
"Aku menginginkan mu Marc..." dia menatap hangat suaminya.
Marcho melihat istrinya yang berharap akan terjadi sesuatu yang intim pada mereka.
"Loli... apa kau yakin sayang? Apa tidak akan menyakiti mu?"
Marcho menatap tak percaya saat Loli menggangguk bahkan disaat ia sedang cemas melihat kondisi Loli . Sang istri malah minta diberikan kehangatan.
"Sayang... kau masih sangat mengkhawatirkan kami semua. Jika terjadi apa apa padamu bagaimana? Aku akan merasa paling bersalah."
"Marc... kumohon... "
"Aku akan bicara dengan bibi dulu. Jika boleh kita akan melakukannya. Dan jika tidak... kau jangan marah Loli."
"Tapi Marc.... aku menginginkannya sekarang..."
Wajah memelas dari sang istri membuat Marcho tak mampu menolak. Apalagi soal hubungan kenikmatan suami istri mereka. Jujur ia juga sangat merindukannya. Tapi bukan berarti ia tak peduli dengan kondisi kesehatan Loli saat ini.
"Hanya sebentar... bersabar lah..."
Marcho beranjak dari samping Loli. Memakai sebuah handuk. Membuka sedikit pintu kamarnya. Melihat keluar mencari keberadaan Juliana.
"Bibi... kemarilah sebentar .."
Juliana yang sedang duduk bersama Eleanor saling menatap heran. Karna Marcho memanggilnya. Juliana berjalan mendekati pintu kamar Marcho.
__ADS_1
Marcho terlihat membisikan sesuatu. Dan membuat Juliana tergelak. Ia menepuk jidatnya. Menatap wajah Marcho yang tegang karna mencemaskan keadaan Loli.
"Sayang .. kau tau? Jika Loli meminta kalian lakukan lah. Obat nya bereaksi dengan bagus. Itu salah satu tanda pengaruh obatnya. Setelah ini dia akan baik baik saja."
Juliana berbisik pada Marcho memberikan sebuah penjelasan. Dengan wajah sumringah Marcho mengucapkan terima kasih dan masuk kembali kekamarnya.
Juliana berjalan sambil tersenyum duduk lagi disebelah Eleanor. Mengangkat kedua bahunya saat Eleanor bertanya menggunakan dagunya.
Marcho melihat Loli membelakanginya. Ia masuk kedalam selimut yang baru dipakai Loli. Dan memeluk tubuh hangat istrinya.
"Sayang..."
Tak ada jawaban. Marcho mencoba membalikan tubuh Loli. Ia terkejut sampai jatuh dari ranjangnya melihat perubahan wajah Loli.
"Si..siapa kau..? Dimana istriku..."
Loli mere..mas senjata Marcho dari luar kain penutupnya. Ia merangsang hingga senjata itu tegap dengan indah.
Marcho dapat merasakan kali ini istrinya sedang mengerjainya. Ia berpura pura takut denga topeng wajah yang dikenakan Loli.
"Jangan lakukan itu.. oohhhh... sangat enak. Tidak... tidak.. aku tak boleh melakukannya selain dengan istriku... aaaahhhh...."
Marcho meracau menahan tawanya saat Loli memainkan senjatanya. Dengan cepat ia membuka segitiga penutup Marcho. Dan juga melepaskan segita nya.
Loli langsung menancapkan batang Marcho kedalam goanya. Ia bergoyang goyang indah diatas Marcho.
__ADS_1
"Mmmpphhhh... haaaaaaahhhhhh.. oohh... Loli maafkan aku... aku tak bisa menolak serangan nyonya srigala ini. Ini sangat nikmat sayang... aaahhhh..."
Loli membuka topengnya dan berhenti dari goyangannya. Ia menatap Marcho yang sedang menutup mata.
"Kau juga sedang mengerjai ku Tuan srigala?"
Tampak Marcho membuka mata. Ia tertawa dan menarik tengkuk Loli. Menyesap bibir manis itu dengan lembut. Tangan nya menyentuh bukit kenyal Loli. Dengan memainkan pu..tingnya.
"Sayaang... siapa lagi nyonya srigala dirumah ini.. kalau bukan kau... hahaha"
"Baiklah Tuan srigala. Aku merasa sangat bersemangat sekali hati ini."
"Uhumm... ini benar benar bukan istriku yang polos... ahahahah"
Loli menghentakan pinggulnya. Hingga marcho mengerang manja.
"Aaaaaaahhh... ini sangat nikmat..."
Ia menggoda Loli dengan mimik wajah yang dibuat buat aneh. Sehingga Loli ikut tertawa melihat tingkah suaminya.
"Sayaang... aku akan menyelesaikan ini. Cukup bermain mainnya."
.
.
__ADS_1
.
Bersambung