SELALU DISISI MU

SELALU DISISI MU
49. Menghentikan Dendam


__ADS_3

"Kemana saja kau Ares? Beberapa hari tak pulang dan tak memberikan kabar pada bibi.." ucap Lyodra kesal pada Ares. Bahkan mereka bertemu di rumah sakit.


"Aku ada keperluan mendadak bibi. Dan malam ini aku akan pulang." Bujuk Ares pada Lyodra.


"Cepatlah pulang, ada banyak hal yang tak kau ketahui."


Ares menatap Lyodra bingung. Ia berdiri dan tak sabar untuk segera pulang kerumah.


"Hei..." Teriak Lyodra saat Ares tiba tiba tenggelam dibalik pintu ruangannya.


"Dasar bocah.." Lyodra menggelengkan kepalanya dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Dengan perasaan gelisah Ares melajukan mobilnya pulang ke kediaman Tores. Cuaca diluar sangat panas, keringat mengucur di dahi dan leher Ares saat berlari masuk kerumahnya. Entah kenapa ia sangat cemas.


Mendengar canda tawa dari ruangan keluarga. Perlahan Ares melangkahkan kakinya masuk melihat penghuni rumah tersebut.


Langkah nya terhenti sesaat memperhatikan seorang pria dengan tubuh besar tengah duduk di antara Eleanor dan Juliana. Dan kedua wanita itu terlihat sangat bahagia mendengar candaan dari pria bertubuh besar itu.


Dan seseorang menarik lengan Ares dari ruangan itu. Ares terkejut bahkan hampir berteriak saat melihat pria itu adalah Marcho.


"Dad..." Bisik Ares mengikuti Marcho untuk meminta kejelasan tentang semuanya.


"Ikuti aku..."


Mereka berjalan sampai keluar dari rumah itu. Marcho bahkan menyuruh Ares untuk masuk kembali kedalam mobilnya.


"Ada apa Dad?" Tanya Ares jengah.

__ADS_1


"Tunggulah sebentar lagi... Mereka sedang berusaha nak.."


Ares mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan perkataan Marcho. Dan ia hanya duduk menunggu kemana Marcho akan membawanya pergi.


Mereka berhenti disebuah rumah kayu. Rumah itu terlihat kecil dari pada kediaman Tores. Ares keluar mobil mengikuti Marcho masuk kedalam rumah itu.


"Untuk sementara kita akan tinggal disini. Hanya kau dan aku." Ucap Marcho membuka kemejanya yang sudah dipenuhi keringat.


"Kenapa cuaca jadi sepanas ini?" Ucapnya lagi dan masuk kedalam kamar mandi.


Ares hanya melihat tingkah Marcho. Dan ia pun membuka kemejanya. Menyisakan kaos singlet nya berwarna hitam.


Tak berapa lama Marcho keluar dari kamar mandi. Hanya memakai celana pendek, Dan handuk yang masih tergantung dilehernya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Dad? Kenapa kita harus tinggal disini?" Tanya Ares penasaran.


"Tolong jelaskan dengan lebih baik. Aku bisa gila memikirkan ini..." Sarkas Ares terlihat kesal.


Marcho hanya tersenyum melihat putranya. Dan masuk kedapur mengambil beberapa cemilan.


"Sebentar lagi Lyodra akan kesini... Bersabarlah."


"Yang benar saja..." Ares mengambil sebuah apel dan langsung menggigitnya.


Suara dentuman pintu mobil terdengar disela tidur Ares. Ternyata ia terlelap beberapa saat setelah memakan sebuah apel.


"Apakah itu apel yang sama dalam cerita snow white? Kenapa aku bisa tertidur begitu saja?" Gumamnya sambil duduk dan melihat Lyodra serta Rubi sudah asa dihadapannya.

__ADS_1


"Baiklah... Kalian sudah sampai...


Ares dan Rubi sebaiknya kalian mengetahui apa yang sedang terjadi. Karna ini menyangkut tentang Samuel dan ponakannya Samson." Ujar Marcho duduk dihadapan mereka.


"Samson? Ada apa dengan nya?" Tanya Rubi menatap Marcho.


Lyodra menjelaskan perihal Steven bertemu dengan Samson. Bahkan Samson kerap kali datang bertamu kerumah mereka.


"Lantas apa hubungannya dengan ku?" Tanya Ares bingung menatap Lyodra dan Marcho.


"Samuel berniat akan menikah kan kalian berdua untuk membalas dendam. Dan kini Samson atau Jack Jasper sudah mengetahui alasan dibalik kematian ayahnya Maku Maroyu.


Dan dia sudah lupakan peristiwa itu. Baginya pembalasan akan berakhir dengan kematian menjadikan dendam berkepanjangan." Jelas Lyodra.


"Samson berkata demikian?" Tanya Rubi heran. Karna baru mengetahui ada sisi lembut dari kakak sepupunya.


.


.


.



Maaf ya... up nya telat, karna Author sedang tidak sehat. Dan ini masih menyempatkan menulis dengan menahan sakit kepala.


Jangan kecewa ya bebs... 😘✌️

__ADS_1


__ADS_2