SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Serangan Phyton dan Orang misterius


__ADS_3

Tapi mereka tak bisa bersenang hati berlama lama. Puluhan phyton terlihat mendekati mereka terutama Loli.


"Mereka banyak sekali. Kita harus cepat pergi dari sini." Steven nampak panik. Ia berusaha menghalau ular yang mencoba mendekat.


"Mereka bukan sembarang ular" Marcho mencoba menahan ular yang akan mendekati Loli.


Dengan cepat Steven dan Ferdinand menjelma menjadi srigala yang besar. Mereka menerkam phyton raksasa yang mencoba menyerang mereka. Sementara Juliana dan Eleanor membantu Marcho untuk melepaskan lilitan phyton pada kaki Loli.


"A..aku akan mati disini." Loli mencengkram erat lengan Marcho sementara kedua kalinya terlilit tubuh ular.


"Berusahalah sayang, aku takan membiarkan mereka membunuhmu."


Marcho tetap berwujud manusia, untuk mencoba memberikan perlindungan pada Loli.


"Eli... gunakan senjata pamungkasmu!" Juliana berteriak mengingat kan Eleanor mempunyai kekuatan yang telah lama tak ia gunakan. Karna tak ada musuh yang mencoba menyerang nya.


Eleanor menjelma sebagai Srigala besar. Dengan langkah cepat Juliana dan Marcho menarik Loli untuk mendekat ke tubuh Eleanor.


Sementara itu Steven dan Ferdinand telah banyak membunuh puluhan ular phyton yang terus berdatangan. Mereka mendekat kearah Eleanor. Saling menjaga satu sama lain.


Eleanor menyemburkan api dari mulutnya seperti naga. Kali ini srigala Eleanor mengeluarkan Api yang sangat panas dan besar.

__ADS_1


Karna tubuh phyton mempunyai kadar minyak didalamnya. Membuat mereka mudah terbakar. Puluhan ular terbakar disekitar mereka hingga membentuk sebuah lingkaran.


Juliana memeluk Loli dan menaikan nya ketubuh Marcho yang telah menjdi srigala. Ia pun duduk dibelakang Loli.


Karena asap yang banyak Loli jatuh pingsan ditambah lagi tubuh nya terkena lilitan phyton. Ia semakin lemah.


"Marcho, berjalanlah kedepanmu. Aku akan memberi petunjuk." Juliana berteriak pada Marcho.


Karna melihat Marcho keluar, Eleanor, Steven dan Ferdinand mengikuti mereka dari belakang. Ia melihat Juliana menunggangi Marcho sambil menjaga Loli.


Puluhan phyton hangus terbakar dihutan tepi jalan raya. Sementara sekumpulan srigala berlari meninggalkan tempat itu. Mereka menuju ke kediaman Marcho.


Bertahanlah sayang.. aku akan segera menyelamatkan mu. Loli... bertahan lah sedikit lagi.


Beberapa lama diperjalanan Ferdinand melihat seseorang yang selalu ia lihat mengawasi mereka tak jauh dari mereka bergerak.


Setelah meninggalkan tempat ular terbakar, Ferdinand melihat orang itu. Dan kini saat mereka mendekati pegunungan grace ia juga melihat orang yang sama. Dan sekarang saat mendekati kediaman Marcho, Ferdinand juga melihatnya. Bahkan orang itu bisa menyamai kecepatan mereka.


Siapa orang itu. Jika memang ia orang Mayana kenapa tak menyerang kami? Sangat aneh...


Ferdinand terus berpikir sesekali melihat kearah orang itu. Kemudian ia melihat Marcho yang sudah menggendong Loli masuk kedalam rumah juga menjelma sebagai manusia lagi.

__ADS_1


Ia melihat kearah yang sama tempat orang itu berada, tapi sudah tidak ada. Ia bergidik sendiri. Merasa keluarga nya yang bangsa srigala mengerikan diantara pemukiman manusia. Ternyata masih ada sesuatu yang mengerikan lagi.


Roberto, bantu kami... siapa orang itu. Beri sedikit klu...


Ferdinand masuk kedalam rumah Marcho setelah semuanya berada didalam rumah.


"Ada apa sayang? Apa kau melihat sesuatu yang aneh?" Juliana tiba tiba berbisik kearah Ferdinand.


"Kau juga merasakan nya?" Tanya nya balik pada Ferdinand.


"Hmm.. aku beberapa kali melihat nya hingga kita sampai kesini." Juliana kembali berbisik agar tak ada yang mendengar.


Maaf Ferdi... sepertinya kalian akan mendapat masalah lagi karna aku. Semoga semua nya baik baik saja.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2