"Saat ini... Ku akui. Aku sangat kecewa dengan sikap ayah saat ini. Tapi aku akan menerima kenyataan jika ayah mengakui nya saat ini juga." Danny memberikan kesempatan untuk Samuel. Ia mencoba berdamai tentang hal itu.
"Danny .. jangan berharap terlalu banyak. Kau bukan anak kandungku!!" Suara Samuel terdengar tegas memberikan penjelasan.
Samson tertawa sambil memalingkan wajahnya kesegala arah. Ia kembali menatap Samuel dengan tatapan membunuh. Saat ini juga ia ingin melahap pria tua itu hidup hidup. Sementara Danny memilih untu diam. Hatinya sudah terlalu sakit dengan perkataan Samuel.
Orang tua apa dia? Tak mengakui darah daging nya sendiri. Pantas saja ibuku diancam seperti itu. Dasar manusia tak punya hati .. kali ini kau berhadapan dengan ku Samuel..
"Paman, teganya kau melakukan ini? Jika memang benar mereka bukan anak kandungmu... Untuk apa kau repot repot mengurus Rubi? Mereka bisa mengurusnya sendiri." Sarkas Samson dan itu membuat Samuel tak bisa berkutik.
"Samson... Jangan rusak kepercayaan ku!" Samuel melotot menatap Samson.
"Atau kau punya tujuan lain?" Samson langsung menerka dihadapan semua orang apa maksud Samuel.
"Apa maksud mu Jack?" Tanya Marcho berpura pura heran.
"Entah lah March... Aku hanya menerka." Jawab Samson dengan senyuman.
__ADS_1
Walaupun mereka hanya bertemu 2 kali. Itu oun berkat Steven. Saat mereka sama sama berburu hewan dihutan. Marcho dan Jack Jasper seakan memiliki kesan untuk saling membantu. Entahlah ..
"Kau sudah bersekongkol dengan mereka Samson? Bahkan mereka mengetahui namamu." Samuel sedikit menajamkan perkataannya. Dan disambut tawa oleh Samson.
"Sudahlah paman... Kau hentikan semua ini. Dan mereka takan menindak lanjutkan mu. Semua berakhir dengan bahagia. Satu hal lagi... Saat ini ibuku dan bibi sudah aman ditempat yang tak kau ketahui... Jadi berpikirlah .." Saran Samson dengan bicara secara baik.
Saat Linda dan Paula dibawa Samson ketempat yang lebih aman menurutnya. Ia meminta Juliana untuk mengeluarkan racun waktu yang diberikan Samuel untuk Paula. Begitupun Linda.
Kedua wanita itu sangat terancam kehidupannya. Dan saat itulah bunga Rosten, obat andalan Juliana bekerja. Disetiap bagian kulit mereka mengeluarkan darah.
Hingga 3 hari berakhir, racunnya pupus ditubuh kedua wanita itu. Dan mereka terlihat lebih bersinar saat ini.
"Samson... Kau....!!!"
.
.
.
__ADS_1