SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
Kecemasan


__ADS_3

Eleanor memeriksa keadaan Loli dengan kekuatannya. Dibantu oleh Juliana. Mereka membersihkan Loli dan mengganti pakaiannya. Sementara para lelaki membersihkan diri dikamar tamu.


"Ia banyak menghirup asap, tapi tak lama akan kembali biasa. Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit Juliana?" Tanya Eleanor yang telah selesai memeriksa Loli.


"Aku rasa begitu. Untuk menjaga kesehatannya. Aku ragu jika Loli.. sedang..." Juliana menghentikan ucapannya.


"Aku juga berpikir seperti itu." Eleanor tersenyum pada Juliana.


Mereka keluar ruangan itu. Tapi Juliana masuk dalam sebuah kamar tamu. Lalu merebahkan diri diatas ranjang. Memejamkan mata sejenak karena rasa kantuk yang datang melanda.


"Marcho..." Eleanor mendekati Marcho yang sedang Menuang minuman ke beberapa gelas.


"Ya bu... apa ibu mau?" Eleanor mengambil segelas minum dari Marcho.


"Malam ini kau bawa Loli kerumah sakit, aku khawatir dengan keadaanya. Dia kelihatan sangat lemah." Marcho meletakan minuman ditangannya.


Ia segera berjalan ke arah kamarnya. Sementara Eleanor mendekati Steven dengan membawakan segelas minuman Untuknya.


"Terima kasih sayang..."


"Dimana ayah mu? Kukira kalian mengobrol." Tanya Eleanor melihat kiri kanan tak ada Ferdinand.


"Juliana juga... Dimana mereka?" Eleanor menyambung ucapannya lagi.


"Mungkin ayah dikamar membersihkan diri. Kalau Juliana aku tak melihat nya." Steven mangganti chanel televisi.

__ADS_1


"Apa sebaiknya kita adakan upacara pernikahan untuk Juliana dan Ferdinand?"


Steven menanggapi ucapan Eleanor dengan sebuah senyuman. Ia belum melihat adanya hubungan yang serius antara ayahnya dan Juliana.


"Biarkan mereka yang mengurus sayang... tentang kita bagaimana?" Steven merapatkan tubuh nya pada Eleanor.


"Apa maksud mu?" Eleanor bertingkah santai. Menahan tawa dibibirnya.


"Aku merindukanmu..." Steven mulai mendekatkan bibirnya pada Eleanor.


"Ayah bantu aku..."


Seperkian detiknya kemesraan itu akan terjadi. Tiba tiba terhenti karna mendengar teriakan dari kamar Marcho. Mereka langsung berlari melihat apa yang terjadi.


Selain itu Juliana yang baru terlelap juga beranjak saat mendengar suara teriakan Marcho.


"Loli tadi bangun ayah... aku mengajaknya kerumah sakit. Lalu ia berlari kekamar mandi. Ia terus saja muntah muntah. Dan sampai sekarang belum berhenti."


Marcho nampak panik melihat keadaan Loli. Namun berbeda dengan Eleanor. Ia tersenyum tipis mendengar penjelasan Marcho.


"Kita antar dia kerumah sakit. Juliana kau disini saja bersama Ayah." Steven keluar dari kamar Marcho.


"Aku akan memeriksa mobilmu."


"Dimana Ferdinand? Dari tadi aku tak melihatnya?" Juliana benar benar kehilangan sosok Ferdinand.

__ADS_1


"Mungkin dia dikamar tamu." Eleanor pun keluar mengikuti Juliana. Dan mereka berdua kembali duduk disofa.


"Aku dari tadi dikamar tamu." Jawab Juliana cemas.


"Mungkin dia keluar mencari angin segar.. tenanglah. Ferdi mu takan kemana mana lian.." Eleanor sedikit menggoda Juliana.


"Kau hanya tak tau siapa yang mengintai kita diperjalanan tadi Eli. Memang benar kami bersama lagi. Tapi aku khawatir jika Ferdinand mencari orang itu."


Juliana menatap Eleanor yang duduk disebelahnya. Tapi memang benar ia sangat takut tak bisa lagi berjumpa dengan Ferdinand. Perpisahan mereka dulu.menjadi trauma tersendiri bagi Juliana.


"Ada yang mengintai kita? Kenapa tidak kalian temui?" Eleanor berubah menjadi lebih serius menatap Juliana.


"Aku juga tak tau. Tapi yang pasti Ferdinand selalu melihatnya disetiap perjalanan. Itu yang aneh.. ia bisa mengimbangi gerakan cepat kita. Bahkan sampai kesini. Semoga saja ia bukan orang yang ingin mencelakai kita"


Eleanor benar benar cemas. Ia berdiri melihat kearah luar jendela sekilas. Lalu berbalik lagi, ia menyipitkan matanya. Karna ia melihat dua orang sedang bicara dekat dengan mobil Marcho. Sedang kan didepan mobil itu Steven sedang memeriksa mobil karna akan pergi kerumah sakit.


"Lian... kemarilah.. apa aku salah lihat?" Juliana buru buru berdiri dan melihat apa yang ditunjuk Eleanor.


"Bukankah itu Ferdinand? Dengan siapa Dia bicara selarut ini." Juliana menatap tajam kearah luar jendela.


"Apa sebaiknya kita keluar?"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2