SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
10. Kehadiran Marcho dikediaman Tores


__ADS_3

EL mencoba memahami keadaan sekarang. Baginya mungkin Marcho itu menerkamnya seperti cerita March tadi.


"Marcho .. benar kah itu kau? Jika tidak aku akan menembak mu March..."


Dan Marcho pun kembali kewujud manusianya. ELan memegang dadanya sambil membungkuk didepan Marcho yang berjalan kearahnya.


"Sekarang kau percaya?"


Marcho memperhatikan wajah EL yang terlihat pucat. Ia kembali mengajak EL untuk mendekati mobil polisi.


"Ya March.. sepertinya aku akan membutuhkan bantuan mu." EL akhirnya menyerah.


"Tanpa kau minta pun aku juga akan menyelidiki hal ini, dengan cara ku." Jelas Marcho.


"Tuan EL, sebaiknya anda kelokasi kejadian ada detektif yang ingin bicara"


Salah satu polisi wanita menghampiri mereka. Marcho terhipnotis dengan wajah polisi wanita tersebut.


"Loli .." guman Marcho yang tentu saja terdengar oleh EL


"Aku akan menyusul..." jawab EL.


Polisi wanita itu kembali kelokasi kejadian. EL memandang temannya yang masih memperhatikan kepergian rekannya.


"March... Dia bukan Loli. Namanya Sarah, dia seorang janda. Suami dan anaknya meninggal dalam ledakan kantor asuransi 7 tahun yang lalu."


Marcho menatap EL yang memberi penjelasan lumayan lengkap. Dia mengangguk kan kepalanya.


"Aku seperti melihat Loli EL... " Ucapan Marcho benar benar tak percaya.


"Benar.. pertama dia bergabung dengan kepolisian didaerah kita, aku juga sama dengan mu. Mereka benar benar mirip. Tapi ingat March... Wanita itu lebih muda dari mu. Mungkin setua putramu. Jadi kau harus ingat bahwa dirimu sudah tua. Hahahha" ledek EL pada Marcho.

__ADS_1


"Bukan aku EL... Tapi kau..." Marcho memukul ringan lengan EL yang sudah mengejek nya.


Mereka berjalan kelokasi kejadian. EL demoat diberi banyak pertanyaan. Dan ia menjawab apa yang diketahuinya.


Sementara tentang rencana nya dengan Marcho dia sembunyikan. Menunggu kabar terbaru dari Marcho nantinya.


... ****...


"Bibi.. aku akan mengantar mu..." Ares mendekati Lyodra.


"Mobil ku sudah keluar dari bengkel sayang . Kau tak perlu repot." Jawab Lyodra sambil tersenyum.


"Jika begitu... Aku tak ada alasan untuk bertemu dengan Rubi lagi..."


Dia berjalan kearah meja makan dan duduk disalah satu kursinya. Mengaduk kopi buatan Lyodra.


"Sayang .. kau tak harus menggunakan alasan mengantar bibi mu ini. Kau jadikan Rubi alasan utama mu datang kerumah sakit." jelas Lyodra memberi semangat pada Ares.


"Apa kau belum bertemu Daddymu sayang?" Tanya Lyodra sambil meletakan roti yang sudah dipanggang dipiring Ares.


"Daddy? Apa dia semalam kesini? Mm maksudku Daddy telah pulang?" Tanya Ares yang terlihat berbinar.


"Ya.. aku pun tak menyangka .." jawab Lyodra dengan senyuman tipisnya.


"Selamat pagi semua..."


Marcho datang kearah meja makan menyapa Lyodra dan Ares.


"Daddy... Ternyata benar kau."


Ares berdiri dan memeluk Marcho. Ia sangat merindukan sosok ayahnya. Setelah lama tak bertemu akhirnya Marcho bisa kembali kekediaman Tores.

__ADS_1


"Apa kabar mu Ares?" Tanya Marcho menatap Ares.


"Baik Dad... Aku sangat merindukanmu." Ares kembali memeluk Marcho.


"Kau selalu mengingatkan ku pada Loli... Kalian memiliki mata yang sama..."


Marcho duduk disebelah Ares. Lyodra menyiapkan sarapan untuk saudaranya.


"March... Kau semakin tampan.." Lyodra terkekeh setelah memuji Marcho.


"Terimakasih bibi muda ku.. aku lebih senang menganggap mu saudari ku... Karna ibu kita saudari kandung..." Jawab Marcho mencoba mencairkan suasana.


"Terserah kau saja .. setelah berpuluh tahun, kita masih kelihatan sama." Ucap Lyodra sembari mengigit rotinya.


"Benar... Lantas apa yang belum terjadi pada putra ku? Apa kau merasakan sesuatu Ares?"


Tanya Marcho yang masih heran karna Ares tumbuh seperti manusia biasa. Bisa dibilang saat ini mereka terlihat sebaya.


"Aku lebih senang menjadi manusia biasa Dad..."


.


.


.



Dukung Author dengan Like, vote and koment.


salam cintooh ...

__ADS_1


__ADS_2