SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
44. Sebuah Kunci


__ADS_3

"Ponakanku, sudah cukup bermain main mu. Kulihat kau semakin kuat. Tubuh mu sudah cukup kokoh untuk menghancurkan keluarga Tores." Samuel menatap Samson untuk sesaat.


Dalam hati ia sudah mulai kesal dengan tingkah Samson. Yang sering tak menghiraukan perkataan nya.


"Nikahkan putri mu secepatnya paman, disaat mereka sedang merasakan kebahagian, disanalah aku akan datang sebagai malaikat pencabut nyawa bagi keluarga mereka." Jawab Samson menatap kesal pada Samuel.


"Aku akan mengabari mu lagi... Malam ini aku akan kembali bersama bibi mu."


"Baiklah .. orang orang ku akan mengantar kalian." Jawab nya sambil berlalu meninggalkan Samuel.


Apa dia akan benar benar melakukannya untuk melakukan balas dendam orang tua nya?


Samuel masih berpikir tentang segala kemungkinan yang terjadi.


Aku harus menemui Paula. Sudah lama sekali aku tak bertemu saudariku...


"Linda, bersiaplah. Malam ini kita akan kembali." Perintah Samuel pada istrinya.


"Terserah pada mu saja..."


Linda langsung nampak bersemangat. Karna keluar dari tempat menjijikan ini. Setiap ******* yang selalu ia dengar, akan berakhir dengan teriakan pilu penuh ketakutan.


Rumah yang dipenuhi dengan perbuatan maksiat dan pembunuhan keji setiap harinya. Bau amis yang sangat menyengat. Bahkan bagaimana pun dia memakai masker atau pewangi ruangan bau itu tak akan pergi dari hidung nya.

__ADS_1


Samson datang mendekati Linda berdiri diambang pintu kamarnya. Ia memperhatikan sosok wanita yang terlihat sangat tertekan.


"Bibi, apa aku bisa bicara dengan mu sekarang?" Tanya Samson sopan pada Linda.


"Bicara lah..." Jawab Linda membalikan tubuh melihat kepadanya.


"Kau akan aku kirim kesuatu tempat. Nanti Rubi dan Danny juga menyusul kesana. Aku tak ingin kau mendapat perlakuan kurang ajar pamanku lagi."


Linda merasa tak percaya ucapan yang keluar dari ucapan Samson. Memang selama ini Samson selalu menghormati nya. Namun mereka jarang sekali berbicara seperti ini.


"Dimana Samuel?" Tanya Linda melihat kebelakang Samson.


"Menemui ibuku." Ucapnya jujur.


"Paula disini? Sudah lama aku tak bertemu dengannya." Ia menatap hangat Samson. .


"Baiklah .. aku akan ikuti ucapan mu. Sebagai seorang pria, kau harus memegang ucapan mu. Jangan menjadi bajingan seperti Samuel." Sarkas Linda kembali menyelesaikan berbenah barang barang nya.


"Bibi... Aku tidak bodoh. Suatu alasan tentu ada dalam setiap peristiwa. Aku bukan seseorang mendengarkan sebelah pihak saja. Sebelum melakukan nya aku akan mencari tau sendiri."


Perkataan Samson membuat dahi Linda mengernyit. Ia memperhatikan bocah kecil yang sudah tumbuh dewasa dengan tubuh kekar seperti raksasa.


"Walaupun aku tak mengerti ucapan mu. Kuharap kau tak asal melakukan tindakan. Dendam tak akan pernah habis jika kau mengejarnya. Hidup mu takan pernah tenang.

__ADS_1


Kau bisa lihat sendiri pamanmu Samuel. Rela menjerumuskan putrinya sendiri untuk suatu pembalasan yang tak beralasan. Dia hanya iri dengan keluarga itu.


Jika tidak, bagaimana Rubi dan Danny bisa betah bergaul dengan mereka. Alasan nya membalas kematian ayahmu hanya lah tipu belaka." Jelas Linda panjang lebar.


Samson mendengar serius setiap ucapan Linda. Ia sekilas mengangguk dan berjalan mendekati Linda. Menyerahkan sebuah kunci.


"Bibi... Jangan sampai pamanku mengetahui hal ini."


Linda mengambil kunci itu. Memperhatikan kan nya sebentar dan segera menyimpannya. Karna ia mendengar suara Samuel dari luar.


"Aku pergi..." Samson segera berbalik untuk meninggalkan ruangan itu sebelum Samuel melihatnya.


"Apa kau sudah siap istriku..." Tanya Samuel basa basi.


"Hanya untuk mati yang belum aku sanggupi." Jawab Linda datar membawa beberapa tas keluar kamar.


"Istriku galak sekali.. ahahahha..." Dia mengambil barang barangnya dan menyusul Linda masuk kedalam mobil.


.


.


.

__ADS_1



Jangan lupa terus dukung Author yaa ... 😘😍😍😍💐


__ADS_2