SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
16. Sedikit petunjuk


__ADS_3

"Kalian pulang lah terlebih dahulu. Bibi akan menyusul, masih ada pekerjaan."


Lyodra menatap dengan bahagia saat Ares dan Rubi mengajak nya untuk pulang bersama.


Ia menatap pasangan yang sedang dimabuk cinta tersebut.


Lyodra bergegas mengambil barang barangnya dan menuju parkiran mobil.


Sebelum Ares datang ia telah mendapat pesan dari Marcho untuk datang secepatnya kegunung Rosten.


Setelah lama diperjalanan, Lyodra mendapat sambutan dari sekelompok srigala liar yang menghentikan laju mobilnya.


Dasar srigala tengil. Mau apa mereka. Mereka tak bisa membedakan yang manusia dan yang mana keturunan nya.


Lyodra membuka sedikit kaca mobilnya. Ia memperhatikan beberapa orang lelaki yang menyeringai padanya.


Tentunya ia telah tau apa arti senyuman itu. Pandangan mereka seolah olah ingin memakan mentah mentah wanita yang sedang didalam mobil.


"Ada apa?" Tanya Lyodra lembut.


Ia mengeluarkan sedikit kekuatannya untuk menakut nakuti para keturunan yang masih muda.


Saat melihat mata Lyodra yang sudah berubah menjadi merah. Nyali mereka seakan ciut dengan langkah kaki yang serentak mundur.


"Maaf nyonya .. silahkan lanjutkan perjalanan anda. "

__ADS_1


Salah satu ketuanya bicara secara baik baik dengan Lyodra.


"Apa kalian yang telah mengambil leher seorang karyawan pos 2 hari yang lalu?"


Tanya Lyodra yang mengejutkan mereka semua. Mereka tampak gugup. Pemuda yang berjumlah 3 orang tersebut. Memasang langkah seribu. Ia berlari sekencangnya menghindari Lyodra.


Dari dalam mobil Lyodra tersenyum penuh arti. Sekarang ia mengerti bahwa kematian tidak wajar pegawai pos tersebut adalah ulah dari mereka semua.


Tanpa pikir Lyodra keluar dari mobil. Merubah wujudnya. Dan mengejar ketiga srigala muda tersebut.


Hanya beberapa langkah Lyodra melangkah kan kakinya. Dia langsung tiba didepan ketiga pemuda tersebut.


"Kalian berusaha menipuku aaa??


Lain kaki kalian harus bisa membedakan yang mana manusia dan mana keturunan kita."


"Jika kalian ingin menjadi lebih baik dan tak jadi pengkhianat, kalian ikut aku kegunung Rosten. Kalian akan belajar disana. Mumpung kalian masih muda. Tapi ingat.. jangan pernah berbuat jahat pada keluargaku ataupun manusia lainnya."


Lyodra melajukan Lagi mobilnya kerumah Marcho. Ia menyuruh ketiga orang pemuda yang ia tangkap untuk menunggu didalam mobil.


Lyodra keluar mobil dengan senyuman. Ia melihat Marcho ya g sudah menunggunya.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Marcho


"Aku memberikan sedikit pelajaran pada srigala muda disana." Jawab Lyodra tersenyum lagi.

__ADS_1


"Didalam sudah ada ayah dan ibu. Juga kakek dan bibi. Aku mengumpulkan kalian disini. Untuk menyampaikan apa yang telah aku selidiki."


"Apa itu mengenai pembunuhan karyawan pos di st.Santa?" Tanya Lyodra memperjelas.


"Ya begitulah.... Manusia yang mengetahui indentitas kita akan mudah percaya bahwa kita telah mengganggu manusia, bahkan membunuh mereka." Ucap Marcho didepan seluruh keluarganya.


"Dan didalam mobil ku saat ini, sudah ada 3 pemuda yang melihat kejadian saat karyawan pos tersebut diterkam srigala. Itu dalam satu terkaman."


Jelas Lyodra dengan senyuman pada keluarganya. Ia berpelukan melepaskan rindu pada kedua orang tuanya.


"Jangan dulu .. sebaiknya kita tanyai mereka nanti. Aku akan melakukannya. Untuk saat ini. Aku ingin katakan..


Memang benar karyawan pos itu diterkam oleh srigala. Itu adalah keluarga Danny dan Rubi." Jelas Pramana.


"Benarkah? Jadi Danny teman kecil Ares sama dengan kita. Danny mempunyai kekuatan yang sama dengan yang kita rasakan dari awal."


Kata Marcho yang sedikit kaget.


"Mungkin ini yang telah dirasakan Ares dari teman temannya."


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2