SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
47. Perlakuan baik


__ADS_3

"Rupanya begitu...


Apa aku boleh mencoba?" Tanya nya antusias.


"Kenapa tidak? Cobalah daging rubah yang kau buru tadi nak..."


Steven meletakan seporsi besar daging diatas meja kecil yang baru saja ia bawa dari dapur.


Dengan kasih sayang Juliana mengambil sedikit daging keatas Piring dan menyerahkannya kepada Samson.


"Makanlah sayang..."


Samson menerima perlakuan baik dari keluarga mereka. Ia menatap dengan ragu daging itu dan mulai memasukan kedalam mulutnya.


Merasakan dan mencari kelezatan dalam setiap daging. Ia bahkan melihat mereka bergantian dengan senyuman dibibirnya.


"Cobalah dengan menggunakan ini nak.."


Eleanor menambahkan beberapa macam saos keatas daging dan memberikan juga pada Samson.


"Apa itu?" Tanya nya heran.


"Pelezat makanan. Manusia memakai nya saat memakan burger atau pizza." Jawab Eleanor menjelaskan.


"Ini juga sangat enak. Apakah aku boleh ikut kalian saat berburu?" Tanya nya polos bagaikan anak kecil yang merengek minta ikut.


"Bukankah itu hadil buruan mu tadi nak..?" Tamya Steven sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


"Ah yaa... Itu benar.."


Samson masih menyantap daging dengan pelezat makanan diatas meja kecil itu.


"Benarkah namamu Samson sayang?" Tanya Juliana penasaran.


"Bukan... Nama ku Jack Jasper. Dan ibu selalu memanggil ku dengan sebutan Samson karena tubuhku yang semakin tumbuh besar hingga seperti ini." Jelasnya masih menyantap makanan diatas meja kecil dihadapannya.


"Jack Jasper... Aku menyukai itu.. aku akan memanggilmu Jack..." Steven memuji nama asli Samson.


"Silahkan Tuan .. aku sangat senang mendengarnya. Karna baru kalian yang memanggilku demikian." Jawab Nya sambil menguahi daging dengan banyak saos.


Mereka melanjutkan obrolan demi obrolan. Tanpa sadar hari sudah malam. Steven sengaja tak membahas soal Marcho dan Ares Didepan Samson atau Jack Jasper.


"Terimakasih atas kebaikan kalian..."


Samson berniat akan pergi meninggalkan keluarga bangsa keturunan srigala yang baik yang baru dikenalnya. Mendapat kehangatan keluarga yang sangat jarang ia dapatkan.


Mendapat izin dari mereka, Samson kembali berjalan menuju kediaman nya yang dulu sempat diintai oleh Marcho.


"Steven.. kau telah menjinakkan nya." Puji Juliana yang kemudian langsung masuk kekamarnya setelah didalam rumah.


"Kita... Kita akan melakukannya Lian.." jawab Steven memandangi Juliana yang sudah berlalu.


...****...


Malam ini, malam ketiga bagi Ares menemani Rubi. Semenjak kedatangan Samuel, ia juga berniat untuk pulang. Namun paksaan Samuel untuk meminta nya tetap menemani Rubi tak bisa ditolak oleh Ares.

__ADS_1


Sehingga ia harus menghubungi keluarga nya dikediaman Tores. Dengan alasan pekerjaan diluar kota.


"Sayang, apa kita bisa melakukan nya lagi?" Rengek Ares memeluk Rubi dari belakang.


"Ares .. kau sudah melakukannya berkali kali..." Lirih Rubi masih memejamkan mata.


"Tapi aku selalu merindukanmu..." Bisiknya ditelinga Rubi sembari menggigit pelan cuping telinga Rubi.


Menjadi hari yang sangat membahagiakan bagi Ares dan Rubi. Untuk bisa menghabiskan waktu berdua.


"Sayang, besok aku akan melamarmu pada Tian Samuel... Aku akan secepatnya menikahi mu." Lirih Ares dengan suara beratnya.


"Kenapa sangat terburu buru?" Tanya Rubi membuka matanya yang terpejam.


"Aku tak ingin melalui malam tanpa mu." Jawab Ares semakin mengeratkan pelukan nya.


Rubi membalikan tubuhnya dan mengecup bibir Ares dengan lembut. Tapi kecupan itu disambut hangat oleh Ares. Hingga hasrat mereka kembali menggebu gebu.


Lilitan demi lilitan mereka lakukan dengan sangat lembut dan merasakan setiap sensasi gelenyar aneh yang sering mereka rasakan.


Bahkan jemari Ares mulai bergerilya mencari tempat yang ia sukai.


Mereka lagi, lagi lagi melakukan kegiatan malam panjang untuk kesekian kalinya.


.


.

__ADS_1


.



__ADS_2